Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juni 2011

Tips Mengatasi Selingkuh Dan Zina

Kita semua mengenal dan masih ingat dengan booming lagu “TTM” (Teman Tapi Mesra). yang dibawakan oleh Duo Ratu. Entah karena musiknya yang mudah didengar plus liriknya yang mudah diingat, atau gaya pertemanan seperti itu yang sedang “tren”

Kalau kita berbicara perselingkuhan diawali dengan adanya ketertarikan, perhatian satu sama lain, sehingga muncullah selingkuh. Mengetahui bahwa satu sama lain saling ketertarikan, perhatian kebersamaan, mulai diisi dengan obrolan yang bersifat personal. Masing-masing mulai mencari hobby, makanan pavorit, serta tempat yang sering dikunjungi, ketika menghabiskan waktu untuk bersantai.

Apakah benar orang bisa berselingkuh cuma lantaran pisik belaka ataukah ada alasan lain ?. Seorang pakar seksolog, Dr Boyke mengatakan bahwa kebanyakan kasus perselingkuhan di kota besar disebabkan oleh masalah seksualitas, satu pihak tidak bisa memuaskan pihak lain. Faktor yang paling sering menjadi penyebab terjadinya penyelewengan seks adalah lingkungan termasuk lingkungan kerja.

Seperti,perselingkuhan melibatkan banyak aspek, paling tidak ada 6 motif mengapa seseorang melakukan perselingkuhan,

1. Tidak bahagia dengan pasangan.
2. Bosan dengan pasangan.
3. Tantangan dan petualangan.
4. Materi.
5, Balas Dendam
6. Peluang dan kesempatan.

Islam memandang selingkuh sebagai zina, Allah swt, sangat membenci zina. Zina adalah perbuatan hina yang bisa menghancurkan bangunan yang megah, menundukkan kepala yang berwibawa, menghitamkan wajah yang putih dan membisukan lisan yang tajam. Kehinaan yang bisa menanggalkan baju kehormatan, seperti contoh kecil kasus Maria Eva. Zina merupakan kotoran hitam yang bisa menimpa keluarga. Meski sebelumnya kehidupan keluarga itu diliputi lembaran-lembaran putih berubah seketika. Mata pun enggan untuk memandangnya kecuali yang tampak adalah sesuatu yang hitam dan jelek.

Allah dan Nabi Muhamad SAW secara jelas telah mengharamkan zina karena kejinya perbuatan ini dan jeleknya sarana pengantarnya. Maka Allah melarang mendekati sarana dan penyebab zina karena itu adalah langkah awal sebelum terperosok ke dalamnya. Allah berfirman dalam Al Isra’:32 yaitu “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

Karena perbuatan zina termasuk dosa besar setelah syirik dan pembunuhan, dan termasuk perbuatan jijik yang membinasakan, dan kejahatan yang mematikan. Rasullullah SAW bersabda, “Tidak ada suatu setelah syirik yang lebih besar di sisi Allah daripada setetes air mani yang diletakkan seorang lelaki pada rahim yang tidak dihalakan bagiannya.”

Keharaman zina ditegaskan Allah pada Surat Al-Furqan 68-70. “Dan orang-orang yang tidak menyembah Allah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapatkan (pembalasan) dosa(nya), yakni akan dilipatgandakan adzab untuknya pada hari kiamat. Dan dia akan kekal dalam adzab itu dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh. Maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dalam ayat ini, Allah menyatukan perbuatan zina dengan sirik dan pembunuhan serta menjadikan hukuman semua itu akan kekal dalam adzab yang berlipat-lipat. Selama hamba itu belum membuang penyebab azab itu dengan tobat, iman dan amal shaleh.

Maka Allah telah memberikan panduan agar hambanya bisa selamat pada Surat Al-Mu’minun: 1-6). “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang yang khusuk dalam shalatnya, orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna, dan orang yang menunaikan zakat, dan orang yang menjaga kemaluannya, kecuali pada istri-istrinya, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela.

Maka Ulama LDII KH Aceng Karimullah BE, SE mengajak pada manusia yang mengaku dirinya muslim untuk menuju jalan keselamatan dari perbuatan keji. Dengan menjauhi perbuatan yang dapat menggiring manusia kepada kehancuran dan membawa kita kepada kehinaan. Ingatlah bahwa sebenarnya meninggalkan maksiat lebih ringan daripada melaksanakan taubat dan menunaikan kafarohnya. Dirinya memberikan sepuluh tips menuju jalan keselamatan untuk menghindari zina.

[1] Tidak berdua-duaan (nyepi) antara laki-laki dengan perempuan yang bukan mahrom, baik di rumah, di mobil, di mana saja. Mengikuti Sabda Rasulullah, “Tidaklah seorang laki-laki yang berdua-duaan dengan seorang wanita, kecuali yang ketiganya adalah setan.

[2] Bagi para wanita muslimah, hindarilah Tabarruj (berhias diri) dan Sufur (tidak menutup aurat) ketika keluar rumah, karena itu-menyebabkan fitnah dan menarik perhatian. Rasulullah bersabda, “Ada dua golongan penghuni neraka dan disebutkan salah satu diantaranya- wanita yang berpakaian tapi telanjang dan berjalan miring berlenggak-lenggok. Dan pakaian yang paling dianjurkan adalah abaya yang sederhana (pakaian berwarna hitam yang menutupi seluruh tubuh), menutup kedua tangan dan kaki, serta tidak menggunakan wangi-wangian. Hendaklah mencontoh Ummahatul Mu’minun dan Shahabiyat, bila keluar rumah mereka itu bagaikan burung gagak yang memakai pakaian hitam, tidak sesuatupun dari tubuh mereka yang terlihat.

[3] Hindari membaca majalah-majalah yang merusak dan menonton film-film-yang terdapat adegan porno, karena itu akan membangkitkan nafsu seks dan Anda akan meremehkan perbuatan keji dengan menamakannya sebagai cinta dan persahabatan, dan menampakkan perbuatan zina dengan menamakan hubungan kasih sayang yang matang antara seorang laki-laki dan wanita. Janganlah merusak rumahmu, hatimu dan akalmrnu dengan hubungan-hubungan yang diharamkan.

[4] Allah berfirman, “Dan diantara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu bahan olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan.” (Lukman:6). Maka hindarilah (minimal kurangi) mendengarkan lagu-lagu dan musik, hiasilah pendemgaranmu dengan lantunan ayat-ayat suci Alquran, rutinlah membaca dzikir dan istighfar, perbanyaklah dzikrul maut (mengingat mati) dan Muhasabatun Nafs (evaluasi diri).

[5] Takutlah kepada Yang Maha Tinggi, Maha Kuasa dan Maha Mengetahui apa-apa yang tersembunyi. Ini adalah rasa takut yang paling tinggi yang menjauhkan seseorang dari perbuatan maksiat. Anggaplah bahwa ketika anda tergelincir pada perbuatan zina, maka bagamana jika seandainya hal itu diketahui oleh bapakmu, ibumu, saudara-saudaramu, kerabatmu atau suamimu/istrirmu? Dalam pandangan dan buah bibir mereka ketika Anda meninggal, mereka akan menganggap Anda sebagai seorang pezina, na’udzu billahi min dzalik.

[6] Mencari teman yang shaleh atau sholehah yang selalu siap menolong dan membantu Anda, karena manusia itu lemah sementara setan siap menerkam di mana saja dan kapan saja. Hindarilah teman jelek, karena ia akan datang kepada Anda bagaikan seorang pencuri yang masuk secara sembunyi-sembunyi mencuri kesempatan hingga ia menggelincirkanmu pada sesuatu yang diharamkan.

[7] Perbanyak berdoa, karena Nabi umat ini termasuk orang yang senantiasa membaca doa dan banyak istighfar.

[8] Tidak membiarkan waktu senggang berlalu kecuali dengan membaca Alquran. Berusaha menghafal apa yang mudah dari Alquran. Kalau Anda memiliki semangat yang tinggi, bergabunglah dengan kelompok Tahfidzul Quran. Karena jika diri Anda tidak disibukkan dengan ketaatan dan ibadah, maka Anda akan disibukkan oleh kebathilan.

[9] Ingatlah bahwa Anda akan meninggalkan dunia ini dengan lembaran-lembaran yang Anda tulis sepanjang hari-hari kehidupan Anda. Bila lernbaran-lembaran itu penuh dengan ketaatan dan ibadah, maka bergernbiralah. Dan bila sebaliknya, segeralah bertaubat sebelum meninggal. Karena hari kiamat itu adalah hari penyesalan. Allah berfirman, “Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan.” (Maiyam: 39). Yaitu hari dibukanya segala hal yang tersembunyi) dan lembaran-lembaran yang beterbangan. Hari dimana seorang ibu yang menyusui melupakan anaknya yang sedang ia susui.

[10] Hati-hati menggunakan telepon, jangan sampai menjerumuskan banyak manusia, laki-laki maupun wanita, dalam perbuatan zina. Maka janganlah Anda menjadi salah satu dari mereka yang menjadi korban. Dan ketahuilah bahwa Allah akan memberikan anda jalan keluar, dan keselamatan dari padanya.(*)

Adapun kiat lainnya :

1. Terbuka. Kejujuran adalah kunci untuk menghindari perselingkuhan. Saling membagi perasaan dengan pasangan dan selalu mendukung satu sama lain.
2. Kedekatan. Buat dan pelihara keintiman secara emosi maupun seksual dengan pasangan. Makin dekat Anda, makin kuat pula Anda.
3. Smart. Jangan terjebak pada kepuasan, manusia tidak luput dari godaan.
4. Waspada. Ketika Anda merasa tertarik pada seseorang, segera ambil jarak sebelum muncul perasaan lebih dalam.
5. Jaga sikap. Kalau Anda merasa diri mudah membuat orang tergoda, ingatlah, kalau tidak ingin terbakar, jangan main api.

Dipandang dari sudut agama, maraknya perselingkuhan bisa dianggap sebagai indikasi menipisnya keimanan dan ketaqwaan masyarakat kita yang katanya “masyarakat relegius”. Dizaman globalisasi seperti sekarang ini, memang hal-hal yang bersifat religi sering “terbenamkan” oleh hal-hal duniawi. Semoga tulisan ini bermanfaat buat yang membacanya, Amin.



Salam DJIMODJI

Rabu, 01 Juni 2011

:) Waspada akan Bisikan Ghaib


Banyak orang yang mengaku telah mendapatkan wahyu atau suatu amanah tertentu. Padahal, belum tentu kegaiban yang mereka alami itu sebagai suatu kebenaran. Waspadalah, banyak pembisik gaib yang menyesatkan ummat manusia dari akidahnya…!

Akhir-akhir ini marak sekali bermunculan aliran-aliran yang sifatnya sesat dan menyesatkan. Terjadinya penyimpangan ini sudah barang tentu dipelopori oleh orang-orang yang mengaku telah mendapatkan bisikan gaib, atau semacam wahyu, yang diyakininya dari malaikat Jibril, atau sumber-sumber lain yang sifatnya tak kasat mata. Fenomena inilah yang kemudian diklaim sebagai bentuk pengangkatan atau pentasbihan orang-orang terkait sebagai nabi, ruhul kudus, atau titisan dari tokoh-tokoh tertentu semacam Bung Karno.

Tanpa keimanan, ilmu yang memadai, serta tanpa saringan informasin yang benar, maka orang-orang murtad itu akan dengan mudah menyeret banyak menjadi korban kemurtadan mereka. Orang-orang seperti ini selalu mengaku benar menurut dirinya sendiri tanpa berpikir akibatnya, atau kurangnya berpedoman pada hukum serta ajaran agama. Wabil khusus risalah yang telah dibawa oleh Baginda Rasulullah SAW, yaitu Al-Quran dan Hadits, disamping juga kaidah yang terkandung di dalamnya.Imam Ibnu Atho Illah berkata, “Orang yang paling patut dijauhi adalah mereka yang mengaku dirinya ulama, ahli kitab, ahli dakwah, ahli hukum dan mengaku sebagai pengayom umat, namun ilmu dan pemahaman Islamnya selalu memakai khayali (logika semata), dan bukan berpegang pada hukum kitabullah, maka orang seperti itu lebih sangat ditakutkan daripada Dajjal.”

Lanjutnya pula, “Tidak dibenarkan orang yang mengaku dirinya nabi, (secara keseluruhan ) mengaku sebagai titisan, penyampai wahyu, pemegang hujjah dari para malaikat dan lainnya, kecuali orang orang seperti ini tak lain dan tak bukan adalah generasi penerus Dajjal yang dilaknat.”

Nah, sebagai pemahaman lebih luas, kitab Khomsinal Aqoid menjelaskan secara panjang lebar, di antaranya seputar “kelembutan bujuk rayu setan” sebagai sang pembisik gaib.

Setan adalah mahkluk yang diciptakan oleh Allah SWT sebagai pembawa mudilun atau kerusakan bagi umat manusia. Mereka tercipta dari keturunan api lewat silsilah iblis yang dilaknat. Dengan kelebihannya, setan yang ditangguhkan ajalnya sampai akhir zaman senantiasa banyak membawa kemurtadan bagi umat manusia lewat kelembutan dan bujuk rayunya.

Seperti apakah bujuk rayu yang banyak diterapkan untuk menjebloskan umat manusia itu?
Dalam pembedaran kitab Tibyanil Asmaul Husna diterangkan, bahwasannya bangsa setan seringkali menyesatkan makhluk yang berakal dengan cara pembodohan, yakni lewat media mimpi dan iming-iming amanat yang menggiurkan bagi anak manusia. Sebagai contoh, penjelmaan yang diterapkan dalam makna mimpi yang mengamanatkan pada seseorang menjadi satrio piningit, titisan Bung Karno, pemegang harta karun, dan berbagai gelar dari salah satu tokoh legendaris yang pernah ada di belahan jagat raya. Termasuk juga sebagai nabi atau pengemban amanat wahyu dari Jibril.

Cara tipu daya setan seperti ini memang terbuti sangat jitu mempengaruhu orang-orang yang kurang bisa memahami arti keyakinan dan akidah ketauhidan. Mereka hanya melalap habis segala isyaroh atau mimpi yang diterimanya tanpa terlebih dahulu melakukan penelaahan benar atau tidaknya berdasarkan kaidah ilmu pengetahuan, khususnya risalah keagamaan.

Rupanya, bukan hanya sampai disini para wadyabala setan membisiki dan merayu umat manusia. Mereka juga kerap membikin terlena dengan perangkap halusnya, sehingga jiwa orang-orang yang menjadi sasarannya haus akan kebanggaan semu lewat iming-iming yang menyatakan bahwa, seakan-akan mereka adalah orang yang telah ditunjuk sebagai titisan, pemegang wahyu, pembuka harta gaib, dan lain sebagainya.

Nah, orang-orang yang pikirannya telah dicekoki oleh bangsa setan ini pada akhirnya akan berupaya mengambil suatu peranan penting, yang membawa diri mereka seolah paling sakti dan benar menurut ukutan dirinya sendiri. Pada puncak hayalannya nanti, orang-orang seperti ini akan melahirkan banyak hujjah yang sangat menyimpang dari ajaran yang normative, khususnya yang bersinggungan dengan akidah Islam.

Bila sudah seperti ini kejadiannya, maka segala kewajiban yang menyangkut sanak saudara serta keluarga dari orang-orang tersebut akan ditinggalkan. Lewat jaringan tertentu, nama besar serta kedudukannya akan terus dicari. Berbagai pengikut bodoh akan terus direkrut sebagai tameng dirinya , dan ajaran sesat pun mulai dibuka secara transparans.

Waspadalah! Kita sebagai umat Muhammad SAW jangan sampai terpedaya dengan segala tipu muslihat orang-orang semacam itu, apalagi dijadikan sebagai tameng dirinya. Karena itu, perbanyaklah pengetahuan agama, sehingga dengan keluasan ilmu kita akan banyak membantu diri kita, khususnya dalam memelihara jalan hidup yang benar.

ada hakikatnya ilmu adalah satu, yaitu diciptakan oleh Allah SWT , sebagai wasilah hidup dalam suatu pemahaman. Dan penimbaan ilmu yang bermanfaat, penuh magfiroh, syafakoh dan derajat dunia akherat, patut menjadi tujuan hidup kita selaku ummat yang beragama.

Sebagai bahan perenungan, berikut ini kami nukilkan satu kisah dari Waliyullah Quthbul Ghoist, Syekh Abdul Qodir Al Jailani…:
Kala itu sang Waliyullah baru saja menerima derajat tertinggi sebagai raja Waliyullah sedunia. Ketika Syekh sedang menyendiri dengan kekhusyukannya di salah satu areal gunung Tursina, datanglah kepadanya seorang pemuda tampan rupawan.

“Wahai Waliyulloh agung, saya datang ke sini jauh jauh dari langit, dengan tujuan tiada lain sekedar untuk menyampaikan salam hormat dan amanat dari bangsa malaikat, bahwa dengan derajatmu saat ini sebagai raja wali sedunia, Allah SWT telah memberikan wahyu kepadaku, yang menyatakan, bahwa Allah sangat menyayangimu seperti halnya pada diri Rasulullah SAW. Kini hatimu telah dibersihkan dan segala amalmu telah menjadi bagian surgaNya. Apapun yang kau lakukan Allah SWT akan tetap meridhoimu.”

Mendengar perkataan itu, Syekh lalu menukah, “Wahai iblis yang dilaknat oleh Allah, menyingkirlah dari hadapanku sebelum aku sendiri akan menyiksamu!”

Meski sang tamu sama sekali tidak menyakitinya apalagi sampai berkata kasar, namun inilah kelebihan dari Syekh Abdul Qodir dalam menyikapi pemahaman ilmu bersifat sirri atau rahasia.Diakhir kalimat yang diucapkannya, sang tamu menyatakan, “apapun yang kau lakukan Allah SWT akan tetap meridhoimu.” Hal ini jelas sangat menyimpang dalam ajaran Islam, sebab seolah-olah Syekh Abdul Qodir Al Jaelani ini boleh melakukan apapun yang dikehendakinya walau yang diharamkan sekalipun.

Belajar dari kisah tersebut, maka sudah sepatutnya kita selaku awam menegaskan dalam sanubari kita, bahwa pada dasarnya kita sebagai umat manusia yang ingin tetap berpegang pada pedoman akidah dan agama Islam, tiada lain kita harus terus mempelajari segala ilmu dan makna ibadah. Mengapa? Sebab hanya dengan semua ini kunci dari semua arti hidup dunia akherat akan kita pahami dengan sepenuhnya.

Lantas, bagaimana jika kita mendapatkan suatu alamah baik dari mimpi, dan agar kita bisa paham mana mimpi yang salah dan mana yang benar?

Sesungguhnya asal usul mimpi adalah bagian dari “Ziadatuttaqwa” atau hal yang dapat menambah arti ketakwaan kepada Allah SWT, baik mimpi itu yang bersifat benar maupun yang menyesatkan. Seperti contoh, apabila di sela tidur kita bermimpi baik, maka langkah yang harus kita perbuat adalah wajib menambah rasa syukur kepada Allah SWT.

Demikian sebaliknya. Bila kita mendapatkan mimpi buruk, maka langkah kita pun harus disesuaikan, yaitu memohon terus menerus kepada Allah, untuk selalu dijauhi dari segala marabahaya dan cobaan yang memberatkan.

Sementara, untuk mimpi yang mempunyai amanat gaib atau dapat diartikan sebagai ilham, semisal mimpi diberikan amanat beragam mustika, titel, nama besar, harta karun dan lain sebagainya, mimpi semacam ini jawabanya terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Apabila setelah bangun, apa yang dimimpikan tadi tidak nyata atau tidak ada wujudnya, maka wajib jangan dipercaya.
2. Apabila setelah bangun ternyata benda yang dimimpikan tadi berwujud nyata, maka hal semacam ini mempunyai dua jawaban yang harus ditelaah secara matang, yakni:

- Dengan tolak ukur
Pemahaman disini berkaitan dengan intropeksi diri, seperti sudahkah tirakat kita sepadan dengan apa yang dimimpikan tadi, sehingga mimpi tersebut menjadi nyata, ataukah hanya sekedar permainan jin kafir yang akan menjadikan hati kita berubah dari keyakinan dan keimanan kita.

- Dengan pengimbangan rasa
Bahwa segala sesuatu yang wujud maupun tak kasat mata, pada intinya hanya sekedar wasilah yang pada akhirnaya akan dikembalikan lagi kepada Allah SWT. Nah,cara seperti ini yang dianggap paling benar menurut ahli sufi.
Sedangkan versi lain tentang pemahaman menyibak arti mimpi sebagai sebuah bentuk “amanat gaib”, khususnya ahli fikih banyak yang mengikuti tata cara yang diambil dari riwayat Nabiyulloh Ibrahim AS, yaitu disaat beliau mendapatkan mimpi yang menyuruhnya untuk menyembelih anaknya, Nabiyullah Ismail AS.

Pertama kali mimpi itu datang, Ibrahim tidak langsung mempercainya, karena menurutnya hal semacam ini sangat melanggar hukum agama dan hukum qisos. Namun, setelah beliau menerima mimpi yang sama sampai tiga kali berturut-turut, maka Ibrahim pun langsung berujar dengan nada yang sangat tegas, “Wahai Dzat yang menciptakan, sesungguhnya mimpiku bukanlah sekedar kembang tidur, tapi mimpiku ini adalah wahyu-Mu yang kau turunkan langsung untuk diriku. Sungguh aku kan patuh menjalankan segala peritahmu, karena tiada satupun dari hambaMu yang mampu menciptakan mimpi yang sama sebanyak tiga kali berturut turut, kecuali hanya diriMu sebagai Dzat Pencipta Alam Semesta”.

Al hasil, Allah SWE yang sebenarnya hanya menguji keimanan dari hamba pilihanNya ini membawa suatu pelajaran yang sangat berharga bagi seluruh umat manusia dan wajib kita jadikan pedoman sebagai dasar hidup yang benar. Bahwa, segala bentuk mimpi, apalagi yang biri pesan tentang kegaiban, akan menjadi nyata dan boleh kita percayai, apabila mimpi ini selalu berulang sebanyak tiga kali dengan alur kisah yang sama.

Karena itulah, bila kita bermimpi cuma sekali, baik yang bersifat amanat maupun yang lainnya, maka jangan sesekali kita langsung mempercai mimpi tersebut, sebab mimpi seperti ini 90 persen sekedar kembang tidur yang sama sekali tidak mempunyai arti atau kemanfaatan.

Semoga dengan kajian ini akan membawa manfaat, wabil khusus kepada mereka suka dengan takwil mimpi. Semoga kita semua menjadi orang yang senantiasa berhati-hati.


Semoga Bermanfaat
Salam DJIMODJI

Alternatif: MERAGA SUKMA DENGAN AMALAN SURAH AL-KAHFI


Jika ingin bertemu dengan ruh diri sendiri atau ruh orang lain, maka bacalah 4 ayat terakhir dari surah Al-Kahfi. Kiranya, penjelasan yang sepertinya naïf ini bukanlah isapan jempol semata….

Al-Qur’an adalah kitab suci ummat Islam yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW lewat perantara Malaikat Jibril as. Kitab ini terdiri dari 30 juz, 114 surah, yang isi kandungannya menyelimuti seluruh aspek kehidupan dunia dan akhirat. Ada masalah Tauhid, hukum, ilmu pengetahuan, juga kisah para anbiya dan mursalin atau kisah orang-orang shaleh yang begitu gigih dan berani berkorban demi mempertahankan iman kepada Allah SWT. Salah satunya adala kisah para pemuda beriman kepada Allah pengikut Nabi Isa as, di masa pemerintahan raja Dikyanus (Dicius). Merekalah yang disebut sebagai Ashabul Kahfi. Kisah tentang mereka terdapat dalam Surah Al-Kahfi.
Selain kisah para Ashbul Kahfi, di dalam surah ini juga diceritakan tentang Nabi Musa as yang disertai salah seorang muridnya mencari Nabi Khidir as dipertemuan dua arus laut untuk belajar ilmu gaib, namun sayang Nabi Musa tidak sabar sehingga tidak bisa menimba ilmu tersebut. Menurut para ahli ilmu hikmah, jika seseorang membaca surah Al-Kahfi pada malam Jum’at satu kali, maka akan diampuni oleh Allah dosanya selama satu minggu sebelumnya, dan satu minggu sesudahnya.
Sedangkan ahli hikmah lainnya mengatakan, jika ingin bertemu dengan ruh diri sendiri atau ruh orang lain, maka bacalah 4 ayat terakhir dari surah Al-Kahfi. Kiranya, penjelasan yang sepertinya naïf ini bukanlah isapan jempil semata. Saya adalah seorang saksi yang telah membuktikan kebenarannya.
Kejadian ini saya alami sekitar tahun 1999. Ketika saya membuka2 hazanah perpustakaan tentang kanuragan dan saya menemukan salah satu kitab ilmu hikmah yang saya baca dan amalkan adalah Kitab Mujarabat. Saya pernah mengamalkan membaca surah Al-Ikhlas disertai puasa mutih agar bisa bertemu dengan khodamnya yang bernama Syekh Abdul Wahid, namun saya tidak berhasil untuk bertemu dengan khodam tersebut.
Kemudian saya coba mengamalkan 4 ayat terakhir surah Al-Kahfi sebanyak 160 kali. Apa yang terjadi?
Menurut petunjuk kitab Mujarabat tersebut, jika Anda ingin bertemu dengan ruh diri Anda sendiri, atau ruh orang lain, maka bacalah 4 ayat terakhir surat Al-Kahfi sebanyak 160x. Diceritakan bahwa amalan ini pernah diamalkan oleh seseorang di dalam penjara di zaman Belanda.
Pada waktu tengah malam, orang tersebut didatangi oleh ruh dirinya sendiri yang mengatakan bahwa dia sebentar lagi akan dibebaskan dari penjara. Tidak lama kemudian, orang tersebut benar-benar dibebaskan dari penjara.
Cerita tersebut, sangat menarik minat saya untuk mengamalkan 4 ayat terakhir surah Al-Kahfi. Kemudian saya mempersiapkan segala kebutuhan yang dibutuhkan. Seperti menyediakan hio cap buah Tao, serta puasa hari kamis. Malam Jum’atnya, barulah saya membaca amalan tersebut di atas susuai dengan petunjuk yang ada dalam Mujarobat.
Ternyata, butuh waktu berjam-jam untuk menyelesaikan amalan tersebut. Namun, Alhamdulillah, saya berhasil menyelesaikannya dengan baik. Setelah itu, saya membakar hio kemudian berbaring di atas dipan. Posisi tubuh telentang dengan kedua tangan disedekapkan di dada seperti orang shalat sambil berdzikir.
Sebenarnya, tuntunan dzikir seperti ini tidak ada didalam kitab tersebut. Hal ini saya lakukan atas inisiatif sendiri.
Ketika berdzikir “Khafi Allah…Allah,” saya merasakan suatu kenikmatan yang luar biasa sampai suatu ketika, saya dikejutkan oleh kehadiran anak-anak kecil berusia lima tahunan. Mereka melempari tubuh saya dengan bola-bola tenis.
Saya jadi terusik dengan kehadiran mereka. Kemudian saya bangun untuk mengusir mereka. Namun apa yang terjadi? Ketika saya bangkit, ternyata saya dapat meninggalkan tubuh sendiri yang telentang di atas dipan. Anehnya, hal yang musykil ini tidak sempat saya pikirkan. Saya malah langsung mengusir anak-anak tersebut hingga akhirnya mereka menghilang. Setelah itu, saya terjalan kembali lagi ke tubuh semula yang masih terbaring di atas dipan.
Setelah sadar dengan pengalaman tersebut, saya bertambah yakin dengan kebenaran petunjuk di dalam kitab. Karena itulah, pengalaman pertama melihat ruh diri sendiri di malam Jum’at tersebut, membuat saya ingin mengulanginya kembali.
Sama seperti malam Jum’at sebelumnya, kali ini pun saya melakukan prosesi yang serupa. Hingga sampailah ketika saya sedang asyik dengan dzikiran, tiba-tiba saya dikagetkan dengan kemunculan orang-orang tinggi besar.
Ya, tinggi badan orang-orang itu dari lantai sampai flafon. Tubuhnya yang tinggi besar ditumbuhi oleh bulu-bulu hitam pekat. Tubuh mereka juga hanya dibungkus dengan cawat putih, dengan mata sebesar bola pingpong berwarna merah.
Mereka melempari saya dengan obor-obor yang menyala. Dalam hati saya berpikir, “Pasti mereka adalah orang tua dari anak-anak yang malam Jum’at sebelumnya menggangguku. Tentu orang tua mereka menuntut balas padaku!”
Tanpa rasa takut walau sedikitpun, saya bangkit dari tidur. Aneh, sama seperti kejadian sebelumnya, tubuh saya ketinggalan di atas dipan. Namun saya tidak menghiraukan hal tersebut. Dengan gigih saya membalas serangan mereka dengan menangkap lemparan obor-obor mereka. Setelah berhasil saya tangkap, kemudian saya lempar lagi ke arah mereka.
Namun mereka begitu tangguh. Buktinya, mereka selalu bisa menghindari lemparan saya. Hingga, pada lemparan terakhir, saya membaca ayat Qursyi. Kemudian melempar obor api itu dengan sekuat tenaga. Akhirnya, terdengar lengkingan panjang. Merekapun menghilang.
Begitulah yang saya alami. Subhanallah!
Setelah mengalami dua kali kejadian tersebut, maka pada malam Jum’at berikutnya, saya mengulang lagi amalan tersebut diatas. Namun kejadian kali ini sungguh luar biasa bagi saya yang waktu itu belum pernah berguru pada seseorang, sehingga tidak mengerti kejadian apa yang sedang saya alami.
Pada malam kejadian tersebut, saya merasakan tubuh saya dapat naik dan berputar-putar seperti spirial. Pertama menembus atap rumah. Saya tentu kaget bukan kepalang. Terlebih saat menengok ke bawah, maka saya dapat melihat tubuh sendiri yang masih telentang dengan posisi tangan bersedekap seperti orang shalat.
Tubuh saya terus naik dengan kecepatan yang tinggi. Tetapi di saat yang sama ada kenikmatan luar biasa yang belum pernah saya rasakan seumur hidup. Dalam kenikmatan tersebut, saya sempat melewati bintang-bintang dengan aneka warna yang sangat indah. Setelah itu, barulah saya ingat akan tubuhku yang masih tertinggal di bumi, tepatnya di atas dipan.
Lalu membatin, “Pastilah saya sedang dalam perjalanan menuju ke alam kematian. Alangkah enaknya jika saya mati seperti ini. Karena menurut cerita, kalau orang mau mati, sakitnya luar biasa sewaktu ruhnya mau keluar dari raga. Tetapi yang saya rasakan adalah sebaliknya, kenikmatan yang luar biasa.”
Dalam perjalanan melewati bintang-bintang kali ini, saya teringat kedua orangtua. Mereka mengharapkan saya bisa menjadi sarjana. Tidak sebagaimana saudara-saudara saya yang kuliahnya berhenti di tengah jalan. “Lantas, kalau aku mati, pupuslah harapan mereka!” Batin saya. Karena itulah dalam seketika muncul keinginan tidak mau mati saat itu. Ya, saya ingin kembali ke dunia!
Seketika, saya terhempas ke bumi. Tubuh ini sampai terlonjak. Saya pun lalu menangis tanpa tahu sebabnya. Untuk meredam tangis agar tidak didengar oleh para tetangga, maka saya pun menutup mulut dengan bantal.
Sejak kejadian tersebut, saya tidak berani lagi mengamalkan 4 ayat terakhir surah Al-Kahfi tersebut. Mengapa? Sebab saya sangat takut tidak bisa kembali lagi dan mati, untuk kemudian dikubur. Padahal bisa jadi, saat itu saya belum semestinya mati.
Beberapa tahun kemudian, saya sempat bertemu dengan seorang yang ahli dalam ilmu Hikmah. Dan beliau menjelaskan bahwa sebenarnya kejadian yang saya alami itu bukan menuju alam kematian, tetapi menuju suatu tempat dimana di tempat tersebut saya akan diajarkan ilmu laduni.
Sedangkan guru spiritual saya mengatakan, bahwa orang yang mengamalkan 4 ayat terakhir surah Al-Kahfi, ruhnya akan menjadi ringan. Tapi orang yang mengamalkan 4 ayat itu, sebelumnya harus mempunyai pagaran badan yang kuat agar tidak diganggu makhluk gaib sewaktu ruh atau sukmanya meninggalkan badan.
Oleh guru spiritual ini, saya diminta untuk tidak melakukan meraga sukma untuk beberapa waktu. Saya diberi amalan untuk membuat pagaran badan agar kalau sedang meraga sukma tidak akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Amalan untuk pagaran badan ini berupa puasa selama 7 hari, serta wirid selama 7 malam berturut-turut.
Ahamdulillah, setelah selesai menjalani ritual pagaran badan, saya diajak meraga sukma oleh guru. Setelah itu saya dengan mudah melakukan meraga sukma berkat mengamalkan 4 ayat terakhir surah Al-Kahfi.
Demikian pengalaman sejati yang telah saya lakoni sendiri. Semoga ada hikmahnya. Pesan saya, jangan sekali-kali mendalami ilmu gaib tanpa bimbingan seorang guru, sebab bisa fatal akibatnya.




Semoga Bermanfaat
Salam DJIMODJI

Salahsatu RAHASIA MERAGA SUKMA


Banyak orang yang ingin mengusai Ilmu Meraga Sukma. Bagaimanakah rahasia yang sebenarnya? Benarkah Meraga Sukma hanya bisa dilakukan dengan metode tirakat atau dengan meminta bantuan jin…?

Anda mungkin pernah mendengar cerita seseorang berilmu tinggi, yang mampu mengunjungi familinya hanya dengan berkonsentrasi. Atau, Anda mungkin pernah menonton film yang berkisah tentang seorang pendekar yang bertarung dari jarak jauh dengan “tubuh halus”-nya dengan pendekar yang menjadi lawannya. Hal semacam itu merupakan ciri dari seorang yang memiliki Ilmu Meraga Sukma, yang memang dapat dipergunakan untuk melepas sukmanya tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Ilmu Meraga Sukma, atau banyak juga orang mengiistilahkanya sebagai Proyeksi Astral, Lepas Sukma, Pangaracutan, Proyeksi Mental, Out of Body Experience, bahkan Astral Projection, adalah suatu proses pelepasan sukma dari raga untuk melakukan perjalanan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Proses ini bila sempurna maka semua rasa panca indera pelakunya dibawa keluar, sehingga sukmanya mampu mendengar, merasakan, melihat dan meraba lingkungan sekitarnya dengan sukma itu sendiri secara nyata.

Apakah meraga sukma diperbolehkan dalam syariat Islam? Marilah kita baca firman Allah SWT ini, “Seluruh jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya, melainkan dengan kekuatan.” (QS. Ar Rahman:33).

Penjelasannya bahwa Allah Azza Wa Jalla telah memberikan suatu fasilitas dalam tubuh manusia untuk melakukan perjalanan ke penjuru langit dan bumi secara fisik (teknologi: ilmu pengetahuan) dan non fisik (energi: sukma) jika memang manusia itu memiliki kekuatan atau kemampuan.

Perlu diketahui, proses meraga sukma sesunggunya tidak melepas roh, tetapi hanya memproyeksikan energi pikiran yang disebut sukma. Kalau kita melepas roh bisa menyebabkan kematian. Sebab itu orang yang meraga sukma bisa menarik kembali energi pikiran yang melanglang buana sehingga dapat hidup kembali. Energi pikiran atau sukma ini secara otomatis akan kembali ke raga dalam kondisi tertentu, misalnya saja karena kaget, tertindih energi lain, dan sebagainya.

Sukma atau jiwa adalah kemampuan manusia yang bersifat kasat mata, gaib, atau metafisika. Sedangkan sukma atau jiwa ini sangatlah kompleks yang terdiri dari beberapa sub-sub penyusun.

Salah satu dari sub-sub tersebut adalah kemampuan Bawah Sadar atau orang ada yang menyebutnya ESP (Extra Sensory Perception), atau juga disebut Indera Keenam. Kemampuan Bawah Sadar inipun sebenernya kompleks juga. Hanya yang pasti, kesemuanya ini jelas merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap manusia, sejak dia lahir dengan sifatnya yang khas.

Sifat khas dari kemampuan Indera Keenam ini adalah kemampuan sensoriknya yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan sifat uniknya ini maka Indera Keenam mampu melakukan aktivitas “antar dimensi” atau Transdimensi.

Juga mungkin difahami secara sederhana, apa yang disebut sukma atau jiwa ini dapat dianalogikan sebagai perangkat lunak (software) pada komputer. Kita tahu bahwa software sendiri terbagi dalam beberapa klasifikasi sesuai kebutuhan penggunanya.

Jika dalam software komputer dikenal yang namanya Operating System sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas komputer maka, dalam jiwa atau sukma kita pun ada komponen yang berfungsi sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas hidup kita yang dalam bahasa Qur’an disebut sebagai QALBU

Jadi sebenarnya kegiatan melepas sukma bukan membuat tubuh kita menjadi kosong tanpa ada roh yang mengisinya. Mengapa? Karena sebenarnya kita bukan “MELEPASKAN” sukma tapi mendayagunakan kemampuan Extra Sensorik kita untuk melakukan penjelajahan antar dimensi

Proses melepas sukma hanya memanfaatkan kemanpuan otak yang kompleks. Tidak seperti yang diperkirakan orang yang menyangka melepas sukma adalah berupa sinar dan saudara empat lima pancer. Hal ini jauh dari kenyataan yang sesungguhnya.

Otak manusia adalah suatu organ tubuh yang sangat luar biasa dan teramat kompleks. Seperti kita ketahui otak manusia terbagi-bagi menjadi banyak sekali bagian yang masing-masing mengatur suatu fungsi sistem tubuh manusia, seperti ada yang khusus mengatur syaraf sensorik, lalu ada yang mengatur khusus untuk syaraf motorik, dan lain-lain. Dan salah satu fungsi penting di dalam otak, ada suatu bagian otak yang mempunyai tugas sebagai “pengawas”, yaitu mengawasi seluruh kerja tubuh kita sehingga berjalan dengan semestinya. Nah, bagian otak ini terus-menerus bekerja walau kita tertidur pulas. Buktinya adalah walau kita tidur pulas sekali, bagian tubuh seperti jantung terus memompa darah dari dan ke seluruh tubuh, atau paru-paru yang terus menghisap oksigen dan melepas CO2, dan lain-lain. Tanpa bagian otak ini tubuh kita akan tidak dapat berfungsi ketika kita tidur sehingga akibatnya kita bisa mati, karena kegagalan fungsi tubuh.

Salah satu bagian otak yang penting lainnya adalah suatu bagian otak yang bertugas untuk menganalisis setiap pesan sensorik yang diterima tubuh lalu dikirim dalam bentuk neurotransmitter ke otak, seperti dari mata, sehingga kita bisa melihat, dari kulit sehingga kita bisa merasai sakit ketika kita tertusuk duri, dari telinga sehingga kita bisa mendengar, dan lain sebagainya. Bagian otak ini sangat penting bagi manusia karena jika bagian otak ini tidak berfungsi dengan baik maka kita tidak akan bisa melihat, mendengar, merasakan, membaui, dan lain-lain. Walaupun mata, telinga, kulit, dan hidung kita normal tidak ada yang rusak sama sekali, namun jika bagian otak tadi rusak maka tidak akan ada artinya sama sekali.

Jika kita bisa memfungsikan dua bagian otak di atas secara maksimal, maka kita akan bisa melepas sukma. Caranya adalah kita harus bisa membuat kesadaran otak kita tetap terjaga, walau tubuh kita tertidur pulas sekali. Dengan menjaga kesadaran otak yang penuh ketika kita tidur, maka ketika kita tidak lagi merasakan tubuh (tidak bisa menggerakkan/ merasakan tubuh kita sama sekali tapi kita masih sadar sepenuhnya), maka pikiran kita ini bisa “melayang-layang” kemana-mana, pergi ke manapun yang kita mau dengan bebas seakan-akan kita sudah bangun.

Suatu hal penting yang perlu ditegaskan adalah kemampuan melepas sukma ini adalah murni kemampuan memanipulasikan kemampuan otak, bukan roh. Jadi kalau kita mengganggap melepas sukma adalah melepas nyawa atau roh, hal ini jelas sama tidak benar. Buktinya adalah kita masih bisa bebas balik lagi ke tubuh wadag kita, tanpa ada hal-hal yang aneh. Bayangkan, kalau roh tentu kita tidak bisa balik lagi ke tubuh wadagnya, kecuali atas izin Allah SWT dalam kasus yang yang spesifik dan langka sifatnya.

Orang yang ingin melepas sukma harus memiliki energi tubuh yang cukup besar supaya mampu melontarkan sukma ke luar raga, dan dipergunaskan untuk proses perjalanan luar tubuh. Orang itu harus mengetahui teknik melepas sukma untuk dilatih dengan disilpin dan kontinyu.

Seorang teman Misteri pernah mengajarkan sebuah buku petunjuk latihan metoda Chikung yang berisi berbagai teknik latihan indra ke-6 dengan pernafasan murni. Salah satunya metoda melepas sukma dengan metoda rileks, dibarengi pernafasan tertentu untuk melepaskan sukma yang dinamakan Meditasi Levitasi Pikiran. Metoda ini sangat aman dan efektif untuk dilakukan pemula. Berikut caranya:

1. Anda berbaring di lantai dengan nyaman. Tangan diletakkan di samping tubuh dengan jempol dan telunjuk saling bersentuhan. Pejamkan mata dan taruh lidah di langit-langit.

2. Anda lakukan menarik nafas dari hidung dan mengeluarkannya dari mulut dengan aturan nafas:

- Ambil nafas dan keluarkan nafas 50% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semua.

- Ambil nafas dan keluarkan nafas 90% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.

- Ambil nafas dan keluarkan nafas 1% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.

- Ambil nafas dan keluarkan 100% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuannya.

- Ambil nafas dan keluarkan 30% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuanya.

- Ambil nafas dan keluarkan 20% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semuanya.

3. Anda bernafaslah alami selama 5 menit dan akhiri dengan meditasi.

4. Anda membuka mata dan niatkan untuk meraga sukma. Setelah itu biarkan tubuh Anda rilaks dan tetap berbaring sambil tidur-tiduran sampai Anda memasuki kondisi sangat relaks atau setengah tidur. Sebab pada saat itu Anda mengalami sensasi seperti berputar atau gerakan energi dari dalam tubuh yang ingin keluar. Apabila tubuh Anda menjadi dua maka Anda tinggal mengendalikan “tubuh halus” alias sukma untuk berjalan-jalan.

Teknik meraga sukma metoda Meditasi Levitasi Pikiran Chi Kung ini sangat aman dan efektif. Anda yang melakukan tahapan latihan dengan benar manpu melepas sukma hanya beberapa kali latihan saja. Apabila Anda ingin mengembalikan “badan halus” alias sukma hanya tinggal meniatkan menarik sukma masuk tubuh dan membuka mata Anda.

Sesungguhnya, apa yang disebut sebagai Ilmu Meraga Sukma hanya memanfaatkan pontesi otak untuk menproyeksikan dan melevitasikan pikiran untuk keluar tubuh. Prosesnya membutuhkan bantuan energi tubuh besar yang bisa dirangsang dengan motada pernafasan tertentu.

Perlu dikatahui, dalam penguasaan melepas sukma ini banyak sekali orang yang memakai metoda tirakat yang biasanya meminta bantuan jin. Metoda bantuan jin ini jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan secara syariat Islam karena kita telah berkolaborasi dengan jin yang dilarang Allah untuk berhubungan dengan jin (Baca QS. Al-Jin:9).

Selain itu, metoda tirakat kolaborasi dengan jin jelas sekali memiliki efek-efek negatif secara medis. Sebagai contoh, si jin hanya membantu menproyeksikan dan melevitasikan pikiran keluar tubuh dengan merekayasa sistem syaraf otak kita, sehingga potensial bisa mengganggu sistem syaraf kita jika saja kita tidak kuat dan sungguh-sungguh telah siap.

Metoda teraman dan terefektik adalah dengan memanfaat pontesi tubuh manusia sendiri, yakni hanya dengan meningkatkan kapasitas energi tubuh supaya mampu menlontarkan sukma keluar tubuh, dan melakukan proses perjalanan luar tubuh. Tentunya membutuhkan latihan yang intensif dengan jangka waktu tertentu.



Semoga Bermanfaat
Salam DJIMODJI

Selasa, 17 Mei 2011

Membahagiakan Pasangan


MENIKAH, memiliki anak dan hidup berbahagia selamanya adalah impian semua orang. Hanya saja untuk meraih semua itu tidaklah mudah. Anda perlu membangun pondasi dan komitmen yang kuat tentang ikatan perkawinan yang dibangun. Cinta yang abadi tidak serta merta datang begitu saja, begitu juga kesetiaan.

Karenanya, Anda tidak ada salahnya belajar dari orang sekitar yang dianggap bisa jadi contoh. Upayakan memelihara kemesraan seperti pada saat masih pacaran. Kebiasaan kecil ketika masih pacaran tidak ada salahnya diteruskan dalam kehidupan pernikahan. Misal, ketika isteri ulang tahun, tak ada salahnya Anda memberikan kejutan. Atau ketika hari pernikahan, atau momen tertentu yang Anda anggap punya kesan tersendiri dalam perjalanan romantisme dengan pasangan.

Satu hal yang selalu ditekankan bahwa jangan membesar-besarkan hal kecil menjadi besar. Jika hanya persoalan sendok yang hilang, atau sabun yang setiap hari habis, jangan menjadi pemicu pertengkaran. Sebab jika itu berlangsung terus menerus, akan menjadi momok yang dapat menghancurkan rumah tangga.

Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk meraih kebahagiaan keluarga:

1.Jangan marah bersamaan, jika isteri marah, sebaiknya suami jangan ikut marah. Artinya,
ketika salah satu pasangan sedang melampiaskan kekesalannya karena sesuatu hal maka
pasangan yang lain harus mencoba tenang dan mengendalikan diri untuk tidak ikut marah.
Karena komentar apapun yang keluar, biasanya justru akan makin memperparah keadaan.
2.Jangan berteriak kepada suami atau isteri, kecuali rumah kebakaran atau ada maling.
Biasakan berkata lemah lembut kepada pasangan. Ketika meminta sesuatu, jangan terkesan
memerintah yang bisa membuat pasangan tersinggung.
3.Jika harus menang dalam adu pendapat, biarkan pasangan yang menang. Tak perlu berdebat
kencang.
4.Bila harus mengeritik, kritiklah dengan lembut dan penuh kasih sayang.
5.Jangan mengungkit kesalahan masa lalu.
6.Jangan terlalu memperhatikan kejadian di sekitar, berikan perhatian lebih kepada pasangan.
7.Jangan tidur dengan diliputi masalah suami-isteri yang belum tuntas.
8.Paling tidak, sekali sehari ucapkan sesuatu yang menyenangkan pasangan.
9.Jika berbuat salah, segera mintalah maaf kepada pasangan.
10.Hindari pertengkaran atau cekcok. Usahakan jangan terlalu cerewet kepada pasangan.




Semoga Bermanfaat
Salam DJIMODJI

Rabu, 22 September 2010

Tempramen


4 tipe temperamen orang

1. Tipe sanguin
2. Tipe melankolik
3. Tipe kolerik
4. Tipe flegmatik

Temperamen ialah sifat batin yang mempengaruhi pikiran, perbuatan dan perasaan seseorang.
Nafsu yang berada di dalam diri seseorang, dipengaruhi oleh lingkungan kehidupan serta budaya.
Selanjutnya nafsu ini akan membentuk temperamen seseorang.
Secara garis besar, temperamen manusia diklasifikasikan menjadi empat tipe.
Masing-masing tipe memiliki segi positif dan segi negatif.
Untuk menunjuk/memilih seseorang melaksanakan suatu tugas, pekerjaan ataupun sebagai pasangan hidup, tipe temperamen orang yang akan dipilih perlu dipelajari secara saksama, supaya tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Macam temperamen empat jenis
Meskipun berbeda hakekatnya satu
Laksana bujang dengan gadis
Keempatnya sama, tunggal ibu

Tipe manusia beragam-ragam
Berbeda suku, berlainan temperamen
Bukan alasan tuk saling kecam
Bawaan sejak kecil, sifatnya permanen

Tipe sanguin,
orang periang
Cocok bekerja di dunia hiburan
Tugas kantoran dia tak senang
Karena mengolah banyak pikiran

Bagi yang bekerja di dunia hiburan
Iman di hati harus kuat
Gunakan akal serta pikiran
Supaya keluarga tidak kiamat

Lawan sanguin,
tipe melankolik
Selalu skeptis, terus berfikir
Ketika bicara sering mengkritik
Cocoknya ilmuwan ahli tafsir

Para ilmuwan orang terhormat
Banyak ide yang ditulis
Ajaklah selalu saat bermufakat
Supaya lengkap nan empat jenis

Tipe kolerik,
orang bersemangat
Berbakat memimpin, ingin menguasai
Selalu terobsesi menjadi hebat
Itu tak salah, asal sesuai

Pekerjaan menguasai sifatnya Tuhan
Sebelum diambil agar dipikir
Manusia memiliki beragam kelemahan
Sadarkan diri dengan berzikir

Mengingat Allah bila dilupakan
Ditambah diri tak tahu nan Empat
Jadi pemimpin hanya untuk cari makan
Alamat tubuh pasti dihujat

Tipe flegmatik,
sikapnya lentur
Agak penakut, bersikap praktis
Semua orang dia akur
Saat berbicara selalu diplomatis

Putih kapas dapat dilihat
Putih hati dilingkungi keadaan
Kerja diplomat banyak muslihat
Pantang bicara saling berbantahan

10 HAL PERAWATAN KULIT


Sepuluh hal yang harus diperhatikan dalam merawat penyakit kulit:

1. TIDAK SEMUA PENYAKIT KULIT DIOBATI DENGAN SALEP YANG SAMA
Ada beragam penyakit kulit dengan beragam penyebab. Ada yang disebabkan faktor luar, seperti luka. Luka kulit pun berjenis-jenis. Ada luka lecet, luka serut, luka belah, luka lubang, dan luka patah tulang. Perawatan luka perlu penanganan khusus. Luka dangkal dapat ditangani sendiri, sementara luka dalam butuh jahitan dan perawatan khusus.
Bagaimana luka dirawat juga sering bermasalah. Yang pertama-tama perlu dilakukan, lakukan perawatan luka secara benar saat awal luka terjadi. Bersihkan luka dari segala jenis kotoran maupun kulit yang terkelupas atau terkoyak. Jika luka kotor, bersihkan dengan sabun lunak (soda rendah) dan bilas dengan air mengalir. Setelah bersih, bubuhi antisepsis (penyuci hama), sekurang-kurangnya alkohol 70 persen (bukan 96 persen), lalu tutup. Jangan terlalu rapat, berikan celah agar udara masih bisa mengalir memapari luka.
Jika luka cukup dalam, setelah dibersihkan, luka dibasuh dengan cairan peroksida (bisa dibeli bebas di apotek). Tujuannya untuk meniadakan kalau-kalau ada kuman tetanus yang sudah telanjur ikut memasuki luka. Cairan yang berbusa ini membentuk zat asam di dalam luka, suasana yang tidak disukai kuman tetanus.
Luka yang tak memerlukan jahitan ditutup dengan kasa steril setelah dibubuhi antisepsis. Jangan melapisi luka dengan kapas, sebab kapas melekat pada luka, dan jaringan kulit muda yang akan terbentuk bisa lengket ketika kapas diangkat. Akibatnya, luka tak kunjung pulih.
Jika luka sedikit menganga, usahakan merapatkannya agar kedua belahan luka menyatu, sehingga memudahkan penyembuhan. Setelah dibalut, upayakan agar luka tidak tersentuh air mandi atau air apa pun selama beberapa hari. Ganti pembalut luka setiap habis mandi. Bubuhi lagi cairan antisepsis.
Jika luka masih basah dan tampak cairan kuning, kemungkinan luka terinfeksi. Kalau sudah demikian, tak cukup membubuhinya dengan antisepsis. Tambahkan salep atau krim antibiotika. Jika tidak, luka akan berubah menjadi borok. Borok selain menambah lama penyembuhan, luka akan menyisakan bekas atau parut pada kulit.
Luka yang dirawat dengan benar, dalam beberapa hari akan mengering, merapat, tidak basah, tidak meradang dan tak nyeri. Luka yang terganggu penyembuhannya akan tetap basah, bengkak, dan nyeri, tanda luka terinfeksi.
Luka yang ditutup secara ketat dan rapat akan mengganggu proses penyembuhan. Luka akan tetap basah dan jaringan tunas kulit tidak terbentuk, sehingga luka jadi lama mengering. Selain itu, menutupi luka rapat-rapat berisiko tercemar kuman tetanus yang ada di alam bebas. Terlebih luka di tungkai atau kaki. Spora tetanus bertebaran di permukaan tanah, di mana-mana.
Luka kecil dan tidak dalam yang terjadi tidak di tempat yang kotor, tidak memerlukan suntikan tetanus. Hanya luka dalam yang terjadi di jalan atau tanah kotor yang memerlukan suntikan tetanus. Ada dua jenis suntikan, yakni jenis serum dan jenis toksoid. Jika sudah pernah mendapat suntikan tetanus beberapa tahun berselang, cukup diberi serum ATS. Jika belum pernah disuntik tetanus, selain ATS diberikan toksoid tetanus untuk membentuk zat anti-tetanus. Dokter akan mempertimbangkan apa yang perlu dilakukan terhadap suatu luka.
Jika telanjur terinfeksi, luka biasanya menjadi basah berair, bernanah. Sebaiknya tidak ditutup, tidak pula diberikan salep atau krim, melainkan dikompres rivanol (bisa dibeli bebas di apotik) selama beberapa hari. Ganti kompres setiap kali kompres sudah mengering. Salep atau krim antibiotika baru dibubuhkan jika luka sudah kering betul. Luka basah yang diberi salep atau krim akan sukar menyembuh. Begitu juga luka yang sudah kering, tidak boleh dikompres.

2. LUKA BAKAR bukan ODOL atau MENTEGA salepnya
Sering terjadi, luka bakar diolesi odol atau mentega. Luka bakar tak ubahnya luka umumnya, perlu dirawat secara suci hama. Odol dan mentega tidak memberi manfaat, malah bisa buruk akibatnya. Odol atau mentega mungkin tidak suci hama, sehingga kuman masuk ke dalam luka.
Luka bakar ringan (hanya kemerahan kulit tanpa lepuh) cukup diolesi salep livertran (bisa dibeli bebas di apotik), dan tak perlu ditutup. Luka bakar lepuh bergelembung, jangan dipecahkan. Biarkan pecah sendiri. Setelah pecah, lindungi dari paparan air mandi, sebab kulit di dalam masih kulit muda yang mudah ditembus kuman. Perawatan dengan antisepsis tetap perlu selain menambah salep livertran. Sekarang ada salep jenis lain untuk membantu menumbuhkan jaringan kulit baru.
Luka lepuh bergelembung yang luas butuh perawatan rumah sakit. Demikian pula luka bakar berat yang mengelupasi kulit sampai dalam, dan bikin kulit gosong, juga tak dapat dirawat sendiri di rumah.

3. JAHITAN LUKA JANGAN DIBIARKAN TIDAK DIBUKA
Jika luka sampai dijahit, jangan lupa untuk membuka jahitannya. Sering terjadi, pasien tidak kembali ke dokter untuk membuka jahitan. Biasanya jahitan dibuka seminggu kemudian, atau lebih dini jika terjadi infeksi. Luka dijahit bisa saja terinfeksi. Selain bengkak dan nyeri, mungkin ada jahitan yang mengelupas dan lepas. Jika ini terjadi, perlu dirapikan ulang. Jika tidak dikoreksi, luka akan menyisakan bekas yang jelek.
Jahitan luka memang tidak selalu harus dibuka jika memakai cara klem atau jahitan langsung dengan benang usus. Selama memakai benang sutera, jahitan perlu dibuka. Jika tidak dibuka, benang merupakan benda asing sumber infeksi. Bisa jadi, penyembuhan luka tidak berlangsung sempurna dan benangnya akan menyatu terikat oleh jaringan kulit baru. Ini tentu tidak sehat.

4. JANGAN MENGELETI KEROPENG LUKA
Seringkali, keropeng luka yang sudah mengering dan terasa gatal dikeleti. Biarkan kulit kering yang mati bercampur sisa darah dan nanah mengelupas sendiri. Mengeleti keropeng luka berarti membuka lapisan kulit yang masih muda di bawahnya terpapar dunia luar. Kulit muda belum siap terpapar dunia luar, juga belum kuat menghadapi ancaman infeksi. Biarkan secara alami, begitu kulit muda sudah cukup matang, ia akan mendesak keropeng di atasnya untuk terkelupas sendirinya.
Lepasnya keropeng secara tak sengaja (tersenggol) biasanya akan mengeluarkan darah, tanda kulitnya masih rapuh. Dalam keadaan demikian, bubuhi antibiotika untuk melindungi kulit muda agar tak terinfeksi dan terjadi borok baru.

5. KULIT EKSIM TIDAK MEMAKAI SALEP JAMUR
Banyak ragam penyakit kulit. Kelihatannya serupa, namun kenyataannya tidak sama. Eksim misalnya. Eksim kerap disangka jamur. Jika eksim diberi obat jamur tentu tak bakal sembuh. Demikian pula jika jamur kulit diobati obat eksim, sama tak bakal sembuhnya.
Penyakit kulit itu spesifik obatnya. Jika obat tidak tepat, kelainan kulitnya pun jadi kacau dan majemuk. Maka, sembarang dan serampangan asal memakai salep, tidak dianjurkan. Banyak salep kulit dijual, bukan berarti serbaguna buat penyakit atau kelainan kulit apa saja. Jika tak tepat pilihan obatnya, penyakit kulitnya malah bertambah kacau balau. Penyakit kulit yang sudah kacau balau lebih pelik menyembuhkannya.

6. PENYAKIT KULIT BASAH TIDAK DISALEPI DULU
Penyakit kulit yang tidak dirawat secara benar seringkali berkembang menjadi infeksi kulit. Kulit menjadi basah. Kita acap menyebutnya eksim basah. Eksim yang digaruk keras akan menjadi luka dan basah. Dalam keadaan demikian, salep tidak menolong. Penyakit kulit basah harus dilawan dengan basah lagi, yakni mengompresnya. Kompres dibasahi berkala setiap beberapa jam setiap kali kompres mengering. Tujuan kompres adalah menyedot getah yang membasahi. Setelah mengering, baru diberi obat eksim.
Eksim sering sudah tercemar infeksi akibat digaruk, atau bisa juga tercemar jamur. Eksim terinfeksi kuman dan jamur tak sembuh hanya dengan obat eksim, namun perlu ditambah antibiotika dan anti-jamur.

7. JANGAN LANJUTKAN PEMAKAIAN OBAT BILA TAK SEMBUH-SEMBUH
Sewring orang menganggap penyakit kulit umumnya berlangsung lama, sehingga pemakaian obat yang dibeli sendiri tidak dibatasi kendati tidak sembuh. Hentikan obat jika tak menyembuh. Mungkin obatnya tidak tepat. Hal ini sering terjadi pada penyakit kudis.
Kudis sering luput terdiagnosis. Selain terlupakan, gambaran kulit pada kudis tidak begitu tegas. Kelihatan hanya bintik-bintik bentol kecil merah, biasanya di bagian kulit yang tipis dan empuk, seperti di sela jemari tangan, pergelangan tangan, di perut, dan kulit bokong. Macam-macam kudis tak mungkin sembuh kalau tidak memilih obat khusus kudis (antikudis) yang cara pemakaiannya pun khusus.
Kudis menular pada anggota keluarga. Lewat pegangan, jabatan tangan, singgungan kulit, hubungan kelamin, kutu kudis berpindah dari pengidap ke kulit sehat. Kutu kudis bersarang di lapisan kulit, keluar malam hari dan gatalnya minta ampun.

8. REAKSI ALERGI KULIT NDA SELALU MEMERLUKAN SALEP ATAU KRIM
Sering pula kulit mengalami reaksi alergi. Tandanya, yang ringan hanya biduran, gatal-gatal sekujur tubuh. Yang berat, bisa mengelupas, lepuh, dan jika berat sekali muncul gelembung-gelembung cairan sekujur badan.
Obat alergi kulit sama, yaitu antialergi yang diminum. Jika berat, butuh suntikan antihistamin. Kulitnya dibubuhi bedak antigatal. Jika berat dan mengelupas, baru diberikan antihistamin krim atau lotion. Alergi kulit yang hebat dan berbekas terjadi pada alergi terhadap antibiotika golongan sulfa. Orang yang berbakat alergi perlu berhati-hati jika diberi obat golongan sulfa. Gejalanya, bibir terasa tebal, gatal, lalu tumbuh eksim menyerupai tompel di sekitar bibir yang biasanya membekas seumur hidup. Inipun perlu obat antihistamin.

9. AGAR TAK MENYISAKAN BEKAS, LUKA ATAU PENYAKIT KULIT JANGAN SAMPAI TERINFEKSI
Setiap luka atau penyakit kulit mendindikasikan terjadi kerusakan pada permukaan kulit. Tergantung jenis luka dan penyakit kulitnya, lapisan kulit yang terkena bisa dalam, bisa juga dangkal. Semakin dalam kelainan kulit, semakin besar risiko menyisakan bekas setelah menyembuh.
Agar tidak sampai terjadi bekas luka, rawatlah luka dengan benar sejak awal. Jika luka atau penyakit kulit lain sampai terinfeksi akibat jeleknya perawatan luka, tidak bisa tidak, akan membekas. Luka yang membekas sukar dikoreksi dan memerlukan bedah plastik.

10. TIDAK MEMBERITAHU KALAU PUNYA BAKAT KELOID
Ada orang yang berbakat keloid. Artinya, setiap sembuh dari luka, akan terbentuk bentol di sekitar bekas luka semacam daging tumbuh. Secara kosmetis, ini tak sedap dipandang, terlebih jika terjadi di wajah.
Risiko ini bisa dicegah dengan memberikan suntikan khusus selama luka. Termasuk jika hendak dioperasi, dokter perlu diberitahu kalau punya bakat keloid, sehingga pada luka bekas operasi diberikan obat khusus mencegah terbentuknya keloid. Keloid yang sudah terbentuk bisa disuntik berulang kali untuk mengempiskan benjolannya, namun tidak bisa mulus sempurna.


Kebersihan adalah sebahagian daripada Iman
Hidup Bersih dan Sehat bersama DJIMODJI

10 tips agar tetap SEMANGAT


Salam penuh jiwa sukses……….

Tetapalah Berbagi………..

Teruslah berkarya………


Banyak hal positif yang dapat Anda lakukan di tengah kesibukan rutin. Nikmatilah hidup sembari bekerja, niscaya Anda akan tetap mempertahankan semangat dan memiliki kehidupan yang bertenaga


1.Berikanlah Lebih

Jadilah orang yang selalu memberikan ‘lebih’ dalam apa saja yang Anda lakukan. Jadikanlah ‘totalitas’sebagai

gaya hidup Anda karena kebiasaan membentuk karakter. Berilah tanpa mengharap imbalan dan pujian.


2.Kurangi ketegangan

Orang bijak bilang: “Suatu saat nanti kamu akan tertawa jika teringat akan hal ini.” Kurangilah stres dengan berpikir bahwa segala sesuatu dalam hidup Anda pasti akan berjalan lebih baik. Walaupun kondisi pada saat ini tidak mendukung Anda untuk bersemangat. Milikilah kerangka berpikir positif! Lihatlah setiap situasi sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Jangan lupa untuk tetap tertawa.


3.Kuasailah kebiasaan Anda

Kebiasaan dapat membuat Anda menjadi lebih baik atau lebih buruk. Pastikanlah untuk memiliki kebiasaan yang memiliki efek yang baik bagi diri & hidup Anda. Lenyapkanlah kebiasaan buruk yang merugikan.


4.Pilihlah lingkungan anda

Perhatikan, siapa saja orang yang sangat berpengaruh dalam hidup Anda? Kita semua terbentuk oleh lingkungan kita. Setiap orang yang ada di sekeliling kita mempengaruhi kepribadian, kepercayaan, dan nilai-nilai yang kita anut. Jadi, siapa orang terdekat Anda? Pastikan bahwa mereka mendukung Anda untuk maju. Hindari orang yang mengha-langi perkembangan dan mematikan semangat Anda.


5.Luangkan waktu untuk kegiatan yang anda sukai

Seringkali kita berupaya keras untuk berlari mengejar kemajuan dalam kehidupan kita, hingga melupakan hal-hal yang membuat kita bahagia. Jika terlalu tegang, Anda menjadi lelah jiwa raga, dan bosan. Kembalikan semangat Anda dengan meluangkan waktu untuk melakukan hobi Anda. Lakukanlah secara teratur.


6.Pecahkan masalah yang menghimpit anda

Masalah yang belum terpecahkan berpotensi untuk menguras enerji kita. Cari tahu, masalah apa saja yang menghimpit jiwa dan membuat Anda tertekan. Carilah solusi atas masalah Anda. Selesaikanlah urusan yang belum selesai, seperti melunasi hutang, menyelesaikan skripsi atau pekerjaan yang belum beres. Dijamin, Anda akan menjadi lega setiap satu masalah selesai. Bereskan saja semuanya, supaya Anda kembali bersemangat!


7.Fokus!Fokus!Fokus!

Enyahkan kecerobohan dan hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup Anda dengan fokus pada apa saja yang sedang Anda lakukan saat ini. Kembangkanlah kebiasaan untuk melakukan satu saja pekerjaan. Fokuslah pada hal itu hingga pekerjaan itu selesai. Berilah perhatian pada detail untuk meraih kesempurnaan.


8.Sisihkan Waktu untuk Menyusun hidup anda

Kebanyakan orang menyerah pada keadaan dan tidak memperjuangkan hidup mereka. Akibatnya hidup mereka menjadi tak menentu dan tanpa arah serta tujuan. Hindarilah hal ini dengan mengetahui apa yang Anda inginkan. Ketahuilah impian Anda. Anda ingin menjadi apa? Kehidupan seperti apa yang Anda dambakan? Apa sumbangsih Anda bagi manusia dan dunia? Jadilah orang yang proaktif dengan berusaha menata diri dan hidup Anda ke arah yang lebih baik. Susunlah rencana dan berjuanglah!


9.Menjaga Kesehatan jiwaraga

Makanlah makanan yang bergizi, jangan hanya asal kenyang. Miliki tidur yang berkualitas. Berolahragalah secara teratur. Lakukan segala upaya untuk menunjang raga kita tetap sehat. Karena kesehatan tubuh berpengaruh pada kesegaran mental. Usahakan untuk berada dalam lingkungan yang ‘sehat’, hindari lingkungan yang penuh tekanan, carilah kehidupan yang lebih baik. Berbagilah bersama sahabat. Jangan lupa bahwa Tuhan itu ada, berserah & berdoalah!


10.Berinvestasi pada otak & fikiran anda

Pikiran Anda adalah komputer yang tercanggih di dunia! Up grade yourself! Maka, jangan pernah berhenti belajar dan mengembangkan bakat Anda. Jangan malas mempelajari keahlian baru yang akan meningkatkan kesehatan, kekuatan mental, dan performa kerja kita. Jangan takut mencoba pengalaman baru. Hal baru dapat menstimulasi pikiran kita. Gunakanlah pengetahuan yang Anda miliki untuk berkarya, mengajar, mendukung orang lain, dan berpartisipasilah dalam membuat dunia menjadi lebih baik.

Tips Kaya HEMAT pangkal KAYA, Pepatah BENAR atau MITOS ?


Tips kaya: hemat pangkal kaya. Apakah benar kalau hemat bisa menjadi orang kaya? kalau tips menjadi kaya ini benar, maka kikir pangkal kaya raya. Kikir kan lebih hemat dari hemat. Apakah orang kikir bisa menjadi kaya raya?

Kikir mungkin bisa membuat kita menjadi orang kaya raya, tapi apa bisa bahagia menjadi orang kikir? kalau tidak bahagia alias stress, bagaimana bisa mengelola bisnis? jadi kikir bisa membuat orang kaya raya, tapi dalam jangka pendek.

Bagi saya, pepatah hemat pangkal kaya bukan tips kaya yang benar, hanya mitos. Tips menjadi kaya: kalau mau menjadi orang kaya raya, kita harus investasi.

20 Cara Membahagiakan Istri Islami



Rumahku Surgaku. Itulah harapan sebuah pernikahan. Memang, tidak mudah untuk mewujudkan harapan tersebut, boleh juga rumahku menjadi nerakaku. Memerlukan kerjasama yang harmoni diantara suami dan isteri ketika mengharungi bahtera pernikahan. Selain itu, memerlukan pemahaman mengenai cara memelihara pernikahan agar tetap harmoni dan tahan terhadap badai ujian. Berikut penjelasan praktik dan padat karya Syeikh Umar Bakri Muhammad “Nasihat Indah Untuk Suami Istri” yang diterbitkan oleh Cakrawala Publishing. [Selebihnya...]

Rasulullah SAW bersabda :

“ Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik (perlakuannya) terhadap isteri-isterinya dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap isteri-isteriku.”

Rasullullah SAW juga bersabda :

“ Tidak ada yang memuliakan wanita dengan sejati kecuali laki-laki yang pemurah (dermawan) dan tak seorangpun yang menghina mereka (wanita) kecuali laki-laki yang kasar.”

Tugas-tugas seorang suami kepada istrinya :

1. Hendaklah Anda selalu memperlihatkanlah wajah yang menyenangkan ketika masuk ke rumah, ucapkan salam Islam “assalaamu’alaikum” dengan senyuman yang manis, raih tangannya dan peluklah isteri anda dengan mesra.

2. Ketika berbicara, untaikan kalimat yang manis serta memikat isteri Anda. Usahakan isteri Anda merasa benar-benar diperhatikan dan menjadikannya wanita paling khusus untuk Anda. Untaian kalimat yang disampaikan kepadanya hendaknya jelas (ulangi jika perlu) dan panggillah isteri Anda dengan sebutan yang dia sukai seperti ; manisku, sayangku, cintaku dan lain sebagainya.

3. Meskipun Anda mempunyai beban kerja yang banyak, luangkanlah waktu untuk beramah tamah dan bercengkerama dengan istri Anda. Hal ini juga dilakukan oleh Rasulullah SAW dimana beliau juga beramah tamah dan menghabiskan waktu bersama para istri beliau, meskipun pada saat itu beliau juga penuh dengan pekerjaan serta beban tanggung jawab yang sangat besar.

4. Mainkanlah suatu permainan ataupun selingan yang menggembirakan bersama istri Anda. Hal ini dinyatakan dalam suatu hadis bahawa Rasullah SAW bersabda: “Semua hal yang di dalamnya tidak menyebut nama Allah SWT, adalah suatu sia-sia, kecuali dalam empat hal : seorang laki-laki yang sedang bermain dengan isterinya, melatih kuda, membidik di antara dua sasaran, serta mengajarkan berenang.”

5. Membantu pekerjaan sehari-hari rumah tangga. Usahakan Anda membantu dan menolong isteri Anda dengan tugas-tugas seharian rumah tangga Anda, seperti membeli makanan, mempersiapkan makanan, membersihkan serta mengatur rumah, dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini akan membawa kebahagiaan tersendiri pada diri isteri Anda dan tentu saja akan semakin memperkuat cinta Anda dan hubungan Anda bersama sang Isteri.

6. Usahakan musyawarah selalu menghiasi rumah tangga Anda. Bermusyawarahlah dengan istri Anda, dalam setiap permasalahan. Pendapat yang di sampaikan Ummu Salamah kepada Rasulullah SAW pada saat perjanjian Hudaibiyyah adalah suatu kejadian yang sangat terkenal. Hal ini merupakan cara yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW untuk bermusyawarah dengan para istri dan para sahabat beliau.

7. Ketika Isteri Anda sedang berkunjung ke tempat saudaranya, teman-temannya, serta orang-orang saleh, maka temanilah isteri Anda.

8. Tata cara melakukan perjalanan dan meninggalkan istri di rumah. Jika Anda tidak boleh membawa serta istri Anda dalam perjalanan, maka ucapkanlah selamat tinggal dengan penuh rasa sayang, bekalilah istri Anda dengan persediaan keperluan sehari-hari dan wang secukupnya, mintalah isteri Anda untuk mendoakan Anda, sering-seringlah untuk menghubungi isteri Anda. Jangan lupa untuk meminta pertolongan kepada orang yang Anda percayai untuk menjaga keluarga Anda selama Anda pergi. Persingkatkan perjalanan Anda jika dirasa sudah tidak penting lagi dan pulanglah dengan membawa buah tangan. Hindari untuk pulang pada malam hari atau pada saat-saat yang tidak diharapkan.

9. Sokongan kewangan. Tumbuhkanlah sikap pemurah pada diri Anda dalam urusan pengeluaran rumah tangga Anda, tentunya harus sesuai dengan kemampuan kewangan Anda. Sokongan kewangan yang baik (tidak boros tentunya) akan sangat berguna untuk memelihara kestabilan perkawinan Anda.

10. Buatlah diri Anda agar selalu berbau harum dan perindah penampilan Anda . Allah SWT itu indah dan Dia menyukai keindahan. Maka selalu bersihlah Anda, rapi, dan pakailah minyak wangi. Ibnu Abbas r.a. berkata : “Saya menyukai keindahan diri saya sendiri untuk isteri saya, seperti halnya saya menyukai keindahan isteri saya untuk saya.”

11. Tentang hubungan seksual. Merupakan tugas dari suami untuk mencukupi keperluan serta hasrat seksual si istri. Boleh jadi sekali waktu isteri Anda sedang berada dalam masa yang sangat prima berkenaan dengan kesihatan fisikal dan psikologinya.

12. Penuh perhatian. Seorang suami muslim harus sangat perhatian dan penuh perasaan terhadap isterinya. Isteri Anda pasti mengalami pelbagai perubahan baik secara fisikal dan psikologi. Pada saat-saat seperti itu, isteri Anda sangat memerlukan suatu perlakuan yang mesra dan penuh perhatian, agar isteri Anda boleh menghapus kesusahan dan kesedihan yang sedang dialaminya, serta menenangkan perasaannya yang mudah tersentuh.

13. Jagalah kerahsiaan perkawinan Anda. Diriwayatkan dalam sebuah hadis oleh Abu Sa’id Al-Khudry bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Sungguh di antara orang yang paling buruk di hadapan Allah SWT pada saat hari kebangkitan adalah laki-laki yang mendatangi isterinya untuk melakukan hubungan badan, dan dia membeberkan rahsia itu (tentang hubungan badan) kepada yang lain.”

14. Bekerja sama dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT, solat berjama’ah dan selalu tingkatkan aktiviti Anda dalam beribadah kepada Allah SWT, seperti bersedekah, zikir (mengingat Allah SWT), dan solat pada malam hari (qiyamul lail). Rasulullah SAW bersabda: “Semoga rahmat Allah SWT dilimpahkan kepada laki-laki yang bangun pada malam hari dan membangunkan isterinya untuk solat bersamanya, dan jika dia menolak maka percikkan air ke wajahnya”.

15. Selalu menunjukkan rasa hormat kepada keluarga dan teman isteri Anda.

16. Usahakan untuk mendidik isteri Anda tentang islam dan berilah isteri Anda nasihat-nasihat.

17. Cemburu yang sewajarnya.

18. Bersabar dan berlaku lembutlah kepada isteri Anda. Kawalkan sifat marah Anda dan buatlah si istri untuk menghilangkan keraguannya terhadap Anda, dan nasihatilah dia ketika melakukan suatu kesalahan.

19. Jadilah pemaaf dan tegurlah isteri Anda dengan cara yang baik dan sampaikan pada saat yang benar-benar tepat.

20. Jadilah seorang suami muslim yang sejati, dan terapkan semua yang pernah dibaca dan difahami tentang Islam, dengan arif dan bijaksana.

Wallohu a'lam bishshowab..

Tips Sehat Dan Cantik


1. Mulai biasakan diri dengan mengadopsi pola hidup sehat.
Seimbangkan istrahat yang cukup, aktivitas yang produktif dan bermanfaat serta berolahraga teratur.

2. Konsumsi panganan yang sehat dan menyehatkan.
Jauhkan junk food, sebaiknya kembali ke makanan alami dengan memperbanyak buah dan sayur
mayur

3. Minum air putih 2 sampai empat liter sehari.
Kebutuhan air yang cukup, selain memperbaiki metabolisme, juga menghindari penyakit serius seperti
gangguan ginjal dan liver.

4. Hindari Stres. Belajarlah mengelola ketegangan pikiran dengan bijak. Buat skala prioritas, sehingga
pekerjaan menjadi mudah ditata dan strespun menjauh.
Jangan lupa, konsumsi vitamin-vitamin dan antioksidan agar tubuh tetap fit dan cantik,
serta lakukan gerak djimodji yang pernah diajarkan. Bagi yang belum, silahkan konsultasi langsung ke
Djimodji melalui forum ini, atau ke Djimodji Society.

Disiplin


A. Disiplin dalam kehidupan pribadi

Disiplin adalah kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan suatu system yang mengharuskan orang untuk tunduk kepada keputusan, perintah dan peraturan yang berlaku. Dengan kata lain, disiplin adalah sikap menaati peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan tanpa pamrih.

Dalam ajaran, Islam banyak ayat Al Qur’an dan Hadist, yang memerintahkan disiplin dalam arti ketaatan pada peraturan yang telah ditetapkan, antara lain surat An Nisa ayat 59, yang artinya :

" Hai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kepada rasul-Nya dan kepada Ulil Amri dari (kalangan) kamu…………..(An Nisa 59)

disiplin adalah kunci sukses, sebab dalam disiplin akan tumbuh sifat yang teguh dalam memegang prinsip, tekun dalam usaha, pantang mundur dalam kebenaran, dan rela berkorban untuk kepentingan agama dan jauh dari sifat putus asa.

Perlu kita sadari bahwa betapa pentingnya disiplin dan betapa besar pengaruh kedisiplinan dalam kehidupan, baik dalam kehdupan pribadi, dalam kehidupan masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

>> Disiplin dalam penggunaan Waktu

Disiplin dalam penggunaan waktu perlu diperhatikan dengan seksama. Waktu yang sudah berlalu tak mungkin dapat kembali lagi. Hari yang sudah lewat tak akan datang lagi. Demikian pentingnya waktu sehingga berbagai bangsa du dunia mempunyai ungkapan yang menyatakan penghargaan terhadap waktu. Orang Inggris mengatakan „waktu adalah uang", peribahasa Arab mengatakan „ Waktu adalah pedang", atau „Waktu adalah peluang emas", dan kita orang Indonesia mengatakan :" sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tak berguna".

Tak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang berhasil mencapai sukses dalam hidupnya adalah orang-orang yang hidup teratur dan berdisiplin memanfaatkan waktunya. Disiplin tidak akan datang dengan sendirinya, akan tetapi melalui latihan yan ketat dalam kehidupan pribadinya.

>> Disiplin dalam beribadah

Menurut bahasa, ibadah berarti tunduk atau merendahkan diri. Pengertia yang lebih luas dalam ajaran Islam, ibadah berarti tunduk dan merendah diri hanya kepada Allah yang disertai perasaan cinta kepada-Nya. Dari pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa disiplin dalam beribadah itu mengendung 2 hal :

a. Berpegang teguh apa yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya, baik berupa perintah atau larangan, maupun ajaran yang bersifat menghalalkan, menganjurkan, sunnah dan makruh..

b. Sikap berpegang teguh yang berdasarkan cinta kepada Allah, bukan karena rasa takut atau terpaksa. Maksud cinta kepada Allah adalah senantiasa taat kepada-Nya. Perhatikan firman Allah dalam Suat Ali Imran ayat 31 :

" Katakanlah : " Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ali Imran 31)

sebagaimana telah kita ketahui, ibadah itu dapat digolongkan menjadi dua yaitu :

a. Ibadah Mahdah (murni) yaitu bentuk ibadah yang langsung berhubungan dengan allah.

b. Ibadah Ghaira Mahdah (selain mahdah), yang tidak langsung dipersembahkan kepada allah melainkan melalui hubungan kemanusiaan.

Dalam ibadah Mahdah (disebut juga ibadah khusus) aturan-aturannya tidak boleh semaunya akan tetapi harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Orang yang menada-ada aturan baru misalnya, shalat subuh 3 raka’at atau puasa 40 hari terus menerus tanpa berbuka, adalah orang yang tidak disiplin dalam ibadah, kerana tidak mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya, ia termasuk orang yang berbuat bid’ah dan tergolong sebagai orang yang sesat.

Dalam ibadah Ghaira mahdah (disebut juga ibadah umum) orang dapat menentukan aturannya yang terbaik, kecuali yang jelas dilarang oleh Allah. Tentu saja suatu perbuatan dicatat sebagai ibadah kalau niatnya ikhlas semata-mata karena Allah, bukan karena riya ingin mendapatkan pujian orang lain.

B. Disiplin dalam bermasyarakat

Hidup bermasyarakat adalah fitrah manusia. Dilihat dari latar belakang budaya setiap manusia memiliki latar belakang yang berbeda. Karenanya setiap manusia memiliki watak dan tingkah laku yang berbeda. Namun demikian, dengan bermasyarakat, mereka telah memiliki norma-norma dan nilai-nilai kemasyarakatan serta peraturan yang disepakati bersama, yang harus dihormati dan di hargai serta ditaati oleh setiap anggota masyarakat tersebut.

Agama Islam mengibaratkan anggota masyarakat itu bagaikan satu bangunan yang didalamnya terdapat beberapa komponen yang satu sama lain mempunyai fungsi yang berbeda-beda, mana kala salah satu komponen rusak atau binasa. Hadis NAbi SAW menegaskan :

" Seorang Mukmin dengan Mukmin lainnya bagaikan bangunan yang sebagian dari mereka memperkuat bagian lainnya. Kemudian beliau menelusupkan jari-jari yang sebelah kejari-jari tangan sebelah lainnya". ( H.R.Bukhori Muslim dan Turmudzi)

C. Disiplin Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Negara adalah alat untuk memeperjuangakan keinginan bersama berdasarkan kesepakatan yang dibuat oleha para anggota atau warganegara tersebut. Tanpa adanya masyarakat yang menjadi warganya, negara tidak akan terwujud. Oleh karena itu masyarakat merupakan prasyarat untuk berdirinya suatu negara. Tujuan dibentuknya suatu negara adalah agar seluruh keinginan dan cita-cita yang diidamkan oleh warga masyarakat dapat diwujudkan dan dapat dilaksanakan.

Rasulullah bersabda yang artinya :

„ Seorang muslim wajib mendengar dan taat, baik dalam hal yang disukainya maupun hal yang dibencinya, kecuali bila ia diperintah untuk mengerjakan maksiat. Apabila ia diperintah mengerjakan maksiat, maka tidak wajib untuk mendengar dan taat". (H.R.Bukhari Muslim).

Senin, 05 Juli 2010

Kepemimpinan Dalam Sebuah Organisasi


Pemimpin dan Kepemimpinan merupakan suatu kesatuan kata yang tidak dapat dipisahkan secara struktural maupun fungsional. Banyak muncul pengertian-pengertian mengenai pemimpin dan kepemimpinan, antara lain :
# Pemimpin adalah figur sentral yang mempersatukan kelompok (1942)
# Kepemimpinan adalah keunggulan seseorang atau beberapa individu dalam kelompok, dalam proses mengontrol gejala-gejala sosial
# Brown (1936) berpendapat bahwa pemimpin tidak dapat dipisahkan dari kelompok, akan tetapi boleh dipandang sebagai suatu posisi dengan potensi tinggi di lapangan. Dalam hal sama, Krech dan Crutchfield memandang bahwa dengan kebaikan dari posisinya yang khusus dalam kelompok ia berperan sebagai agen primer untuk penentuan struktur kelompok, suasana kelompok, tujuan kelompok, ideologi kelompok, dan aktivitas kelompok.
# Kepemimpinan sebagai suatu kemampuan meng-handel orang lain untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan friksi sesedikit mungkin dan kerja sama yang besar, kepemimpinan merupakan kekuatan semangat/moral yang kreatif dan terarah.
# Pemimpin adalah individu yang memiliki program/rencana dan bersama anggota kelompok bergerak untuk mencapai tujuan dengan cara yang pasti.

Muncul dua pertanyaan yang menjadi perdebatan mengenai pemimpin,
# Apakah seorang pemimpin dilahirkan atau ditempat?
# Apakah efektivitas kepemimpinan seseorang dapat dialihkan dari satu organisasi ke organisasi yang lain oleh seorang pemimpin yang sama?

Untuk menjawab pertanyaan pertama tersebut kita lihat beberapa pendapat berikut :
# Pihak yang berpendapat bahwa “pemimpin itu dilahirkan” melihat bahwa seseorang hanya akan menjadi pemimpin yang efektif karena dia dilahirkan dengan bakat-bakat kepemimpinannya.
# Kubu yang menyatakan bahwa “pemimpin dibentuk dan ditempa” berpendapat bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang dapat dibentuk dan ditempa. Caranya adalah dengan memberikan kesempatan luas kepada yang bersangkutan untuk menumbuhkan dan mengembangkan efektivitas kepemimpinannya melalui berbagai kegiatan pendidikan dan latihan kepemimpinan.

Sondang (1994) menyimpulkan bahwa seseorang hanya akan menjadi seorang pemimpin yang efektif apabila :
# seseorang secara genetika telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan
# bakat-bakat tersebut dipupuk dan dikembangkan melalui kesempatan untuk menduduki jabatan kepemimpinannya
# ditopang oleh pengetahuan teoritikal yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan, baik yang bersifat umum maupun yang menyangkut teori kepemimpinan.

Untuk menjawab pertannyaan kedua dapat dirumuskan dua kategori yang sudah barang tentu harus dikaji lebih jauh lagi:
# Keberhasilan seseorang memimpin satu organisasi dengan sendirinya dapat dilaihkan kepada kepemimpinan oleh orang yang sama di organisasi lain
# Keberhasilan seseorang memimpin satu organisasi tidak merupakan jaminan keberhasilannya memimpin organisasi lain.
# Tipe-tipe Kepemimpinan :
# Tipe Otokratik

Semua ilmuan yang berusaha memahami segi kepemimpinan otokratik mengatakan bahwa pemimpin yang tergolong otokratik dipandang sebagai karakteritik yang negatif.

Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan “keakuannya”, antara lain dalam bentuk :

# kecenderungan memperlakukan para bawahannya sama dengan alat-alat lain dalam organisasi, seperti mesin, dan dengan demikian kurang menghargai harkat dan martabat mereka
# pengutmaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa mengkaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya.
# Pengabaian peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan.

Gaya kepemimpinan yang dipergunakan pemimpin yang otokratik antara lain:

* menuntut ketaatan penuh dari para bawahannya
* dalam menegakkan disiplin menunjukkan keakuannya
* bernada keras dalam pemberian perintah atau instruksi
* menggunakan pendekatan punitif dalamhal terhadinya penyimpangan oleh bawahan.

# Tipe Paternalistik

Tipe pemimpin paternalistik hanya terdapat di lingkungan masyarakat yang bersifat tradisional, umumnya dimasyarakat agraris. Salah satu ciri utama masuarakat tradisional ialah rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggiota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan.

Pemimpin seperti ini kebapakan, sebagai tauladan atau panutan masyarakat. Biasanya tiokoh-toko adat, para ulama dan guru. Pemimpin ini sangat mengembangkan sikap kebersamaan.

# Tipe Kharismatik

Tidak banyak hal yang dapat disimak dari literatur yang ada tentang kriteria kepemimpinan yang kharismatik. Memang ada karakteristiknya yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar. Tegasnya seorang pemimpin yang kharismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tersebut dikagumi.

# Tipe Laissez Faire

Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi.

Karakteristik dan gaya kepemimpinan tipe ini adalah :

# pendelegasian wewenang terjadi secara ekstensif
# pengambilan keputusan diserahkan kepada para pejabat pimpinan yang lebih rendah dan kepada petugas operasional, kecuali dalam hal-hal tertentu yang nyata-nyata menuntut keterlibatannya langsung.
# Status quo organisasional tidak terganggu
# Penumbuhan dan pengembangan kemampuan berpikir dan bertindah yang inovatif diserahkan kepada para anggota organisasi yang bersangkutan sendiri.
# Sepanjang dan selama para anggota organisasi menunjukkan perilaku dan prestasi kerja yang memadai, intervensi pimpinan dalam organisasi berada pada tingkat yang minimum.

* Tipe Demokratik
* Pemimpin yang demokratik biasanya memandang peranannya selaku koordinator dan integrator dari berbagai unsur dan komponen organisasi.
* Menyadari bahwa mau tidak mau organisasi harus disusun sedemikian rupa sehingga menggambarkan secara jelas aneka ragam tugas dan kegiatan yang tidak bisa tidak harus dilakukan demi tercapainya tujuan.
* Melihat kecenderungan adanya pembagian peranan sesuai dengan tingkatnya.
* Memperlakukan manusia dengan cara yang manusiawi dan menjunjung harkat dan martabat manusia
* Seorang pemimpin demokratik disegani bukannya ditakuti.

* Ciri ciri pemimpin dan kepemimpinan yang ideal antara lain :

* Pengetahuan umum yang luas, semakin tinggi kedudukan seseorang dalam hirarki kepemimpinan organisasi, ia semakin dituntut untuk mampu berpikir dan bertindak secara generalis.
* Kemampuan Bertumbuh dan Berkembang
* Sikap yang Inkuisitif atau rasa ingin tahu, merupakan suatu sikap yang mencerminkan dua hal: pertama, tidak merasa puas dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki; kedua, kemauan dan keinginan untuk mencari dan menemukan hal-hal baru.
* Kemampuan Analitik, efektifitas kepemimpinan seseorang tidak lagi pada kemampuannya melaksanakan kegiatan yang bersifat teknis operasional, melainkan pada kemampuannya untuk berpikir. Cara dan kemampuan berpikir yang diperlukan dalah yang integralistik, strategik dan berorientasi pada pemecahan masalah.
* Daya Ingat yang Kuat, pemimpin harus mempunyai kemampuan inteletual yang berada di atas kemampuan rata-rata orang-orang yang dipimpinnya, salah satu bentuk kemampuan intelektual adalah daya ingat yang kuat.
* Kapasitas Integratif, pemimpin harus menjadi seorang integrator dan memiliki pandangan holistik mengenai orgainasi.
* Keterampilan Berkomunikasi secara Efektif, fungsi komunikasi dalam organisasi antara lain : fungsi motivasi, fungsi ekspresi emosi, fungsi penyampaian informasi dan fungsi pengawasan.
* Keterampilan Mendidik, memiliki kemampuan menggunakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bawahan, mengubah sikap dan perilakunya dan meningkatkan dedikasinya kepada organisasi.
* Rasionalitas, semakin tinggi kedudukan manajerial seseorang semakin besar pula tuntutan kepadanya untuk membuktikan kemampuannya untuk berpikir. Hasil pemikiran itu akan terasa dampaknya tidak hanya dalam organisasi, akan tetapi juga dalam hubungan organisasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan di luar organisasi tersebut.
* Objektivitas, pemimpin diharapkan dan bahkan dituntut berperan sebagai bapak dan penasehat bagi para bawahannya. Salah satu kunci keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemudikan organisasi terletak pada kemampuannya bertindak secara objektif.
* Pragmatisme, dalam kehidupan organisasional, sikap yang pragmatis biasanya terwujud dalam bentuk sebagai berikut : pertama, kemampuan menentukan tujuan dan sasaran yang berada dalam jangkauan kemampuan untuk mencapainya yang berarti menetapkan tujuan dan sasaran yang realistik tanpa melupakan idealisme. Kedua, menerima kenyataan apabila dalam perjalanan hidup tidak selalu meraih hasil yang diharapkan.
* Kemampuan Menentukan Prioritas, biasanya yang menjadi titik tolak strategik organisasional adalah “SWOT”.
* Kemampuan Membedakan hal yang Urgen dan yang Penting
* Naluri yang Tepat, kekampuannya untuk memilih waktu yang tepat untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.
* Rasa Kohesi yang tinggi, :senasib sepenanggungan”, keterikan satu sama lain.
* Rasa Relevansi yang tinggi, pemimpin tersebut mampu berpikir dan bertindak sehingga hal-hal yang dikerjakannya mempunyai relevansi tinggi dan langsung dengan usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi.
* Keteladanan,s seseorang yang dinilai pantas dijadikan sebagai panutan dan teladan dalam sikap, tindak-tanduk dan perilaku.
* Menjadi Pendengar yang Baik
* Adaptabilitas, kepemimpinan selalu bersifat situasional, kondisonal, temporal dan spatial.
* Fleksibilitas, mampu melakukan perubahan dalam cara berpikir, cara bertindak, sikap dan perilaku agar sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi tertentu yang dihadapi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip hidup yang dianut oleh seseorang.
* Ketegasan
* Keberanian
* Orientasi Masa Depan
* Sikap yang Antisipatif dan Proaktif

* KERETAKAN DALAM ORGANISASI

Salah paham dalam menerima dan menafisrkan pesan.

* Prosedur hubungan dalam organisasi tidak diikuti dengan benar. Misalnya, arahan dari pihak atasan langsung ke level paling bawah, tanpa mengambil peranan pihak tengah (middle level) dalam organisasi.
* Kurangnya komitmen penuh dalam kerja organisasi. Aturan organisasi tidak dipahami dan dihayati pleh anggota organisasi.
* Adanya kepentingan pribadi. Organisasi dipergunakan untuk memperoleh keuntungan pribadi.
* Permasalahan yang tidak kunjung selesai, sehingga tidak muncul kondisi organisasi yang nyaman.
* Tidak adanya pembagian kerja dan juga pembagian keuntungan yang adil..

Keretakan dalam organisasi dapat menumbuhkan citra negatif, dengan permasalah yang saling terkait, antara lain :

* Keretakan hubungan antara anggota organisasi.
* Perselisihan yang terus berlarut-larut dan suasana organisasi yang muram.
* Wujud sikap mementingkan diri sendiri.
* Produktivitas organisasi merosot.
* Ketidakstabilan organisasi akibat dari retaknya hubungan.
* Penyalahsunaan kekuasaan, mementingkan diri sendiri

* PEMIMPIN VISIONER

Kepemimpinan visioner, adalah pola kepemimpinan yang ditujukan untuk memberi arti pada kerja dan usaha yang perlu dilakukan bersama-sama oleh para anggota perusahaan dengan cara memberi arahan dan makna pada kerja dan usaha yang dilakukan berdasarkan visi yang jelas (Diana Kartanegara, 2003).

Kepemimpinan Visioner memerlukan kompetensi tertentu. Pemimipin visioner setidaknya harus memiliki empat kompetensi kunci sebagaimana dikemukakan oleh Burt Nanus (1992), yaitu:

* Seorang pemimpin visioner harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan manajer dan karyawan lainnya dalam organisasi. Hal ini membutuhkan pemimpin untuk menghasilkan “guidance, encouragement, and motivation.”
* Seorang pemimpin visioner harus memahami lingkungan luar dan memiliki kemampuan bereaksi secara tepat atas segala ancaman dan peluang. Ini termasuk, yang plaing penting, dapat “relate skillfully” dengan orang-orang kunci di luar organisasi, namun memainkan peran penting terhadap organisasi (investor, dan pelanggan).
* Seorang pemimpin harus memegang peran penting dalam membentuk dan mempengaruhi praktek organisasi, prosedur, produk dan jasa. Seorang pemimpin dalam hal ini harus terlibat dalam organisasi untuk menghasilkan dan mempertahankan kesempurnaan pelayanan, sejalan dengan mempersiapkan dan memandu jalan organisasi ke masa depan (successfully achieved vision).
* Seorang pemimpin visioner harus memiliki atau mengembangkan “ceruk” untuk mengantisipasi masa depan. Ceruk ini merupakan ssebuah bentuk imajinatif, yang berdasarkan atas kemampuan data untuk mengakses kebutuhan masa depan konsumen, teknologi, dan lain sebagainya. Ini termasuk kemampuan untuk mengatur sumber daya organisasi guna memperiapkan diri menghadapi kemunculan kebutuhan dan perubahan ini.

Barbara Brown mengajukan 10 kompetensi yang harus dimiliki oleh pemimpin visioner, yaitu:

* Visualizing. Pemimpin visioner mempunyai gambaran yang jelas tentang apa yang hendak dicapai dan mempunyai gambaran yang jelas kapan hal itu akan dapat dicapai.
* Futuristic Thinking. Pemimpin visioner tidak hanya memikirkan di mana posisi bisnis pada saat ini, tetapi lebih memikirkan di mana posisi yang diinginkan pada masa yang akan datang.
* Showing Foresight. Pemimpin visioner adalah perencana yang dapat memperkirakan masa depan. Dalam membuat rencana tidak hanya mempertimbangkan apa yang ingin dilakukan, tetapi mempertimbangkan teknologi, prosedur, organisasi dan faktor lain yang mungkin dapat mempengaruhi rencana.
* Proactive Planning. Pemimpin visioner menetapkan sasaran dan strategi yang spesifik untuk mencapai sasaran tersebut. Pemimpin visioner mampu mengantisipasi atau mempertimbangkan rintangan potensial dan mengembangkan rencana darurat untuk menanggulangi rintangan itu
* Creative Thinking. Dalam menghadapi tantangan pemimpin visioner berusaha mencari alternatif jalan keluar yang baru dengan memperhatikan isu, peluang dan masalah. Pemimpin visioner akan berkata “If it ain’t broke, BREAK IT!”.
* Taking Risks. Pemimpin visioner berani mengambil resiko, dan menganggap kegagalan sebagai peluang bukan kemunduran.
* Process alignment. Pemimpin visioner mengetahui bagaimana cara menghubungkan sasaran dirinya dengan sasaran organisasi. Ia dapat dengan segera menselaraskan tugas dan pekerjaan setiap departemen pada seluruh organisasi.
* Coalition building. Pemimpin visioner menyadari bahwa dalam rangka mencapai sasara dirinya, dia harus menciptakan hubungan yang harmonis baik ke dalam maupun ke luar organisasi. Dia aktif mencari peluang untuk bekerjasama dengan berbagai macam individu, departemen dan golongan tertentu.
* Continuous Learning. Pemimpin visioner harus mampu dengan teratur mengambil bagian dalam pelatihan dan berbagai jenis pengembanganlainnya, baik di dalam maupun di luar organisasi. Pemimpin visioner mampu menguji setiap interaksi, negatif atau positif, sehingga mampu mempelajari situasi. Pemimpin visioner mampu mengejar peluang untuk bekerjasama dan mengambil bagian dalam proyek yang dapat memperluas pengetahuan, memberikan tantangan berpikir dan mengembangkan imajinasi.
* Embracing Change. Pemimpin visioner mengetahui bahwa perubahan adalah suatu bagian yang penting bagi pertumbuhan dan pengembangan. Ketika ditemukan perubahan yang tidak diinginkan atau tidak diantisipasi, pemimpin visioner dengan aktif menyelidiki jalan yang dapat memberikan manfaat pada perubahan tersebut.

Burt Nanus (1992), mengungkapkan ada empat peran yang harus dimainkan oleh pemimpin visioner dalam melaksanakan kepemimpinannya, yaitu:

* Peran penentu arah (direction setter). Peran ini merupakan peran di mana seorang pemimpin menyajikan suatu visi, meyakinkan gambaran atau target untuk suatu organisasi, guna diraih pada masa depan, dan melibatkan orang-orang dari “get-go.” Hal ini bagi para ahli dalam studi dan praktek kepemimpinan merupakan esensi dari kepemimpinan. Sebagai penentu arah, seorang pemimpin menyampaikan visi, mengkomunikasikannya, memotivasi pekerja dan rekan, serta meyakinkan orang bahwa apa yang dilakukan merupakan hal yang benar, dan mendukung partisipasi pada seluruh tingkat dan pada seluruh tahap usaha menuju masa depan.
* Agen perubahan (agent of change). Agen perubahan merupakan peran penting kedua dari seorang pemimpin visioner. Dalam konteks perubahan, lingkungan eksternal adalah pusat. Ekonomi, sosial, teknologi, dan perubahan politis terjadi secara terus-menerus, beberapa berlangsung secara dramatis dan yang lainnya berlangsung dengan perlahan. Tentu saja, kebutuhan pelanggan dan pilihan berubah sebagaimana halnya perubahan keinginan para stakeholders. Para pemimpin yang efektif harus secara konstan menyesuaikan terhadap perubahan ini dan berpikir ke depan tentang perubahan potensial dan yang dapat dirubah. Hal ini menjamin bahwa pemimpin disediakan untuk seluruh situasi atau peristiwa-peristiwa yang dapat mengancam kesuksesan organisasi saat ini, dan yang paling penting masa depan. Akhirnya, fleksibilitas dan resiko yang dihitung pengambilan adalah juga penting lingkungan yang berubah.
* Juru bicara (spokesperson). Memperoleh “pesan” ke luar, dan juga berbicara, boleh dikatakan merupakan suatu bagian penting dari memimpikan masa depan suatu organisasi. Seorang pemimpin efektif adalah juga seseorang yang mengetahui dan menghargai segala bentuk komunikasi tersedia, guna menjelaskan dan membangun dukungan untuk suatu visi masa depan. Pemimpin, sebagai juru bicara untuk visi, harus mengkomunikasikan suatu pesan yang mengikat semua orang agar melibatkan diri dan menyentuh visi organisasi-secara internal dan secara eksternal. Visi yang disampaikan harus “bermanfaat, menarik, dan menumbulkan kegairahan tentang masa depan organisasi.”
* Pelatih (coach). Pemimpin visioner yang efektif harus menjadi pelatih yang baik. Dengan ini berarti bahwa seorang pemimpin harus menggunakan kerjasama kelompok untuk mencapai visi yang dinyatakan. Seorang pemimpin mengoptimalkan kemampuan seluruh “pemain” untuk bekerja sama, mengkoordinir aktivitas atau usaha mereka, ke arah “pencapaian kemenangan,” atau menuju pencapaian suatu visi organisasi. Pemimpin, sebagai pelatih, menjaga pekerja untuk memusatkan pada realisasi visi dengan pengarahan, memberi harapan, dan membangun kepercayaan di antara pemain yang penting bagi organisasi dan visinya untuk masa depan. Dalam beberapa kasus, hal tersebut dapat dibantah bahwa pemimpin sebagai pelatih, lebih tepat untuk ditunjuk sebagai “player-coach.”