Kamis, 01 Juli 2010

Penyakit Payudara Fibrokista



Penyakit Payudara Fibrokista adalah suatu keadaan yang terdiri dari nyeri, kista dan benjolan jinak pada payudara. Sebetulnya pemakaian istilah penyakit disini kurang tepat karena keadaan ini bukan merupakan suatu penyakit. Keadaan tersebut sangat sering ditemukan pada payudara yang normal dan merupakan variasi normal.
Perubahan fibrokista merupakan penyebab tersering dari benjolan payudara pada wanita yang berusia 30-50 tahun. Perubahan fibrokista bukan merupakan keganasan. Minimal 60% wanita selama masa reproduktifnya memiliki benjolan payudara sebagai akibat dari perubahan fibrokista.
Penyebabnya berhubungan dengan respon jaringan payudara terhadap perubahan kadar estrogen dan progesteron yang terjadi setiap bulan selama masa reproduktif wanita. Setiap bulan selama 1 siklus menstruasi, jaringan payudara membengkak dan kembali normal. Rangsangan hormon terhadap jaringan payudara menyebabkan payudara menahan air serta kelenjar susu dan salurannya melebar. Pada saat ini payudara terasa membengkak, nyeri dan memiliki benjolan.

Setelah menstruasi, biasanya pembengkakan payudara berkurang adan payudara tidak terlalu nyeri dan tidak memiliki benjolan. Karena itu saat terbaik untuk untuk memeriksa payudara adalah pada 7-10 hari setelah menstruasi (ketika jaringan payudara dalam keadaan normal).

Biasanya perubahan fibrokista terjadi pada kedua payudara dan lebih jarang ditemukan pada wanita yang menggunakan pil KB>. Faktor resiko terjadinya perubahan fibrokista adalah riwayat keluarga dengan keadaan serupa dan diet (misalnya asupan lemak dan kafein yang berlebihan).
Gejalanya bisa berupa:
· benjolan padat dengan bentuk yang tidak teratur.
· nyeri payudara yang sifatnya menetap atau hilang-timbul
· payudara terasa penuh
· nyeri tumpul dan berat
· pembengkakan dan nyeri tekan sebelum menstruasi
· nyeri payudara berkurang setiap selesai menstruasi.
Gejalanya bisa ringan atau berat dan mencapai puncaknya sesaat sebelum menstruasi serta menghilang segera setelah menstruasi.
Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah;
· Mammografi
· USG payudara.
Jika benjolan tetap ada, mungkin perlu dilakukan biopsi (pengangkatan jaringan untuk diperiksa dengan mikroskop). Untuk mengurangi nyeri, sebaiknya penderita tidak mengkonsumsi kopi, teh, coklat dan minuman ringan. Selain itu bisa digunakan obat pereda nyeri.
Rasa nyeri juga bisa dikurangi dengan kompres hangat dan pemakaian BH yang tepat. Kadang diberikan vitamin E. Untuk mengurangi gejala bisa diberikan pil KB. Pada kasus yang berat kadang diberikan danazol. Kadang benjolan harus diangkat melalui pembedahan.

Kanker PAYUDARA



Kanker Payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara.


Terdapat beberapa jenis kanker payudara:

1.
Karsinoma in situ
Karsinoma in situ artinya adalah kanker yang masih berada pada tempatnya, merupakan kanker dini yang belum menyebar atau menyusup keluar dari tempat asalnya.
2.
Karsinoma duktal
Karsinoma duktal berasal dari sel-sel yang melapisi saluran yang menuju ke puting susu.
Sekitar 90% kanker payudara merupakan karsinoma duktal.
Kanker ini bisa terjadi sebelum maupun sesudah masa menopause.
Kadang kanker ini dapat diraba dan pada pemeriksaan mammogram, kanker ini tampak sebagai bintik-bintik kecil dari endapan kalsium (mikrokalsifikasi).
Kanker ini biasanya terbatas pada daerah tertentu di payudara dan bisa diangkat secara keseluruhan melalui pembedahan.
Sekitar 25-35% penderita karsinoma duktal akan menderita kanker invasif (biasanya pada payudara yang sama).
3.
Karsinoma lobuler
Karsinoma lobuler mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, biasanya terjadi setelah menopause.
Kanker ini tidak dapat diraba dan tidak terlihat pada mammogram, tetapi biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada mammografi yang dilakukan untuk keperluan lain.
Sekitar 25-30% penderita karsinoma lobuler pada akhirnya akan menderita kanker invasif (pada payudara yang sama atau payudara lainnya atau pada kedua payudara).
4.
Kanker invasif
Kanker invasif adalah kanker yang telah menyebar dan merusak jaringan lainnya, bisa terlokalisir (terbatas pada payudara) maupun metastatik (menyebar ke bagian tubuh lainnya).
Sekitar 80% kanker payudara invasif adalah kanker duktal dan 10% adalah kanker lobuler.
5.
Karsinoma meduler
Kanker ini berasal dari kelenjar susu.
6.
Karsinoma tubuler
Kanker ini berasal dari kelenjar susu.


Penyebabnya tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih mungkin menderita kanker payudara.
Beberapa faktor resiko tersebut adalah:

1.
Usia.
Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun. Resiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun.
2.
Pernah menderita kanker payudara.
Wanita yang pernah menderita kanker in situ atau kanker invasif memiliki resiko tertinggi untuk menderita kanker payudara.
Setelah payudara yang terkena diangkat, maka resiko terjadinya kanker pada payudara yang sehat meningkat sebesar 0,5-1%/tahun.
3.
Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara.
Wanita yang ibu, saudara perempuan atau anaknya menderita kanker, memiliki resiko 3 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara.
4.
Faktor genetik dan hormonal.
Telah ditemukan 2 varian gen yang tampaknya berperan dalam terjadinya kanker payudara, yaitu BRCA1 dan BRCA2. Jika seorang mwanita memiliki salah satu dari gen tersebut, maka kemungkinan menderita kanker payudara sangat besar.
Gen lainnya yang juga diduga berperan dalam terjadinya kanker payudara adalah p53, BARD1, BRCA3 dan Noey2.
Kenyataan ini menimbulkan dugaan bahwa kanker payudara disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel yang secara genetik mengalami kerusakan.
Faktor hormonal juga penting karena hormon memicu pertumbuhan sel. Kadar hormon yang tinggi selama masa reproduktif wanita, terutama jika tidak diselingi oleh perubahan hormonal karena kehamilan, tampaknya meningkatkan peluang tumbuhnya sel-sel yang secara genetik telah mengalami kerusakan dan menyebabkan kanker.
5.
Pernah menderita penyakit payudara non-kanker.
Resiko menderita kanker payudara agak lebih tinggi pada wanita yang pernah menderita penyakit payudara non-kanker yang menyebabkan bertambahnya jumlah saluarn air susu dan terjadinya kelainan struktur jaringan payudara (hiperplasia atipik).
6.
Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil.
Semakin dini menarke, semakin besar resiko menderita kanker payudara. Resiko menderita kanker payudara adalah 2-4 kali lebih besar pada wanita yang mengalami menarke sebelum usia 12 tahun.
Demikian pula halnya dengan menopause ataupun kehamilan pertama. Semakin lambat menopause dan kehamilan pertama, semakin besar resiko menderita kanker payudara
7.
Pemakaian pil KB atau terapi sulih estrogen.
Pil KB bisa sedikit meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara, yang tergantung kepada usia, lamanya pemakaian dan faktor lainnya. Belum diketahui berapa lama efek pil akan tetap ada setelah pemakaian pil dihentikan.
Terapi sulih estrogen yang dijalani selama lebih dari 5 tahun tampaknya juga sedikit meningkatkan resiko kanker payudara dan resikonya meningkat jika pemakaiannya lebih lama.
8.
Obesitas pasca menopause.
Obesitas sebagai faktor resiko kanker payudara masih diperdebatkan. Beberapa penelitian menyebutkan obesitas sebagai faktor resiko kanker payudara kemungkinan karena tingginya kadar estrogen pada wanita yang obes.
9.
Pemakaian alkohol.
Pemakaian alkoloh lebih dari 1-2 gelas/hari bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara.
10.
Bahan kimia.
Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara.
11.
DES (dietilstilbestrol).
Wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki resiko tinggi menderita kanker payudara.
12.
Penyinaran.
Pemaparan terhadap penyinaran (terutama penyinaran pada dada), pada masa kanak-kanak bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara.
13.
Faktor resiko lainnya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kanker rahim, ovarium dan kanker usus besar serta adanya riwayat kanker dalam keluarga bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara.


Gejala awal berupa sebuah benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur. Pada stadium awal, jika didorong oleh jari tangan, benjolan bisa digerakkan dengan mudah di bawah kulit. Pada stadium lanjut, benjolan biasanya melekat pada dinding dada atau kulit di sekitarnya.

Pada kanker stadium lanjut, bisa terbentuk benjolan yang membengkak atau borok di kulit payudara. Kadang kulit diatas benjolan mengkerut dan tampak seperti kulit jeruk.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
- Benjolan atau massa di ketiak
- Perubahan ukuran atau bentuk payudara
- Keluar cairan yang abnormal dari puting susu (biasanya berdarah atau berwarna kuning sampai hijau, mungkin juga bernanah)
- Perubahan pada warna atau tekstur kulit pada payudara, puting susu maupun areola (daerah berwana coklat tua di sekeliling puting susu)
- Payudara tampak kemerahan
- Kulit di sekitar puting susu bersisik
- Puting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal
- Nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara .


Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.

Penyaringan

Kanker pada stadium awal jarang menimbulkan gejala, karena itu sangat penting untuk melakukan penyaringan.
Beberapa prosedur yang digunakan untuk penyaringan kanker payudara:

1.
SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri).
Jika SADARI dilakukan secara rutin, seorang wanita akan dapat menemukan benjolan pada stadium dini.
Sebaiknya SADARI dilakukan pada waktu yang sama setiap bulan. Bagi wanita yang masih mengalami menstruasi, waktu yang paling tepat untuk melakukan SADARI adalah 7-10 hari sesudah hari 1 menstruasi. Bagi wanita pasca menopause, SADARI bisa dilakukan kapan saja, tetapi secara rutin dilakuka setiap bulan (misalnya setiap awal bulan).
2.
Mammografi.
Pada mammografi digunakan sinar X dosis rendah untuk menemukan daerah yang abnormal pada payudara.
Para ahli menganjurkan kepada setiap wanita yang berusia diatas 40 tahun untuk melakukan mammogram secara rutin setiap 1-2 tahun dan pada usia 50 tahun keatas mammogarm dilakukan sekali/tahun.
3.
USG payudara.
USG digunakan untuk membedakan kista (kantung berisi cairan) dengan benjolan padat.
4.
Termografi.
Pada termografi digunakan suhu untuk menemukan kelainan pada payudara.

SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri)

1. Berdiri di depan cermin, perhatikan payudara. Dalam keadaan normal, ukuran payudara kiri dan kanan sedikit berbeda. Perhatikan perubahan perbedaan ukuran antara payudara kiri dan kanan dan perubahan pada puting susu (misalnya tertarik ke dalam) atau keluarnya cairan dari puting susu. Perhatikan apakah kulit pada puting susu berkerut.
2. Masih berdiri di depan cermin, kedua telapak tangan diletakkan di belakang kepala dan kedua tangan ditarik ke belakang. Dengan posisi seperti ini maka akan lebih mudah untuk menemukan perubahan kecil akibat kanker. Perhatikan perubahan bentuk dan kontur payudara, terutama pada payudara bagian bawah.
3. Kedua tangan di letakkan di pinggang dan badan agak condong ke arah cermin, tekan bahu dan sikut ke arah depan. Perhatikan perubahan ukuran dan kontur payudara.
4.
Angkat lengan kiri. Dengan menggunakan 3 atau 4 jari tangan kanan, telusuri payudara kiri. Gerakkan jari-jari tangan secara memutar (membentuk lingkaran kecil) di sekeliling payudara, mulai dari tepi luar payudara lalu bergerak ke arah dalam sampai ke puting susu. Tekan secara perlahan, rasakan setiap benjolan atau massa di bawah kulit. Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan cara mengangkat lengan kanan dan memeriksanya dengan tangan kiri.
Perhatikan juga daerah antara kedua payudara dan ketiak.
5. Tekan puting susu secara perlahan dan perhatikan apakah keluar cairan dari puting susu.
Lakukan hal ini secara bergantian pada payudara kiri dan kanan.
6. Berbaring terlentang dengan bantal yang diletakkan di bawah bahu kiri dan lengan kiri ditarik ke atas. Telusuri payudara kiri dengan menggunakan jari-jari tangan kanan. Dengan posisi seperti ini, payudara akan mendatar dan memudahkan pemeriksaan.
Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan meletakkan bantal di bawah bahu kanan dan mengangkat lengan kanan, dan penelusuran payudara dilakukan oleh jari-jari tangan kiri.


Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan hasil pemeriksaan berikut:
 Biopsi (pengambilan contoh jaringan payudara untuk diperiksa dengan mikroskop)
 Rontgen dada
 Pemeriksaan darah untuk menilai fungsi hati dan penyebaran kanker
 Skening tulang (dilakukan jika tumornya besar atau ditemukan pembesaran kelenjar getah bening)
 Mammografi
 USG payudara.

Staging (Penentuan Stadium Kanker)
Penentuan stadium kanker penting sebagai panduan pengobatan, follow-up dan menentukan prognosis.
Staging kanker payudara (American Joint Committee on Cancer):
- Stadium 0 : Kanker in situ dimana sel-sel kanker berada pada tempatnya di dalam jaringan payudara yang normal
- Stadium I : Tumor dengan garis tengah kurang dari 2 cm dan belum menyebar keluar payudara
- Stadium IIA : Tumor dengan garis tengah 2-5 cm dan belum menyebar ke kelenjar getah bening ketiak atau tumor dengan garis tengah kurang dari 2 cm tetapi sudah menyebar ke kelenjar getah bening ketiak
- Stadium IIB : Tumor dengan garis tengah lebih besar dari 5 cm dan belum menyebar ke kelenjar getah bening ketiak atau tumor dengan garis tengah 2-5 cm tetapi sudah menyebar ke kelenjar getah bening ketiak
- Stadium IIIA : Tumor dengan garis tengah kurang dari 5 cm dan sudah menyebar ke kelenjar getah bening ketiak disertai perlengketan satu sama lain atau perlengketah ke struktur lainnya; atau tumor dengan garis tengah lebih dari 5 cm dan sudah menyebar ke kelenjar getah bening ketiak
- Stadium IIIB : Tumor telah menyusup keluar payudara, yaitu ke dalam kulit payudara atau ke dinding dada atau telah menyebar ke kelenjar getah bening di dalam dinding dada dan tulang dada
- Stadium IV : Tumor telah menyebar keluar daerah payudara dan dinding dada, misalnya ke hati, tulang atau paru-paru.

Selain stadium kanker, terdapat faktor lain yang mempengaruhi jenis pengobatan dan prognosis:

 Jenis sel kanker
 Gambaran kanker
 Respon kanker terhadap hormon
Kanker yang memiliki reseptor estrogen tumbuh secara lebih lambat dan lebih sering ditemukan pada wanita pasca menopause.

 Ada atau tidaknya gen penyebab kanker payudara.

Biasanya pengobatan dimulai setelah dilakukan penilaian secara menyeluruh terhadap kondisi penderita, yaitu sekitar 1 minggu atau lebih setelah biopsi. Pengobatannya terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi dan obat penghambat hormon.
Terapi penyinaran digunakan membunuh sel-sel kanker di tempat pengangkatan tumor dan daerah sekitarnya, termasuk kelenjar getah bening. Kemoterapi (kombinasi obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang berkembanganbiak dengan cepat atau menekan perkembangbiakannya) dan obat-obat penghambat hormon (obat yang mempengaruhi kerja hormon yang menyokong pertumbuhan sel kanker) digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.

Pengobatan untuk kanker payudara yang terlokalisir

Untuk kanker yang terbatas pada payudara, pengobatannya hampir selalu meliputi pembedahan (yang dilakukan segera setelah diagnosis ditegakkan) untuk mengangkat sebanyak mungkin tumor.
Terdapat sejumlah pilihan pembedahan, pilihan utama adalah mastektomi (pengangkatan seluruh payudara) atau pembedahan breast-conserving (hanya mengangkat tumor dan jaringan normal disekitarnya).

Pembedahan breast-conserving

1. Lumpektomi : pengangkatan tumor dan sejumlah kecil jaringan normal di sekitarnya
2. Eksisi luas atau mastektomi parsial : pengangkatan tumor dan jaringan normal di sekitarnya yang lebih banyak
3. Kuadrantektomi : pengangkatan seperempat bagian payudara.

Pengangkatan tumor dan beberapa jaringan normal di sekitarnya memberikan peluang terbaik untuk mencegah kambuhnya kanker. Keuntungan utama dari pembedahan breast conserving ditambah terapi penyinaran adalah kosmetik. Biasanya efek samping dari penyinaran tidak menimbulkan nyeri dan berlangsung tidak lama. Kulit tampak merah atau melepuh.

Mastektomi

1. Mastektomi simplek : seluruh jaringan payudara diangkat tetapi otot dibawah payudara dibiarkan utuh dan disisakan kulit yang cukuAp untuk menutup luka bekas operasi. Rekonstruksi payudara lebih mudah dilakukan jika otot dada dan jaringan lain dibawah payudara dibiarkan utuh. Prosedur ini biasanya digunakan untuk mengobati kanker invasif yang telah menyebar luar ke dalam saluran air susu, karena jika dilakukan pembedahan breast-conserving, kanker sering kambuh.
2. Mastektomi simplek ditambah diseksi kelenjar getah bening atau modifikasi mastektomi radikal : seluruh jaringan payudara diangkat dengan menyisakan otot dan kulit, disertai pengangkatan kelenjar getah bening ketiak.
3. Mastektomi radikal : seluruh payudara, otot dada dan jaringan lainnya diangkat.

Terapi penyinaran yang dilakukan setelah pembedahan, akan sangat mengurangi resiko kambuhnya kanker pada dinding dada atau pada kelenjar getah bening di sekitarnya. Ukuran tumor dan adanya sel-sel tumor di dalam kelenjar getah bening mempengaruhi pemakaian kemoterapi dan obat penghambat hormon.
Beberapa ahli percaya bahwa tumor yang garis tengahnya lebih kecil dari 1,3 cm bisa diatasi dengan pembedahan saja. Jika garis tengah tumor lebih besar dari 5 cm, setelah pembedahan biasanya diberikan kemoterapi.
Jika garis tengah tumor lebih besar dari 7,6 cm, kemoterapi biasanya diberikan sebelum pembedahan. Penderita karsinoma lobuler in situ bisa tetap berada dalam pengawasan ketat dan tidak menjalani pengobatan atau segera menjalani mastektomi bilateral (pengangkatan kedua payudara). Hanya 25% karsinoma lobuler yang berkembang menjadi kanker invasif sehingga banyak penderita yang memilih untuk tidak menjalani pengobatan.
Jika penderita memilih untuk menjalani pengobatan, maka dilakukan mastektomi bilateral karena kanker tidak selalu tumbuh pada payudara yang sama dengan karsinoma lobuler. Jika penderita menginginkan pengobatan selain mastektomi, maka diberikan obat penghambat hormon yaitu tamoxifen. Setelah menjalani mastektomi simplek, kebanyakan penderita karsinoma duktal in situ tidak pernah mengalami kekambuhan. Banyak juga penderita yang menjalani lumpektomi, kadang dikombinasi dengan terapi penyinaran.
Kanker payudara inflamatoir adalah kanker yang sangat serius meskipun jarang terjadi. Payudara tampak seperti terinfeksi, teraba hangat, merah dan membengkak. Pengobatannya terdiri dari kemoterapi dan terapi penyinaran.

Rekonstrusi payudara

Untuk rekonstruksi payudara bisa digunakan implan silikon atau salin maupun jaringan yang diambil dari bagian tubuh lainnya. Rekonstruksi bisa dilakukan bersamaan dengan mastektomi atau bisa juga dilakukan di kemudian hari. Akhir-akhir ini keamanan pemakaian silikon telah dipertanyakan. Silikon kadang merembes dari kantongnya sehingga implan menjadi keras, menimbulkan nyeri dan bentuknya berubah. Selain itu, silikon kadang masuk ke dalam laliran darah.
Kemoterapi & Obat Penghambat Hormon
Kemoterapi dan obat penghambat hormon seringkali diberikan segera setelah pembedahan dan dilanjutkan selama beberapa bulan atau tahun. Pengobatan ini menunda kembalinya kanker dan memperpanjang angka harapan hidup penderita. Pemberian beberapa jenis kemoterapi lebih efektif dibandingkan dengan kemoterapi tunggal. Tetapi tanpa pembedahan maupun penyinara, obat-obat tersebut tidak dapat menyembuhkan kanker payudara.
Efek samping dari kemoterapi bisa berupa mual, lelah, muntah, luka terbuka di mulut yang menimbulkan nyeri atau kerontokan rambut yang sifatnya sementara.
Pada saat ini muntah relatif jarang terjadi karena adanya obat ondansetron. Tanpa ondansetron, penderita akan muntah sebanyak 1-6 kali selama 1-3 hari setelah kemoterapi. Berat dan lamanya muntah bervariasi, tergantung kepada jenis kemoterapi yang digunakan dan penderita.
Selama beberapa bulan, penderita juga menjadi lebih peka terhadap infeksi dan perdarahan.
Tetapi pada akhirnya efek samping tersebut akan menghilang.

Tamoxifen adalah obat penghambat hormon yang bisa diberikan sebagai terapi lanjutan setelah pembedahan. Tamoxifen secara kimia berhubungan dengan esrogen dan memiliki beberapa efek yang sama dengan terapisulih hormon (misalnya mengurangi resiko terjadinya osteoporosis dan penyakit jantung serta meningkatkan resiko terjadinya kanker rahim). Tetapi tamoxifen tidak mengurangi hot flashes ataupun merubah kekeringan vagina akibat menopause.


Pengobatan kanker payudara yang telah menyebar
Kanker payudara bisa menyebar ke berbagai bagian tubuh. Bagian tubuh yang paling sering diserang adalah paru-paru, hati, tulang, kelenjar getah bening, otak dan kulit.
Kanker muncul pada bagian tubuh tersebut dalam waktu bertahun-tahun atau bahkan berpuluh-puluh tahun setelah kanker terdiagnosis dan diobati.
Penderita kanker payudara yang telah menyebar tetapi tidak menunjukkan gejala biasanya tidak akan memperoleh keuntungan dari pengobatan. Akibatnya pengobatan seringkali ditunda sampai timbul gejala (misalnya nyeri) atau kanker mulai memburuk.
Jika penderita merasakan nyeri, diberikan obat penghambat hormon atau kemoterapi untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.
Tetapi jika kanker hanya ditemukan di tulang, maka dilakukan terapi penyinaran. Terapi penyinaran merupakan pengobatan yang paling efektif untuk kanker tulang dan kanker yang telah menyebar ke otak.
Obat penghambat hormon lebih sering diberikan kepada: kanker yang didukung oleh estrogen, penderita yang tidak menunjukkan tanda-tanda kanker selama lebih dari 2 tahun setelah terdiagnosis.
kanker yang tidak terlalu mengancam jiwa penderita. Obat tersebut sangat efektif jika diberikan kepada penderita yang berusia 40 tahun dan masih mengalami menstruasi serta menghasilkan estrogen dalam jumlah besar atau kepada penderita yang 5 tahun lalu mengalami menopause. Tamoxifen memiliki sedikit efek samping sehngga merupakan obat pilihan pertama. Selain itu, untuk menghentikan pembentukan estrogen bisa dilakukan pembedahan untuk mengangkat ovarium (indung telur) atau terapi penyinaran untuk menghancurkan ovarium.
Jika kanker mulai menyebar kembali berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah pemberian obat penghambat hormon, maka digunakan obat penghambat hormon yang lain.
Aminoglutetimid adalah obat penghambat hormon yang banyak digunakan untuk mengatasi rasa nyeri akibat kanker di dalam tulang. Hydrocortisone (suatu hormon steroid) biasanya diberikan pada saat yang bersamaan, karena aminoglutetimid menekan pembentukan hydrocortisone alami oleh tubuh.
Kemoterapi yang paling efektif adalah cyclophosphamide, doxorubicin, paclitaxel, dosetaxel, vinorelbin dan mitomycin C. Obat-obat ini seringkali digunakan sebagai tambahan pada pemberian obat penghambat hormon.
Stadium klinis dari kanker payudara merupakan indikator terbaik untuk menentukan prognosis penyakit ini. Angka kelangsungan hidup 5 tahun pada penderita kanker payudara yang telah menjalani pengobatan yang sesuai mendekati:
- 95% untuk stadium 0
- 88% untuk stadium I
- 66% untuk stadium II
- 36% untuk stadium III
- 7% untuk stadium IV.

Banyak faktor resiko yang tidak dapat dikendalikan.
Beberapa ahli diet dan ahli kanker percaya bahwa perubahan diet dan gaya hidup secara umum bisa mengurangi angka kejadian kanker.

Diusahakan untuk melakukan diagnosis dini karena kanker payudara lebih mudah diobati dan bisa disembhan jika masih pada stadium dini. SADARI, pemeriksan payudara secara klinis dan mammografi sebagai prosedur penyaringan merupakan 3 alat untuk mendeteksi kanker secara dini.
Penelitian terakhir telah menyebutkan 2 macam obat yang terbukti bisa mengurangi resiko kanker payudara, yaitu tamoxifen dan raloksifen. Keduanya adalah anti estrogen di dalam jaringan payudara. tamoxifen telah banyak digunakan untuk mencegah kekambuhan pada penderita yang telah menjalani pengobatan untuk kanker payudara. Obat ini bisa digunakan pada wanita yang memiliki resiko sangat tinggi.
Mastektomi pencegahan adalah pembedahan untuk mengangkat salah satu atau kedua payudara dan merupakan pilihan untuk mencegah kanker payudara pada wanita yang memiliki resiko sangat tinggi (misalnya wanita yang salah satu payudaranya telah diangkat karena kanker, wanita yang memiliki riwayat keluarga yang menderita kanker payudara dan wanita yang memiliki gen p53, BRCA1 atauk BRCA 2).

Kanker VAGINA


Kanker Vagina adalah tumor ganas pada vagina.
Vagina adalah saluran sepanjang 7,5-10 cm; ujung atasnya berhubungan dengan serviks (leher rahim/bagian terendah dari rahim), sedangkan ujung bawahnya berhubungan dengan vulva.
Dinding vagina dilapisi oleh epitelium yang terbentuk dari sel-sel skuamosa. Di bawah epitelium terdapat jaringan ikat, otot involunter, kelenjar getah bening dan persarafan. Dinding vagina memiliki banyak lipatan yang membantu agar vagina tetap terbuka selama hubungan seksual atau proses persalinan berlangsung.

Ada beberapa jenis kanker vagina:

1.
Karsinoma sel skuamosa (85-90%)
Berasal dari lapisan epitelium vagina. Lebih banyak ditemukan di vagina bagian atas.
Karsinoma skuamosa biasanya ditemukan pada wanita berusia 60-80 tahun.
Karsinoma verukosa adalah sejenis karsinoma sel skuamosa yang tumbuhnya lambat. Karsinoma ini tumbuh ke arah rongga vagina dan tampak seperti kutil atau bunga kol.
2.
Adenokarsinoma (5-10%)
Adenokarsinoma paling sering terjadi pada wanita berusia 12-30 tahun.
3.
Melanoma maligna (2-3%)
Berasal dari sel-sel penghasil pigmen, lebih banyak ditemukan di vagina bagian bawah.
4.
Sarkoma (2-3%)
Kanker ini tumbuh jauh di dalam dinding vagina, bukan pada epitelium.
Ada beberapa jenis sarkoma, yang paling sering ditemukan adalah leiomiosarkoma, yang menyerang wanita berusia 50 tahun ke atas.
Rabdomiosarkoma adalah kanker pada masa kanak-kanak, biasanya terjadi sebelum usia 3 tahun. Sel-selnya mirip dengan sel otot volunter, yang merupakan suatu jaringan yang dalam keadaan normal tidak ditemukan pada dinding vagina.

Karsinoma sel skuamosa tidak tumbuh secara tiba-tiba, kanker ini berkembang selama bertahun-tahun dari suatu perubahan prekanker pada vagina yang disebut neoplasi intraepitel vagina (NIVA).
Penyebabnya tidak diketahui.

Faktor resiko terjadinya kanker vagina:

1.
Usia
Sekitar 50% penderita karsinoma skuamosa adalah wanita berusia 60 tahun keatas.
Sebagian besar kasus kanker vagina ditemukan pada wanita yang berusia 50-70 tahun.
2.
DES (dietilstilbestrol)
DES adalah suatu obat hormonal yang banyak digunakan pada tahun 1940-1970 untuk mencegah keguguran pada wanita hamil.
Sebanyak 1 diantar 1000 wanita yang ibunya mengkonsumsi DES, menderita adenokarsinoma sel bersih pada vagina maupun serviks. Resiko tertinggi terjadi jika ibu mengkonsumsi DES pada usia kehamilan 16 minggu.
3.
Adenosis vagina
Dalam keadaan normal vagina dilapisi oleh sel gepeng yang disebut sel skuamosa.
Pada sekitar 40% wanita yang telah mengalami menstruasi, pada vagina bisa ditemukan daerah-daerah tertentu yang dilapisi oleh sel-sel yang serupa dengan sel-sel yang ditemukan di dalam kelenjar rahim bagian bawah dan lapisan rahim. Keadaan ini disebut adenosis.
Hal tersebut terjadi pada hampir semua wanita yang terpapar oleh DES selama perkembangan janin.
4.
Infeksi HPV (human papiloma virus)
HPV adalah virus penyebab kutil kelamin yang ditularkan melalui hubungan seksual.
5. Hubungan seksual pertama pada usia dini
6. Berganti-ganti pasangan
7. Melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang sering berganti-ganti pasangan
8. Kanker serviks
9. Iritsi vagina
10. Merokok.

Kanker vagina menyebabkan kerusakan pada lapisan vagina dan menyebabkan terbentuknya luka terbuka yang bisa mengalami perdarahan dan terinfeksi. Penderita mungkin juga mengalami perdarahan melalui vagina (seringkali setelah melakukan hubungan seksual) atau dari vaginanya keluar cairan encer. Jika kanker berukuran besar bisa mempengaruhi fungsi kandung kemih dan rektum sehingga penderita mengalami urgensi untuk berkemih dan mengalami nyeri ketika berkemih.

Gejala lainnya adalah:
- keluar cairan abnormal dari vagina
- terasa ada benjolan
- nyeri ketika melakukan hubungan seksual.

Pada kanker stadium lanjut akan timbuli nyeri ketika berkemih, sembelit dan nyeri panggul yang menetap.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Pada pemeriksaan panggul akan teraba adanya benjolan.

Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:

· Kolposkopi (pemeriksaan dinding vagina dengan bantuan kaca pembesar)
· Biopsi (pemeriksaan mikroskopik terhadap contoh jaringan vagina).


Staging

Staging merupakan proses penentuan penyebaran kanker, yang penting dilakukan untuk menentukan jenis pengobatan dan prognosis penyakit.
Penilaian penyebaran kanker vagina melibatkan beberapa pemeriksaan berikut:
- Pemeriksaan fisik menyeluruh
- Pielogram intravena
- Barium enema
- Rontgen dada
- Sistoskopi
- Proktoskopi
- CT scan
- Skening tulang.

Stadium kanker vagina berdasarkan sistem FIGO:

· Stadium 0 (karsinoma in situ, NIVA 3) : sel-sel kanker terbatas pada epitelium vagina dan belum menyebar ke lapisan vagina lainnya.
Pada stadium ini kanker tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

· Stadium I : kanker telah menyebar ke bawah epitelium tetapi masih terbatas pada mukosa vagina (mukosa terdiri dari 2 lapisan, yaitu epitelium dan lamina propria atau stroma subepitel).
· Stadium IA : tumor berukuran kurang dari 2 cm dan telah tumbuh ke dalam dinding sedalam kurang dari 1 milimeter.
· Stadium IB : tumor lebih besar dari 2 cm dan telah menembus ke dalam dinding sedalam lebih dari 1 milimeter.
· Stadium II : kanker telah menyebar ke jaringan ikat vagina tetapi belum menyebar ke dinding panggul maupun organ lain.
· Stadium III : kanker telah menyebar ke dinding panggul dan/atau telah menyebar ke kelenjar getah bening pada sisi yang sama dengan tumor.
· Stadium IVA : kanker telah menyebar ke organ di dekat vagina (misalnya kandung kemih) dan/atau taelah menyebar keluar panggul dan/atau telah menyebar ke kelenjar getah bening pada kedua sisi panggul.
· Stadium IVB : kanker telah menyebar ke organ tubuh yang jauh (misalnya paru-paru).

Pengobatan untuk keadaan prekanker (NIVA)

Untuk menentukan lokasi NIVA yang pasti, dilakukan pemeriksaan kolposkopi.
Untuk memperkuat diagnosis dilakukan biopsi.

Pilihan pengobatan untuk NIVA:

1. Bedah laser untuk menguapkan jaringan yang abnormal.
2. LEEP (loop electroexcision procedure) : digunakan kauter panas untuk membuang lesi pada vagina. Efektif untuk lesi yang kecil.
3.
Kemoterapi topikal : digunakan kemoterapi (5FU/fluorouracil) yang dioleskan langsung ke vagina setiap malam selama 1-2 minggu atau setiap minggu selama 10 minggu.
Obat ini bisa menyebabkan iritasi vagina dan vulva.

NIVA tingkat rendah seringkali menghilang dengan sendirinya, karena itu pengobatan biasanya hanya dilakukan pada NIVA tingkat menengah atau tinggi.




Pengobatan untuk kanker vagina

Terdapat 3 macam pengobatan untuk kanker vagina:

1.
Pembedahan
- Bedah laser
- Eksisi lokal luas : dilakukan pengangkatan kanker dan sebagian jaringan di sekitarnya. Untuk memperbaiki vagina bisa dilkukan pencangkokan kulit yang diambil dari bagian tubuh lainnya.
- Vaginektomi (pengangkatan vagina).
Jika kanker telah menyebar keluar vagina, dilakukan vaginektomi dan histerektomi radikal (pengangkatan rahim, ovarium/indung telur dan tuba falopii/saluran indung telur). Pembedahan tersebut bisa disertai dengan pengangkatan kelenjar getah bening.
- Eksenterasi dilakukan jika kanker telah menyebar keluar vagina dan organ wanita lainnya. Pada pembedahan ini dilakukan engangkatan kolon bawah, rektum atau kandung kemih (tergantung lokasi penyebaran tumor) disertai pengangkatan serviks/leher rahim, rahim dan vagina.
Setelah pembedahan ini mungkin perlu dilakukan pencangkokan kulit dan bedah plastik untuk membuat vagina buatan.
2.
Terapi penyinaran
Pada terapi penyinaran digunakan sinar X dosis tinggi atau sinar berenergi tinggi lainnya untuk membunuh sel-sel kanker dan memperkecil ukuran tumor.
Penyinaran yang berasal dari sebuah mesin disebut radiasi eksterna, sedangkan penyinaran yang berasal dari sebuah kapsul/tabung yang mengandung zat radioaktif dan dimasukkan ke dalam vagina radiasi interna.
Radiasi bisa digunakan secara terpisah atau sesudah pembedahan.
3.
Kemoterapi
Pada kemoterapi digunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker.
Kemoterapi tersedia dalam bentuk pil atau suntikan intravena (melalui pembuluh darah).
Kemoterapi merupakan pengobatan sistemik karena obat masuk ke dalam aliran darah dan bergerak ke seluruh tubuh serta membunuh sel-sel kanker yang berada diluar vagina.
Pada kemoterapi intravagina, obat kemoterapi dimasukkan langsung ke dalam vagina.


Pengobatan berdasarkan stadium
Pengobatan kanker vagina tergantung kepada stadium dan jenis penyakit, serta usia dan keadaan umum penderita.

1.
Kanker vagina stadium 0
- Vaginektomi. Setelah vaginektomi mungkin harus dilakukan pencangkokan kulit untuk memperbaiki kerusakan pada vagina.
- Terapi radiasi interna
- Bedah laser
- Kemoterapi intravagina.
2.
Kanker vagina stadium I
Kanker skuamosa
- Radiasi interna dengan atau tanpa radiasi eksterna
- Eksisi lokal luas, bisa diikuti dengan perbaikan vagina. Pada beberapa kasus, bisa diikuti dengan terapi penyinaran.
- Vaginektomi dan diseksi kelenjar getah bening
Adenokarsinoma
- Vaginektomi dan pengangkatan rahim, ovarium serta tuba falopii, disertai diseksi kelenjar getah bening panggul. Prosedur ini diikuti dengan perbaikan vagina.
Pada beberapa kasus bisa dilanjutkan dengan terapi penyinaran.
- Radiasi interna dengan atau tanpa radiasi eksterna.
- Pada kasus tertentu dilakukan eksisi lokal luas dan diseksi beberapa kelenjar getah bening panggul yang diikuti dengan radiasi interna.
3.
Kanker vagina stadium II
- Kombinasi radiasi interna dan eksterna
- Pembedahan, yang bisa dilanjutkan dengan terapi penyinaran
4.
Kanker vagina stadium III
- Kombinasi radiasi interna dan eksterna
- Pembedahan, kadang dikombinasikan dengan terapi penyinaran
5.
Kanker vagina stadium IVA
- Kombinasi radiasi interna dan eksterna
- Pembedahan kadang dikombinasikan dengan terapi penyinaran
6.
Kanker vagina stadium IVB
- Penyinaran untuk meringankan gejala nyeri, mual, muntah maupun gangguan fungsi pencernaan
- Kemoterapi.


Jika kanker berulang (kambuh kembali) dan menyebar ke organ wanita lainnya, maka dilakukan eksenterasi, tergantung kepada lokasi penyebaran kanker. Bisa juga dilakukan terapi penyinaran dan kemoterapi. Cara terbaik untuk mengurangi resiko kanker vagina adalah menghindari faktor resikonya.

KANKER TUMOR


Kanker tumor jantung pokok teramat langka, menerangkan sekitar seperempat penyakit di antara tumor hart pokok. Yang paling biasa ialah sarcomas yang berkembang dari kertas tisu pembuluh darah. Tumor jantung sekunder jauh lebih biasa, tetapi bagaimana biasa sulit untuk memutuskan.
Gejala tumor jantung kanker primer pada hakekatnya sama dengan tumor jantung bukan kanker dan bervariasi tergantung pada lokasi tumor. Tetapi, gejala tumor kanker cenderung memburuk lebih cepat daripada tumor bukan kanker, karena tumor kanker bertumbuh jauh lebih cepat. Gejala lain termasuk perkembangan gagal jantung mendadak, irama jantung abnormal, dan pendarahan kantung di sekeliling jantung (pericardium), yang mungkin mengganggu fungsi jantung dan menyebabkan jantung tamponade. Tumor jantung kanker primer dapat menyebar (metastasize) ke tulang belakang, jaringa disekitarnya, atau organ seperti paru-paru dan otak.
Gejala tumor jantung sekunder sering termasuk menyebabkan tumor asli dan mungkin termasuk menyebabkan metastases tempat lain di badan. Kanker, seperti kanker paru-paru atau payudara, mungkin menjalar ke jantung oleh serbuan langsung, sering ke dalam perikardium; jantung mungkin menjadi padat karena kanker membuat darah dan cairan menumpuk. Kanker juga mungkin menyebar ke otot dan bilik jantung melalui aliran darah atau lewat sistem getah bening; kanker ini mungkin menyebabkan gejala gagal jantung.
Prosedur yang digunakan untuk mendiagnosa tumor jantung kanker adalah sama dengan yang digunakan untuk mendiagnosa tumor jantung bukan kanker. Untuk tumor sekunder, prosedur dilakukan untuk menemukan tumor asli, kecuali kalau lokasinya sudah dikenal. Jika tumor di pericardium menyebabkan cairan menumpuk di seputar jantung, cairan itu mungkin dipaksa dikeluarkan. Pengobatan lain biasanya diperlukan dan tergantung pada tipe tumor. Seringkali, pengobatan memerlukan pembedahan.
Karena tumor jantung kanker baik primer maupun sekunder hamper tidak dapat sembuh, pengobatan didesain untuk mengurangi gejala. Bergantung pada tipe tumor, terapi radiasi, kemoterapi, atau keduanya.

HERNIA


Hernia, atau yang lebih dikenal dengan turun berok, adalah penyakit akibat turunnya buah zakar seiring melemahnya lapisan otot dinding perut. Penderita hernia, memang kebanyakan laki-laki, terutama anak-anak. Kebanyakan penderitanya akan merasakan nyeri, jika terjadi infeksi di dalamnya, misalnya, jika anak-anak penderitanya terlalu aktif.


Berasal dari bahasa Latin, herniae, yaitu menonjolnya isi suatu rongga melalui jaringan ikat tipis yang lemah pada dinding rongga. Dinding rongga yang lemah itu membentuk suatu kantong dengan pintu berupa cincin. Gangguan ini sering terjadi di daerah perut dengan isi yang keluar berupa bagian dari usus.

Hernia yang terjadi pada anak-anak, lebih disebabkan karena kurang sempurnanya procesus vaginalis untuk menutup seiring dengan turunnya testis atau buah zakar. Sementara pada orang dewasa, karena adanya tekanan yang tinggi dalam rongga perut dan karena faktor usia yang menyebabkan lemahnya otot dinding perut.

Penyakit hernia banyak diderita oleh orang yang tinggal didaerah perkotaan yang notabene yang penuh dengan aktivitas maupun kesibukan dimana aktivitas tersebut membutuhkanstamina yang tinggi. Jika stamina kurang bagus dan terus dipaksakan maka, penyakit hernia akan segera menghinggapinya.

Berdasarkan terjadinya, hernia dibagi atas :

§ hernia bawaan (kongenital)

§ hernia yang didapat (akuisita)

Berdasarkan letaknya, hernia dibagi menjadi

§ hernia diafragma yaitu menonjolnya organ perut kedalam rongga dada melalui lubang pada diafragma (sekat yang membatasi rongga dada dan rongga perut).

§ inguinal

§ umbilical yaitu benjolan yang masuk melalui cincin umbilikus (pusar)

§ femoral yaitu benjolan di lipat paha melalui anulus femoralis.

Sedangkan menurut sifatnya, ada hernia

§ reponibel ; bila isi hernia dapat keluar masuk.

§ hernia irreponibel ; bila isi kantung hernia tidak dapat dikembalikan ke dalam rongga

§ hernia akreta ; jika tidak ada keluhan rasa nyeri ataupun tanda sumbatan usus akibat perlekatan tersebut.

Hernia terjadi akibat adanya lubang pada otot rongga perut, sehingga bagian lunak yang ada di dalamnya akan keluar membentuk suatu benjolan. Hal itu tidak perlu dikhawatirkan karena hernia dapat segera diatasi melalui jalur operasi yang semakin canggih.

Hernia atau turun berok selama ini lebih dikenal sebagai penyakit pria, karena hanya kaum pria yang mempunyai bagian khusus dalam rongga perut untuk mendukung fungsi alat kelaminnya. Berdasarkan penyebab terjadinya, hernia dapat dibedakan menjadi hernia bawaan (congenital) dan hernia dapatan (akuisita). Sedangkan menurut letaknya, hernia dibedakan menjadi hernia inguinal, umbilical, femoral, diafragma dan masih banyak lagi nama lainnya.

Bagian hernia terdiri dari cincin, kantong, dan isi hernia itu sendiri. Isi hernia yaitu usus, ovarium, dan jaringan penyangga usus (omentum). Bila ada bagian yang lemah dari lapisan otot dinding perut, maka usus dapat keluar ke tempat yang tidak seharusnya, yakni bisa ke diafragma (batas antara perut dan dada), bisa di lipatan paha, atau di pusar. Umumnya hernia tidak menyebabkan nyeri. Namun, akan terasa nyeri bila isi hernia terjepit oleh cincin hernia. Infeksi akibat hernia menyebabkan penderita merasakan nyeri yang hebat, dan infeksi tersebut akhirnya menjalar dan meracuni seluruh tubuh. Jika sudah terjadi keadaan seperti itu, maka harus segera ditangani oleh dokter karena dapat mengancam nyawa penderita.
Hernia dapat terjadi pada semua umur, baik tua maupun muda. Pada anak-anak atau bayi, lebih sering disebabkan oleh kurang sempurnanya procesus vaginalis untuk menutup seiring dengan turunnya testis atau buah zakar. Biasanya yang sering terkena hernia adalah bayi atau anak laki-laki. Pada orang dewasa, hernia terjadi karena adanya tekanan yang tinggi dalam rongga perut dan kelemahan otot dinding perut karena faktor usia.
Tekanan dalam perut yang meningkat dapat disebabkan oleh batuk yang kronik, susah buang air besar, adanya pembesaran prostat pada pria, serta orang yang sering mengangkut barang-barang berat.Penyakit hernia akan meningkat sesuai dengan penambahan umur. Hal tersebut dapat disebabkan oleh melemahnya jaringan penyangga usus atau karena adanya penyakit yang menyebabkan tekanan di dalam perut meningkat.
Sebenarnya sudah banyak masyarakat yang tahu tentang gejala awal penyakit hernia, namun seringkali tidak menyadarinya. Pada awalnya, gejala yang dirasakan oleh penderita adalah berupa keluhan benjolan di lipatan paha. Biasanya akan timbul bila berdiri, batuk, bersin, mengejan atau mengangkat barang-barang berat. Benjolan dan keluhan nyeri itu akan hilang bila penderita berbaring.
Hernia dapat berbahaya bila sudah terjadi jepitan isi hernia oleh cincin hernia. Pembuluh darah di daerah tersebut lama-kelamaan akan mati dan akan terjadi penimbunan racun. Jika dibiarkan terus, maka racun tersebut akan menyebar ke seluruh daerah perut sehingga dapat menyebabkan terjadinya infeksi di dalam tubuh.
Sebenarnya tidak semua hernia harus dioperasi. Bila jaringan hernia masih dapat dimasukkan kembali, maka tindakannya adalah hanya menggunakan penyangga atau korset untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi. Pada anak-anak atau bayi, reposisi spontan dapat terjadi karena cincin hernia pada anak lebih elastis. Bila sudah tidak dapat direposisi, maka satu-satunya tindakan yang harus dilakukan adalah melalui operasi.

HEPATITIS


Hepatitis adalah suatu keadaan peradangan jaringan hati, yang dapat disebabkan oleh infeksi, keracunan, atau suatu penyakit bawaan. Hepatitis dalam istilah awam dikenal dengan sakit lever, sakit kuning atau jaundice. Hepatitis pada anak merupakan problem yang perlu dipikirkan secara serius karena akan menimbulkan problem yang serius.

Pada umumnya hepatitis pada anak disebabkan oleh: virus, bakteri, amuba, dan keracunan, tetapi yang paling sering adalah disebabkan oleh virus. Hepatitis virus yang paling banyak dijumpai oleh anak adalah hepatitis virus A daqn B, sedang hepatitis virus C, D, E dan lain-lain jarang dijumpai. Hepatitis virus oleh karena virus hepatitis B disebut sebagai hepatitis B

Gejala yang ditimbulkan oleh kedua virus itu pada umumnya sama, hanya terdapat sedikit perbedaan yang merupakan gejala variasi yang tidak selalu dijumpai pada semua kasus.


HEPATITIS
Hepatitis A merupakan suatu penyakit infeksi, oleh karena itu dapat menular dari seorang anak ke anak lain. Penularan melalui makanan, yaitu virus masuk tubuh melalui makanan, invasi ke dalam usus, kemudian berkembang biak di jaringan hati dan menimbulkan gejala dan keluhan. Timbulnya gejala atau keluhan terjadi 3-6 minggu setelah virus masuk dalam tubuh. Hepatitis A paling banyak menyerang anak usia 5 tahun.

Penyakit ini ditandai dengan 3 kelompok gejala, gejala awal, gejala yang tampak dan gejala penyembuhan.Gejala awal ditandai dengan : demam, nyeri kepala, sakit perut

kanan atas, tidak mau makan, muntah dan kadang-kadang disertai tanda dehidrasi akibat muntah yang hebat. Beberapa hari kemudian timbul gejala buang air warna kuning gelap, diikuti dengan mata tampak kuning, kulit kuning. Pada saat ini gejala awal berkurang dan anak mulai mau makan. Sebagian kecil kasus dapat disertai dengan gejala kuning, dimana hal ini sangat sulit untuk ditentukan diagnosa dari penyakit tersebut. Setelah beberapa minggu gejala membaik dan anakpada umumnya sembuh total dalam waktu 6-8 minggu.

Pada beberapa kasus anak harus dirawat karena muntah yang hebat, dehidrasi atau hepatitis yang berat, pada keadaan ini sering timbul komplikasi sampai koma dan berakhir dengan kematian. Keadaan muntah dan dehidrasi dapat diatasi di rumah sakit dengan pemberian infuse dan obat-obatan, tetapi pada keadaan hepatitis berat yang dikenal dengan istilah hepatitis fulminan adalah daya tahan tubuh tidak baik, virus hepatitis yang menyerang virus yang cukup kuat, serta terlambat datang berobat.l

Pengobatan hepatitis A hanya berupa pengobatan untuk memperbaiki keadaan umum anak dengan cara : Istirahat total, pemberian makanan yang cukup, vitamin dan bila diperlukan obat-obatan untuk melindungi kerusakan hati. Hepatitis fulminan memerlukan pengobatan khusus dan perawatan intensif karena sebagian besar anak yang jatuh dalam hepatitis fulminan sulit untuk sembuh total.



HEPATITIS B
Hepatitis B, sama dengan seperti hepatitis S merupakan penyakit infeksi, tetapi penularan terjadi melalui makanan, kontak dekat, hubungan seks atau melalui suntikan. Gejala timbul 3-6 bulan setelah virus masuk, sehingga kadang-kadang anak/ orang tua tidak ingat kapan kontak dengan pasien hepatitis. Hal ini yang menyulitkan deteksi penderita, terutama pada kasus hepatitis B tanpa gejala yang jelas. Angka kejadian

hepatitis B bisa terjadi sejak bayi baru lahir sampai usia remaja. Bayi baru lahir dapat terjangkit hepatitis B bila ibu terjangkit hepatitis B, sehingga penularan terjadi selama masa kehamilan, biasanya gejala klinis tidak langsung terjadi, sehingga keluarga tidak mengetahui anaknya menderita hepatits B.

Gejala yang terjadi pada hepatitis B, hampir sama dengan gejala pada hepatitis A, tetapi gejalanya tampak lebih ringan, perjalanan penyakit hepatitis B lebih berat. Kalau pada hepatitis A anak bisa sembuh total atau jatuh dalam hepatitis fulminan, maka pada hepatitis B anak bisa sembuh total, tetapi jarang terjadi, menjadi karier aktif, dan sering kambuh, menjadi karier atau penyakit berjalan kronis dan menjadi sirosis atau kanker hati. Bahaya yang terjadi pada hepatitis B jauh lebih serius dan lebih sering dibanding hepatitis A, oleh karena itu kita harus waspada terhadap hepatitis. Masalah yang lebih serius pada hepatitis B adalah sering orang tua dan anak itu sendiri tidak tahu bahwa dia sedang menderita hepatitis B yang kronik, hal ini menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada anak(anak sering sakit) yang akhirnya juga menjadi beban ekonomi bagi keluarga.


PENCEGAHAN
Pencegahan terhadap hepatitis dapat dilakukan dengan cara menghindari kontak dengan pasien yang terkena hepatitis, cara lain adalah memberikan perlindungan dari luar bila

sudah terlanjur kontak dengan pasien hepatitis, yaitu dengan memberikan jaminan bahwa anak kita tidak terkena hepatitis. Cara yang paling efektif untuk mencegah hepatitis adalah memberikan imunisasi pada bayi dan anak. Imunisasi hepatitis B dianjurkan diberikan pada anak usia sekolah maka sebaiknya diperiksa darah dulu untuk mengetahui apakah anak sudah pernah terserang hepatitis, sedang menderita atau memang belum pernah kontak dengan virus hepatitis. Anak yang memerlukan imunisasi hepatitis B

adalah anak yang belum pernah kontak dengan virus hepatitis B. Untuk imunisasi hepatitis A dianjurkan usia 1-2 tahun tergantung jenis vaksin yang ada.

MENYEMBUHKAN SAKIT LEVER DAN SAKIT KUNING



Tinjauan medis menyatakan, sakit kuning dan lever diakibatkan oleh aktivitas kerja yang terlampau berat dan pola makan yang tidak teratur serta kurang terjamin gizinya..
Jika tidak cepat diatasi, biasanya, bagian perut si penderita akan membesar dan bahkan dapat mengakibatkan kematian. Guna mengatasi penyakit ini secara dini, tak ada salahnya jika anda mencoba ramuan tradisional peninggalan nenek moyang kita yang tidak mempunyai efek samping serta keampuhannya tidak diragukan lagi.

SAKIT LEVER
Bahannya : 5 lembar daun sukun yang sudah tua dan gula aren secukupnya.
Caranya : Daun sukun dicuci sampai bersih, kemudian rebus dengan 3 gelas air sampai airnya mendidih dan berwarna kecoklatan. Setelah itu saring dan tambahkan gula aren secukupnya. Minum selagi hangat, dengan meminum ramuan ini selama seminggu dan tiga kali sehari, insya Allah penyakit akan sembuh. Tapi ingat satu racikan hanya untuk satu kali minum.

SAKIT KUNING
Bahannya : 1 bonggol bambu kuning, 3 lembar daun nanas muda, adas pulo sari secukupnya dan gula aren juga secukupnya.
Caranya : Setelah dicuci bahan yang pertama dan kedua, tambahkan ramuan yang ketiga dan tumbuk semuanya sampai halus. Saring airnya dan bila perlu tambahkan gula aren secukupnya, minum 3 kali dalam sehari dan satu racikan untuk satu kali minum.
Pantangan : Tidak diperbolehkan melakukan aktivitas kerja berat, seyogyanya anda rileks didalam pembaringan. Hindari makanan yang berlemak dan mengandung asam. Sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar gula.

JERAWAT


Kalangan kedokteran menyebutkan jerawat sebagai acne vulgaris (jerawat umum). Kata acne sendiiri berasal dari Yunani “acme”, yang artinya “titik”. Tapi orang Yunani kuno menyebutnya “ionthos”, janggut pertama. Karena mereka percaya jika bulu janggut pertama tumbuh, pria remaja mulai berjerawat. Para kalangan medis membedakanny menjadi beberapa bentuk menurut ukuran, isi, dan tingkat infekeksinya, yaitu:

- Komedo, berupa bintik putih atau hitam berisi lemak yang mengeras. Sehingga terkadang ada yang menyebutnya sebagai jerawat batu. Komedo akan menjadi masalah jika semakin membesar sehingga mendesak dinding folikel (kantung rambut) membentuk tonjolan berwarna putih kekuningan sebesar kepala jarum pentul.Tonjolan ini bisa terjadi karena serpihan kulit dan palit yang ikut mengisi dan menambah sumbatan pada folikel. Komedo dapat menjadi masalah yang serius jika sudah terinfeksi.

- Papel (papules), muncul pada saat komedo sudah terinfeksi. Ukurannya lebih besar, tapi masi memiliki isi yang sama berupa bintik merah kecil.

- Pustula (pustules), papel yang sudah mengalami peradangan, memiliki kepala kuning karena sudah bernanah.

- Nodula (nodules), memiliki bentuk yang lebih besar dari papel dan sudah berisi nanah dan darah.

- Kista (cysts). Memiliki bentuk yang lebih gede lagi dri nodula, isinya material lemak cair.

Kemunculan jerawat sendiri disebabkan karena berubahnya konsistensi cairan lemak menjadi lebih kental karena berbagai pengaruh. Hal ini menyebabkan tersumbatnya saluran yang biasa dilewati cairan lemak hasil sekresi kelenjar lemak padafolikel rambut. Sumbatan atas folikel rambut ini merupakan awal terjadinya jerawat yang disebut stadium komedo.

PENYEBAB

Jerawat memang paling sering muncul di kulit wajah, leher, dada, atau punggung. Karena pada bagian ini terdapat kelenjar lemak, yaitu sektar 400 – 500 per cm2, sedangkan di bagian tubuh lainnya hanya sekitar 100 per cm2. Tumbuhnya jerawat ini selain karena pengaruh hormonal, juga karena pengaruh makanan yang memiliki kandungan yang lemak tinggi, misalnya saja coklat, keju, goreng-gorengan, kacang tanah, dll. Lalu mikroorganisme, pemakaian kosmetik yang salah, konsumsi obat yang mengandung kortikosteroid, bahkan karena lingkungan yang kurang sehat (pengaruh dari asam klorida (HCL), ter, minyak bumi,dsb.).

Selain sebab-sebab di atas, khusus bagi kaum hawa, jerawat juga bisa muncul tiba-tiba (terutama di pipi dan dagu), menjelang datang bulan. Tapi akan hiilang begitu masa haid selesai. Tapi juga dapat semakin parah jika diikuti dengan ketegangan emosional yang muncul karena faktor hormonal bekerja lebih aktif. Pada wanita hamil atau sedang minum pil antihamil terkadang bisa juga dihinggapi jerawat. Pil KB memang dapat memberikan efek begitu, terutama 5 bulan pertama pemakaian karena pengaruh dari hormon progesteron di dalamnya.

USAHA PENCEGAHAN

Kehidupan kulit selalu seiring dengan kehidupan kita. Karen itu kulit juga membutuhkan perawatan dan perhatian yang saksama. Beberapa petunjuk yang mungkin dapat membantu:

(1) Bersihkan kulit secara teratur. Untuk mencagah timbulnya bakteri, tutuplah rapat-rapat tempat penyimpanan make-up atau cairan pembersih dan jangan diletakkan di tempat yang panas.

(2) Bersihkan muka dengan alat bantu, seperti kuas, tisu, atau kapas. Jangan langsung dengan jari, karena jari dan kuku Anda bisa penuh dengan bakteri.

(3) Hindari pemakani kain untuk membersihkan muka, tapi gantilah dengan menggunakan spons dari plastik karena bakteri tak dapat tumbuh di plastik.. Sebaiknya, tidak meminjam sisir, sikat gigi, ataupun sikat rambut milik orang lain.

(4) Gunakan pengulas wajah (puff) yang lembut. Usahakan pemakainnya selalu bersih.

(5) Menjauhkan diri dari stress adalah usaa lain untuk menghilangkan jerawat yang lebih cepat. Usahakan menyeimbangkan antara rekreai, bekerja, dan istitahat.

RESEP

Resep1: Temulawak, Kencur, Jinten

Bahan : temulawak segar 20 g, asam kawak/air jeruk nipis secukupnya, kencur segar 15 g, jinten 1 g, guka aren secukupnya.

Cara : Semua bahan ditumbuk dan direbus ke dalam 1,5 l air. Air rebusan disaring dan diminum sebagai pengganti teh.

Resep2: Temulawak, Asam kawak, Sambiloto, Kencur

Bahan : asam kawak sebesar telur burung puyuh, daun sambiloto 12 helai, temulawak 10 iris, kencur 5 cm, ada obat (Foeniculum vulgare) 10 sendok teh, daun jintan 10 helai.

Cara : Semua bahan dicairkan dengan 1,5 l air. Saring dan peras dengan kain bersih. Air tersebut diminum 2 x sehari.

Resep3: Rimpang Kunyit

(a) Menghilangkan jerawat dan noda-noda hitam di wajah. Parut 1 rimpang kunyit lalu oleskan ke wajah secara merata sebagi bedak.

(b) Cuci dan itis halus 1 ibu jari kunyit, lalu seduh dengan segelas air dan tambahkan 1 swendok makan gula pasir. Minum air seduhan dengan tapai singkong.

Resep4: Daun Sirih

(a) Untuk menghilangkan jerawat, tumbuk halus 4-6 lembar daun sirih dan gunakan sebagai bedak kompres pada malam hari

(b) Daun sirih direbus dengan air bersih. Air rebusan itu diminum 2 x sehari, pagi dan menjelang tidur malam. Sisanya dapat dioleskan ke wajah.

Resep5: Daun Pepaya

Jemur 2-3 lembar daun papaya lalu ditumbuk halus. Bubukan daun papaya tersebut ditambah dengan 1,5 liter air, lalu gunakan sebagai bedak pada bagia yang berjerawat.

Resep6: Jeruk Nipis

(a) Untuk menghindari keriput pada wajah.

Bahan: jeruk nipis 1 buah, minyak kayu putih 1 sendok, kapur sirih ¼ sendok.

Cara : Jeruk nipis diperas, airnya dicampur dengan bahan lainnya. Adonan ini dipakau pad wajah setiap malam

(b) Menghilangkan jerawat

Belerang ½ sendok makan dilembutkan dengan air jeruk nipis. Untuk menghilangkan bau belerang, teteskan minyak wangi. Oleskan ramuan ini pada bagian yang berjerawat. Atsu bisa juga dengan mengosokkan irisan jeruk nipis yang dicuci bersih ke wajah.

Resep7: Belimbing Wuluh

Parutlah 3 buah belimbing wuluh yang sudah dicuci hingga bersih, dan diberi garam sedikit. Tempelkan ramuan ini pada kulit yang berjerawat 2 x sehari.

Resep8: Buah Semangka

Untuk menghilankan kerutan wajah. Peraslah daging buah semangka, airnya lalu disimpan di botol tertutup selama 24 jam. Setelah itu gunakan sebagai pencuci muka.

Resep9: Tomat

Irislah kecil-kecil buah tomat. Irisan tersebut dibalurkan ke kulit yang berjerawat menjelang tidur malam.

Resep10: Daun Mimba

Rebuslah 10 g daun mimba, air rebusannya diminum sebagai pengganti teh. Sebagian air rebusan bisa dioleskan pada kulit yang berjerawat.

Resep11: Daun Aren

Pelepah daun aren dibakar untuk diambil abunya. Lalu ambillah kain bersih yang dibasahi dengan air hangat. Taburilah kain tersebut dengan abu pelepah daun aren dan gunakan untuk menggosok bagian muka yang bernoda hitam.

Resep12: Kembang Pukul Empat

Biji kembang pukul empat diambil isinya (berupa tepung) dan tambahkan sedikit air. Lalu oleskan pada kulit berjerawat.

Resep13: Lidah Buaya

Daun lidah buaya dicuci, dikupas, dan isinya diblender. Seperlima gelas cairan diaduk denga tepung beras sampai kental dan rata. Lalu bedakkan ramuan ke wajah yang berjerawat dan bernoda hitam. Biarkan selama 30 menit, baru dibilas dengan air bersih.

Resep14: Mentimun

Gunakan mentimun yang diblender sebagai masker dan dibiarkan sampai mengering. Atau bisa juga kulit mentimun yang digosok-gosokan ke wajah sampai mengering, baru kemudian diilas dengan air bersih.

Resep15: Meniran, Temulawak

Bahan : Meniran 7 buah, temulawak 1 ibu jari ditumbuk.

Cara : Semua bahan direbus dengan 2 gelas air sampai airnya menjadi separuh. Kemidian air tersebut diminum.

Khasiat ASAM KAWAK


Tanaman ini banyak terdapat didaerah dataran rendah, dan kebanyakan , asam digunakan sebagai tanaman pelindung dan banyak tumbuh ditepi ruas jalan raya.
Tanaman asam jawa yang termasuk dalam familia casesalpiniaceae ini kebanyakan dipakai sebagai pelindung dari berbagai jenis tanaman yang baru saja ditanam. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa, ternyata asam jawa memiliki kandungan asam anggur, asam apel,asam tartat, asam titrat, asam asetat dan pectin.
Berdasarkan dari hasil penelitian itulah, terungkap berbagai macam khasiat yang terkandung dalam asam jawa :
1. PENYEMBUH BISUL
Bahanya : Asam jawa sebesar telur burung puyuh, temulawak sepanjang jari telunjuk orang dewasa dan gula aren secukupnya.

Caranya : Rendam asam jawa kedalam air sampai mengambang. Cuci dan iris temulawak menjadi lima bagian. Rebus semua bahan tadi dengan 2 gelas air dan biarkan tinggal setengahnya. Minum sehari sekali sampai sembuh.
Atau

Bahanya : Asam Jawa sebesar telur burung puyuh, garam dan minyak goreng secukupnya.
Caranya : Lumatkan ketiga bahan tadi dan tempelkan pada bisul anda, insya allah dalam waktu seminggu bisul akan sembuh.

2. NYERI HAID
Bahanya : Asam jawa sebesar telur burung puyuh, temulawak dan gula aren secukupnya.

Caranya : Cuci dan iris temulawak menjadi 10 potong, tambahkan gula aren dan rebus dengan segelas air. Setelah air tinggal setengah, masukan asam jawa dan aduk sampai asamnya mengembang. Minum sehari sekali, seminggu sebelum datangnya haid.

3. GATAL ATAU BINTIK-BINTIK MERAH DITUBUH
Bahanya : Asam Jawa sebesar telur burung puyuh, temulawak dan gula aren.
Caranya : Cuci dan iris temulawak menjadi 8 potong, tambahkan gula aren secukupnya lalu rebus dengan segelas air. Setelah air tinggal setengah, campurkan asam jawaaduk terus sampai asam itu keluar sarinya. Setelah dingin, minum sehari sekali sampai sembuh.

Aneka Jenis JIN


Sesungguhnya tidaksemua jin itu setan, tetapi setan adalah bagian dari jin yang ingkar terhadap perintah ALLAH SWT. Sebagaimana layaknya manusia, jin adalah makhluk Allah yang acapkali benar dan salah, ada yang muslim dan ada pula yang non muslim, berkelamin jantan dan betina, begitulah seterusnya. Bahkan jin pun berketurunan, berkebudayaan dan peradaban yang konon katanya peradaban jin jauh lebih maju disbanding manusia.
Dalam sebuah kitab yang menerangkan tentang jin, dijelaskan ada 5 macam jenis jin
1. AL-JAN
Jenis yang pertama ini adalah pengertian jin secara umum, yaitu jenis jin yang berpotensi seperti layaknya manusia. Jin ada yang berkelamin jantan adapula yang betina, ada jin yang muslim adapula yang non muslim, jin juga membutuhkan makan,minum, tidur, bersenggama dan sebagainya. Walhasil jin pada kategori JAN tidak bedanya dengan manusia pada kategori al-insan.
2. AL-A’MIR
Acapkali disuatu tempat, dikamar mandi, dirumah atau dimanapun ada suara atau bunyian yang menirukan perbuatan manusia. Seperti halnya ada suara orang wudhu atau orang mandi, padahal dikamar mandi tersebut tidak ada siapa-siapa. Hal ini boleh jadi adalah perbuatan jin pada kategori AL-A’MIR. Maka tidak jarang orang menyebutnya sebagai setan tek-tek. Karena memang jenis jin ini suka meniru-nirukan perbuatan atau kebiasaan manusia, dengan maksud menakut-nakuti. Al-A’mir juga terkadang mengikuti orang yang sedang membaca , bernyanyi dan sebagainya atau mengikuti orang yang sedang shalat dibelakangnya. Meskipun demikian kita tidaklah usah takut, karena boleh jadi dia tidaklah jahat, hanya karena ingin menjadi mak’mum atau ingin belajar membaca atau menyanyi.
3. AL-IFRIT
Ifrit adalah jenis jin yang berpotensi sebagai pembantu ataupun khodam bagi manusia. Dalam hal ini ada ifrit yang muslim dan baik, yang tentunya bisa menjadi khodam pada manusia-manusia yang muslim dan baik pula. Adapula ifrit yang berprilaku jahat dan kafir yang dimanfaatkan oleh para tukang sihir dan dukun, seperti ifrit-ifrit yang bekerjasama dengan pesihir terkemuka luar negeri pada segitiga Bermuda “ David Caverfil”
4. AL-ARWAH
Jenis jin yang keempat inilah yang sering dan biasa menggoda manusia, terkadang al-arwah menjelma dirinya sebagai orang tua kita yang telah meninggal atau sebagai dedemit dan sebagainya. Sehingga dapat mengelabuhi sebagaian masyarakat kita dan menakut-nakuti mereka yang memang mempercayainya. Sebenarnya jenis jin al-arwah ini termasuk golongan jin yang sangat kuat dan sangat nakal. Disebutkan paling kuat karena mereka dapat menjelma dirinya menjadi apa saja dengan mengerahkan kekuatan ilmu yang dimilikinya dan disebut nakal karena sering menggoda dan menakut-nakuti manusia. Jika diibaratkan manusia, maka jenis jin dari golongan Al-arwah semacam preman yang sukausil terhadap masyarakat setempat dan terutama kepada perempuan-perempuan yang lewat dijalanan.
5. AS-SYAITON
Berbeda dengan al-arwah, as-syaiton adalah jenis jin yang selalu menggoda manusia dari segi keimanan, kerohanian dan kejiwaan. As-syaiton sangat berbahaya dibanding jenis jin lainya, karena as-syaiton dalam merasuk kedalam hati manusia untuk membisikan kekafiran, keingkaran dan kejahatan. Dalam surat an-naas dijelaskan bahwasanya bukan hanya jin jahat dan ingkar yang termasuk dalam golongan as-syaiton, manusia yang yang berprilaku dzolim dan lacutpu termasuk dalam kategori ini. Mengenai hal ini ada sebagaian ulama yang berpendapat bahwa setan adalah sebuah sifat jahat daripada manusia dan jin. Jadi kesimpulanya adalah setan bukanlah merupakan wujud atau benda, melainkan sebuah sifat atau perbuatan.