“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; sebab puasa dapat menekan syahwatnya. (HR. Al-Bukhari (no. 5066) kitab an-Nikaah, Muslim (no. 1402) kitab an-Nikaah, dan at-Tirmidzi (no. 1087) kitab an-Nikaah.
Rabu, 22 September 2010
Anjuran Menikah
“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; sebab puasa dapat menekan syahwatnya. (HR. Al-Bukhari (no. 5066) kitab an-Nikaah, Muslim (no. 1402) kitab an-Nikaah, dan at-Tirmidzi (no. 1087) kitab an-Nikaah.
3 KATA AJAIB ( the three magic words )

Dalam membina hubungan antar sesama manusia sering kali ungkapan atau kata-kata yang dapat memberi energi positif pada orang lain tanpa sadar selalu saja kita abaikan, dan akibatnya hubungan lambat laun kehilangan energi positifnya karena tanpa dilandasi ketulusan yang berakibat pada dinginnya suatu hubungan antar sesama manusia. Lalu ungkapan apa yang mampu membangun hubungan baik antara manusia?
Menurut para ahli komunikasi ternyata ada tiga kata ajaib yang mampu membangun hubungan baik antar manusia (the three magic word). Kata- kata tersebut sebenarnya sangat mudah di dikatakan dan bila di dasari dengan ketulusan hati, tanpa basa-basi ternyata dampaknya sangat luar biasa. Kata tersebut yaitu :
“Terimakasih” (thank you), “maaf” (sorry), dan “tolong” (please). Dari ketiga kata tersebut ternyata yang memiliki kekutan terbesar ternyata ”terima kasih”. Jadi kiranya bahasan mengenai ungkapan terimakasih merupakan tema utama dalam postingan ini.
Jika dikategorisasikan berdasarkan penting dan tidak penting, dua kata yang sangat penting adalah ”terimakasih” dan kata yang paling penting adalah ”kami” dan kata yang kurang penting adalah "aku". Ungkapan terimakasih sebenarnya didasari pada rasa Syukur kepada Yang Maha Kuasa atas Rahmatnya-Nya kepada seseorang. Dia menggunakan orang lain untuk menolong sesorang untuk melakukan sesuatu atau memberi sesuatu. Itulah sebabnya mereka yang jarang mengungkapkan rasa terimakasih, memiliki rasa sukur kepada Sang Pencipta yang belum berkembang optimal. Mereka yang belum merasakan betapa besarnya kasih dan nikmat yang diberikan sang pencipta kepada dirinya, tentu sulit untuk mengungkapkan rasa terimakasih kepada orang lain.
Bill Scheibler mengatakan, terimakasih kepada seseorang tanpa mengungkapkan secara khusus adalah sama seperti membungkus kado tanpa memberikanya. Ungkapan terimakasih memang seharusnya disampaikan secara khusus dan tulus, bukan sebagai suatu rutinaitas dan budaya atau iklim kerja. Tatapan mata yang lembut yang disertai senyum dan jabat tangan erat sambil menyampaikan terimakasih, memiliki kekuatan yang luar biasa bagi orang yang menerimanya untuk berbuat lebih baik lagi. Ungkapan terimakasih yang tulus dan antusias akan mendorong orang untuk semakin banyak memberi dan melayani orang lain. Penghargaan kepada seseorang berupa materi adalah baik, namun hal tersebut belum berarti apa-apa dan bermakna jika tidak disertai dengan ungkapan terimakasih yang tulus.
Seorang ahli lain, David Rayback mengatakan bahwa ungkapan terimakasih mampu mengikatkan dan menguatkan hubungan antar manusia. Sebagai contoh sepasang suami istri atau pasutri akan semakin kuat hubungan tali kasih diantara mereka hanya karena mereka mudah mengungkapkan terimakasih yang tulus. Ungkapan terimakasih dari sang suami terhadap istri karena disuguhi kopi panas setiap pagi, akan meningkatkan motivasi sang istri untuk mengurus rumahtangganya. Ungkapan terimakasih sang istri atas gaji yang diberikan suami selama sebulan bekerja, tentu akan menambah penghargaan terhadap sang suami, serta dorongan untuk mengembangkan tanggung jawabnya tehadap keluarga. Hal ini jauh lebih baik bari pada sekedar menunutut sang suami untuk terus-menerus memberi gaji lebih.
Orang tua tidak sungkan-sungkan mengungkapkan rasa terimakasih kepada anaknya, menunjukan pelajaran dan pola asuh yang baik terutama tentang bagaimana menghargai orang lain dimasyarakat.
Demikian pula didalam kehidupan organisasi, pengikut yang tidak tahu berterimakasih kepada pemimpinnya adalah pengikut yang kurang menghargai keberdaan sang pemimpin secara total. Sebaliknya, pemimpin yang tidak pernah mengungkapkan rasa terimakasih kepada pengikutnya, menunjukan gambaran kredibilitas yang rendah dalam hubungan antar manusia, khususnya hubungan antara pemimpin dan pengikut.
Cobalah untuk membiasakan mengungkapkan ketiga kata ini yaitu, ”terimakasih”, ”maaf” dan ”tolong” jika berinterksi dengan seseorang atau sesama kita secara ikhlas maka aliran energi positif dalam hubungan saling menghargai dan dihargai akan tercipta dalam kehidupan sosial kita.
Tips Sehat Dan Cantik

1. Mulai biasakan diri dengan mengadopsi pola hidup sehat.
Seimbangkan istrahat yang cukup, aktivitas yang produktif dan bermanfaat serta berolahraga teratur.
2. Konsumsi panganan yang sehat dan menyehatkan.
Jauhkan junk food, sebaiknya kembali ke makanan alami dengan memperbanyak buah dan sayur
mayur
3. Minum air putih 2 sampai empat liter sehari.
Kebutuhan air yang cukup, selain memperbaiki metabolisme, juga menghindari penyakit serius seperti
gangguan ginjal dan liver.
4. Hindari Stres. Belajarlah mengelola ketegangan pikiran dengan bijak. Buat skala prioritas, sehingga
pekerjaan menjadi mudah ditata dan strespun menjauh.
Jangan lupa, konsumsi vitamin-vitamin dan antioksidan agar tubuh tetap fit dan cantik,
serta lakukan gerak djimodji yang pernah diajarkan. Bagi yang belum, silahkan konsultasi langsung ke
Djimodji melalui forum ini, atau ke Djimodji Society.
Kebebasan Bertindak

”Kita harus memilih salah satu dari dua penderitaan: penderitaan karena harus disiplin atau penderitaan karena penyesalan.” (Jim Rohn)
Apa hubungan antara eksekusi dan disiplin? Ternyata, dalam melaksanakan sebuah eksekusi, salah satu kunci yang harus dilakukan adalah disiplin. Mengapa harus disiplin? Sebab, untuk eksekusi diperlukan suatu keteraturan yang berulang, keteraturan yang konsisten. Jadi, tidak cukup hanya melakukan sekali lalu selesai dan berharap memperoleh hasil yang signifikan. Eksekusi adalah sebuah proses, bukan sesuatu yang instan, bukan suatu faktor keberuntungan, bukan durian runtuh dan bukan hadiah yang datang dari langit.
Lihatlah orang-orang yang sukses. Mereka adalah orang yang mampu melakukan disiplin dalam kesehariannya. Tanpa disiplin, seseorang tak akan mampu menyelesaikan segala apa yang telah direncanakan dan diimpikannya.
Disiplinlah yang membuat kita berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuan. Orang yang disiplin tahu apa saja yang perlu dilakukan dan fokus melakukan apa yang harus dilakukan. Akan tetapi, banyak orang sudah merasa “alergi” saat mendengar kata “disiplin”. Disiplin dianggap sebagai sesuatu hal yang kaku, tidak fleksibel, mengekang, dan membosankan. Padahal, disiplin dapat membawa kebebasan untuk bertindak. Lho, kok bisa? Mengapa demikian?
Ini contohnya. Pada waktu kecil, kita diminta oleh orang tua untuk les piano. Kita malas, inginnya main game, membaca komik, atau bermain sepak bola dengan teman-teman. Maka, kita berusaha mencari alasan untuk membolos les piano. Tentu saja hasilnya buruk, tidak ada kemajuan yang berarti dalam bermain piano. Hanya orang yang melakukan dengan disiplin, yaitu suatu keteraturan yang berulang, konsisten, yang dapat membawa kepada kebebasan untuk bertindak. Itulah sebabnya kalau kita rajin les dan latihan piano, maka kita akan memperoleh kebebasan memainkan piano apa pun dan kapan pun. Kebebasan untuk bertindak ada pada disiplin.
Dari sebuah referensi, ada perbedaan antara disiplin dan rutinitas. Di sana dijelaskan bahwa rutinitas adalah sesuatu yang kita lakukan untuk menjaga status quo, seperti menyikat gigi dan bersiap-siap untuk berangkat bekerja, mengganti oli mobil, mengunci pintu, mematikan lampu sebelum tidur, dan lain-lain. Rutinitas tidak membutuhkan banyak usaha keras. Kita tidak perlu bersusah payah untuk melakukannya. Bahkan, mungkin kita melakukan rutinitas tanpa disadari, seperti menyapu, mengepel. Selain itu, rutinitas hanya membutuhkan sedikit pemikiran. Mengerjakan rutinitas tidak memerlukan perencanaan, tidak membutuhkan pengawasan yang serius atau evaluasi. Rutinitas hanya membutuhkan sedikit waktu dan sedikit ketidaknyamanan.
Menerapkan disiplin dalam mencapai tujuan memang merupakan suatu tantangan, karena disiplin menuntut adanya perubahan perilaku. Menurut penelitian John Cotter, orang akan lebih mudah dalam perubahan perilaku apabila melalui proses sebagai berikut:
–Orang mau berubah apabila tidak puas atau tidak nyaman dengan kondisi yang dialaminya;
–Kemudian, orang dapat melihat adanya gambaran ke depan yang lebih baik dan mengetahui cara untuk meraih tujuan itu;
–Untuk meraih tujuan tersebut, disiplin ditegakkan, “dipaksa” dengan sebuah sistem yang teratur dan konsisten;
–Dengan penegakan disiplin, orang terpaksa melakukannya. Ternyata, hal yang dilakukan tersebut mendatangkan hasil dalam waktu singkat, maka orang pun mau melakukan disiplin itu.
Jadi, dapat dikatakan bahwa proses perubahan perilaku adalah dengan Dipaksa – Terpaksa – Bisa – Biasa.
Hal yang sama terjadi dalam organisasi. Suatu organisasi tidak akan mampu melakukan eksekusi atas sebuah strategi jika tidak punya disiplin. Saat organisasi gagal melaksanakan apa yang telah mereka janjikan, penjelasan yang paling mudah diterima adalah karena strategi yang salah. Sebenarnya, jika ditelaah lebih lanjut, bukan strategi yang menjadi akar permasalahan, tetapi strategi gagal karena kurang adanya disiplin dalam melakukan eksekusi.
Lalu, bagaimana caranya agar strategi dapat dihantarkan dengan baik? Disiplin seperti apa yang harus digunakan untuk mengeksekusi itu semua? Franklin Covey meneliti permasalahan eksekusi ini dengan saksama dan jalan keluar dalam eksekusi adalah rangkaian kedisiplinan yang harus dilakukan oleh setiap tim kerja dengan semangat yang tinggi:
1. Disiplin Fokus pada Wildly Important
Setiap orang dalam tim haruslah mengerti dengan jelas akan prioritas-prioritas utama yang akan membawa kesuksesan dan membuat komitmen terhadapnya. Wildly Important Goal (WIG) adalah hal yang harus diutamakan untuk dicapai sebab WIG inilah yang membuat segala perbedaan.
2. Disiplin Bertindak pada Lead Measures
Setiap orang harus tahu dan memiliki komitmen terhadap sedikit aktivitas pekerjaan, 80/20 yang akan memberikan dampak yang terbesar. Setelah itu, dengan menggunakan lead measures, setiap orang dapat mengukur kemajuan pencapaian kinerja mereka.
3. Disiplin Meng-update Scoreboard yang Memotivasi
Dengan adanya scoreboard, setiap orang bisa melihat kemajuan pencapaian mereka setiap waktu, mengukur apakah mereka sedang dalam keadaan “menang atau kalah”. Oleh karena setiap orang ingin menjadi pemenang, maka scoreboard akan memotivasi orang untuk menjadi pemenang.
4. Disiplin Menciptakan Irama Akuntabilitas
Setiap orang melaporkan secara teratur dan berkala mengenai perkembangan pencapaian sasaran.
Dengan melakukan empat disiplin tersebut dalam mengeksekusi strategi sasaran Anda, maka kesempatan untuk mencapai sukses akan meningkat dengan lebih baik. Seperti yang diutarakan oleh Jim Rohn dalam kutipan di atas, bahwa pada dasarnya manusia harus memilih salah satu dari dua penderitaan, yaitu penderitaan karena disiplin atau penderitaan karena penyesalan. Jadi, mana yang Anda pilih?
Disiplin

A. Disiplin dalam kehidupan pribadi
Disiplin adalah kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan suatu system yang mengharuskan orang untuk tunduk kepada keputusan, perintah dan peraturan yang berlaku. Dengan kata lain, disiplin adalah sikap menaati peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan tanpa pamrih.
Dalam ajaran, Islam banyak ayat Al Qur’an dan Hadist, yang memerintahkan disiplin dalam arti ketaatan pada peraturan yang telah ditetapkan, antara lain surat An Nisa ayat 59, yang artinya :
" Hai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kepada rasul-Nya dan kepada Ulil Amri dari (kalangan) kamu…………..(An Nisa 59)
disiplin adalah kunci sukses, sebab dalam disiplin akan tumbuh sifat yang teguh dalam memegang prinsip, tekun dalam usaha, pantang mundur dalam kebenaran, dan rela berkorban untuk kepentingan agama dan jauh dari sifat putus asa.
Perlu kita sadari bahwa betapa pentingnya disiplin dan betapa besar pengaruh kedisiplinan dalam kehidupan, baik dalam kehdupan pribadi, dalam kehidupan masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
>> Disiplin dalam penggunaan Waktu
Disiplin dalam penggunaan waktu perlu diperhatikan dengan seksama. Waktu yang sudah berlalu tak mungkin dapat kembali lagi. Hari yang sudah lewat tak akan datang lagi. Demikian pentingnya waktu sehingga berbagai bangsa du dunia mempunyai ungkapan yang menyatakan penghargaan terhadap waktu. Orang Inggris mengatakan „waktu adalah uang", peribahasa Arab mengatakan „ Waktu adalah pedang", atau „Waktu adalah peluang emas", dan kita orang Indonesia mengatakan :" sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tak berguna".
Tak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang berhasil mencapai sukses dalam hidupnya adalah orang-orang yang hidup teratur dan berdisiplin memanfaatkan waktunya. Disiplin tidak akan datang dengan sendirinya, akan tetapi melalui latihan yan ketat dalam kehidupan pribadinya.
>> Disiplin dalam beribadah
Menurut bahasa, ibadah berarti tunduk atau merendahkan diri. Pengertia yang lebih luas dalam ajaran Islam, ibadah berarti tunduk dan merendah diri hanya kepada Allah yang disertai perasaan cinta kepada-Nya. Dari pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa disiplin dalam beribadah itu mengendung 2 hal :
a. Berpegang teguh apa yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya, baik berupa perintah atau larangan, maupun ajaran yang bersifat menghalalkan, menganjurkan, sunnah dan makruh..
b. Sikap berpegang teguh yang berdasarkan cinta kepada Allah, bukan karena rasa takut atau terpaksa. Maksud cinta kepada Allah adalah senantiasa taat kepada-Nya. Perhatikan firman Allah dalam Suat Ali Imran ayat 31 :
" Katakanlah : " Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ali Imran 31)
sebagaimana telah kita ketahui, ibadah itu dapat digolongkan menjadi dua yaitu :
a. Ibadah Mahdah (murni) yaitu bentuk ibadah yang langsung berhubungan dengan allah.
b. Ibadah Ghaira Mahdah (selain mahdah), yang tidak langsung dipersembahkan kepada allah melainkan melalui hubungan kemanusiaan.
Dalam ibadah Mahdah (disebut juga ibadah khusus) aturan-aturannya tidak boleh semaunya akan tetapi harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Orang yang menada-ada aturan baru misalnya, shalat subuh 3 raka’at atau puasa 40 hari terus menerus tanpa berbuka, adalah orang yang tidak disiplin dalam ibadah, kerana tidak mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya, ia termasuk orang yang berbuat bid’ah dan tergolong sebagai orang yang sesat.
Dalam ibadah Ghaira mahdah (disebut juga ibadah umum) orang dapat menentukan aturannya yang terbaik, kecuali yang jelas dilarang oleh Allah. Tentu saja suatu perbuatan dicatat sebagai ibadah kalau niatnya ikhlas semata-mata karena Allah, bukan karena riya ingin mendapatkan pujian orang lain.
B. Disiplin dalam bermasyarakat
Hidup bermasyarakat adalah fitrah manusia. Dilihat dari latar belakang budaya setiap manusia memiliki latar belakang yang berbeda. Karenanya setiap manusia memiliki watak dan tingkah laku yang berbeda. Namun demikian, dengan bermasyarakat, mereka telah memiliki norma-norma dan nilai-nilai kemasyarakatan serta peraturan yang disepakati bersama, yang harus dihormati dan di hargai serta ditaati oleh setiap anggota masyarakat tersebut.
Agama Islam mengibaratkan anggota masyarakat itu bagaikan satu bangunan yang didalamnya terdapat beberapa komponen yang satu sama lain mempunyai fungsi yang berbeda-beda, mana kala salah satu komponen rusak atau binasa. Hadis NAbi SAW menegaskan :
" Seorang Mukmin dengan Mukmin lainnya bagaikan bangunan yang sebagian dari mereka memperkuat bagian lainnya. Kemudian beliau menelusupkan jari-jari yang sebelah kejari-jari tangan sebelah lainnya". ( H.R.Bukhori Muslim dan Turmudzi)
C. Disiplin Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Negara adalah alat untuk memeperjuangakan keinginan bersama berdasarkan kesepakatan yang dibuat oleha para anggota atau warganegara tersebut. Tanpa adanya masyarakat yang menjadi warganya, negara tidak akan terwujud. Oleh karena itu masyarakat merupakan prasyarat untuk berdirinya suatu negara. Tujuan dibentuknya suatu negara adalah agar seluruh keinginan dan cita-cita yang diidamkan oleh warga masyarakat dapat diwujudkan dan dapat dilaksanakan.
Rasulullah bersabda yang artinya :
„ Seorang muslim wajib mendengar dan taat, baik dalam hal yang disukainya maupun hal yang dibencinya, kecuali bila ia diperintah untuk mengerjakan maksiat. Apabila ia diperintah mengerjakan maksiat, maka tidak wajib untuk mendengar dan taat". (H.R.Bukhari Muslim).
BELAJAR BERSABAR

Pagi, saat akan berangkat menuju tempat kerja, aku sudah disuguhi pemandangan yang sungguh tidak mengenakkan, paling tidak buatku. Di tengah kemacetan lalu lintas pagi, dari dalam angkot yang aku tumpangi, aku melihat dua orang pengendara motor, keduanya bapak-bapak bersitegang. Entah bagaimana awal kejadiannya, bapak pengendara motor yang satu membentak bapak pengendara motor lainnya, dari raut wajahnya kelihatan sekali si bapak sangat marah dengan bapak yang satunya lagi. Untunglah si bapak yang dibentak, entah karena merasa bersalah atau tidak ingin ribut, berusaha tidak melayani kemarahan si bapak tadi. Ia mengelus pundak si bapak yang membentaknya, sambil berkata dengan cara yang halus dan sopan. Sayup-sayup dari kaca jendela yang terbuka, aku dengar si bapak yang sabar itu mengucapkan kata maaf. Tapi ungkapan maaf itu ternyata tidak direspon dengan baik, si bapak yang marah tetap membentak-bentak bahkan menendang motor bapak yang minta maaf tadi, sambil ngeloyor pergi. Meski tidak sampai jatuh, bapak yang sabar itu, jadi kelihatan kesal dan tidak terima dengan perlakuan tadi. Ia pun bergegas hendak mengejar orang yang sudah memperlakukannya dengan kurang baik itu. Untunglah pengendara motor lainnya yang menyaksikan adegan itu, mencegah dan memintanya untuk bersabar. Si bapak tadipun mengurungkan niatnya, tidak jadi mengejar bapak yang sudah membentak-bentaknya dengan kasar.
Bukan aku saja yang lega melihat kesabaran si bapak itu, tapi aku lihat seluruh penumpang di angkot yang aku tumpangi tanpa sadar juga bernafas lega. Ah.... sebuah pemandangan yang tidak indah sama sekali untuk mengawali hari, kataku dalam hati.
Sepanjang perjalanan, adegan barusan terus bermain-main di benakku. Pertanyaan-pertanyaan yang mengusik hatiku, mengapa orang bisa sedemikian kasar pada orang lain bahkan hanya untuk hal-hal yang sepele, mengapa orang menjadi begitu cepat hilang kesabaran, mengapa begitu sulit memaafkan pada orang yang sudah meminta maaf. Dalam hati aku memuji sikap sabar si bapak yang minta maaf tadi dengan tetap berkata halus meski sudah dibentak-bentak. Inilah gambaran orang yang hidup di kota Metropolitan, pikirku. Di tengah kehidupan kota Jakarta yang penuh dengan persaingan, ditambah lagi tuntutan hidup yang makin tinggi, setiap orang bergerak serba ingin cepat, ingin saling mendahului, pokoknya siapa cepat dia dapat. Kondisi semacam ini membuat orang tertekan, sehingga mudah marah, stress, bersikap individualistis dan jadi tidak sabaran. Hampir setiap pagi aku melihat pengendara motor yang malas antri macet sampai nyelip-nyelip bahkan menggunakan trotoar yang diperuntukkan buat pejalan kaki, pengendara mobil yang membunyikan klaksonnya berulang-ulang karena tidak sabar menunggu di belakang metromomini yang sedang berhenti karena menurunkan penumpang, sopir angkotan umum yang kebut-kebutan karena tidak sabar ingin mengejar setoran, dan masih banyak contoh lagi.
Tapi.... saya jadi teringat pengalaman saya sendiri beberapa hari ini. Pekerjaan yang menumpuk, dikejar tenggat waktu dan sejumlah persoalan pribadi yang belum terselesaikan, membuat saya sering ngedumel, mudah tersinggung dan hilang kesabaran. Hanya menunggu antrian di kamar mandi saja sudah membuat saya kesal, menunggu mesin foto kopi yang sedang diperbaiki saja, cukup membuat saya cemberut seharian. Saya betul-betul jadi orang yang tidak sabaran.
Melihat kejadian di jalan tadi, saya tiba-tiba sadar bahwa akibat sikap saya itu ada orang yang secara tak sengaja sudah saya dzalimi. Saya masih ingat, bagaimana ekspresi wajah kecewa ponakan saya yang masih berusia dua tahun, ketika dengan nada ketus saya bilang 'capek' ketika ia merengek-rengek mengajak saya bermain-main dengan mobil-mobilan kecilnya sepulangnya saya dari kantor. Saya seperti tersadar mengapa keponakan saya yang lucu dan manis itu, tiba-tiba saja menolak saya peluk, mungkin kerena sikap saya kemarin. Astaghfirullah...... saya merasakan ada air hangat di pelupuk mata saya dan rasa penyesalan yang dalam. Sedikit tekanan dan persoalan saja ternyata telah mengalahkan kesabaran saya.....bagaimana jika saya menghadapi cobaan dan tekanan hidup yang lebih besar lagi? Apakah saya masih mampu bersabar menghadapinya?
Saya merasa menjadi orang yang kalah. Kalah memerangi hawa nafsu dan mempertahankan kesabaran saya. Padahal sabar adalah salah satu ciri orang yang beriman dan bertaqwa. Saya kembali teringat sebuah artikel di koran yang pernah saya baca. Dalam artikel itu disebutkan, Rasulullah, Nabi Muhammad Saw yang mulia pernah mengatakan bahwa sabar adalah bagian dari iman. Lalu, saya buka lagi buku catatan kecil yang selalu saya bawa dalam tas saya, di sana ada catatan sejumlah firman Allah dalam Al-Quran tentang perntingnya memiliki sifat sabar.
"Sesungguhnya hanya orang-orang yang sabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS Az-Zumar,10)
"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga serta bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung."(QS Ali Imran: 200).
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah ) dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang khusyu." (QS Al-Baqarah,45)
Aku meresapi kembali ayat-ayat Al-Quran itu. Ah... bersikap sabar itu memang tidak mudah, apalagi ketika menghadapi persoalan berat atau merasa didzalimi oleh orang lain. Tapi itulah ujian bagi umat manusia. Ujian atas keimanannya. Bukankah Allah Swt juga mengatakan, belum sempurna iman seseorang sebelum Ia mengujinya.
Wajah keponakanku yang polos itu kembali terbayang di mataku, wajah bapak pengendara motor yang meminta maaf dalam keributan kecil tadi kembali melintas, betapa kerdil sikapku dan lemahnya imanku belakangan hari ini. Sabar... sungguh sebuah kata yang mudah diucapkan tapi kadang sulit dilakukan, kecuali orang-orang yang memiliki kadar keimanan dan ketaqwaan yang tinggi pada Allah Swt, yaitu orang-orang yang khusyu'.
Sesampainya di kantor, aku segera berwudhu, menuju mushola kecil di belakang gedung dan menunaikan sholat Dhuha. Aku memohon ampunan pada Allah yang Maha Rahmah dan aku memohon agar senantiasa diberi kekuatan dan kesabaran dalam menjalani kehidupan yang penuh ujian dan cobaan ini.
" Robbanaa afrigh 'alaina shabraw wa tawaffanaa muslimin." (Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepadaMu )
MENJADI MANUSIA YANG SUKSES

Sukses adalah dambaan setiap orang. Tidak ada satu orangpun yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya. Untuk mencapai prestasi kesuksesan dalam hidup Anda yang terlebih dahulu Anda punyai adalah tujuan hidup (goal setting). Tidak adanya tujuan hidup dalam diri Anda akan menyebabkan diri Anda pasif menerima apa saja yang disodorkan oleh kehidupan kepada Anda dan biasanya hidup Anda menjadi sangat menbosankan sekaligus tidak menggairahkan.
Kebanyakan orang yang hidup tanpa tujuan akan terfokus berjalan ditempat dan menghabiskan waktunya secara membosankan tanpa pencapaian prestasi yang berarti. Mereka hanya menjadi "penonton" dari suatu kehidupan. Mereka hanya bisa melihat kesuksesan orang lain tapi sama sekali tidak pernah membayangkan untuk dirinya sendiri. Inilah yang disebut hidup tanpa misi alias hidup tanpa tujuan!. Anda harus mempunyai misi hidup didunia ini agar hidup Anda berarti dan menggairahkan!
Untuk mencapai sukses tentu saja tidak mudah, karena Anda juga harus menyikapi kegagalan dengan baik jika memang Anda menghadapi kegagalan. Untuk mencapai sukses kerap kali kita harus melewati kesalahan serta kegagalan dalam hidup. Banyak orang ingin sukses tapi sedikit sekali yang berani untuk menghadapi kegagalan. Kalau Anda ingin sukses, Anda tidak boleh takut gagal!
Simak"Prestasi Kegagalan" seseorang dan bandingkan dengan diri Anda:
*Gagal dalam bisnis/bangkrut, 1831
*Dikalahkan dalam pemilihan legislatif, 1832
*Bisnis kembali bangkrut, 1834
*Tunangan meninggal dunia, 1835
*Nervous breakdown, 1836
*Dikalahkan dalam pemilihan legislatif, 1838
*Dikalahkan dlm pemilihan unt US Conggress, 1843
*Dikalahkan dlm pemilihan unt US Conggress, 1848
*Dikalahkan dalam pemilihan US Senat, 1855
*Dikalahkan dlm pemilihan unt Vice President, 1856
*Dikalahkan dalam pemilihan US Senat, 1858
*1860, Abraham Lincoln, berhasil Menjadi President USA!! You cannot fail......Unless you Quit!!
Anda bayangkan selama lebih dari 25v tahun Abraham Lincoln adalah seorang "juara gagal". jadi sebenarnya kegagalan itu tidak ada selama Anda terus berjuang, bertahan, belajar dari kesalahan dan mencari cara yang lebih baik mencapai kemenangan. Lain halnya jika Anda berhenti mencoba maka pada saat itulah Anda pantas disebut sebagai orang yang gagal alias pecundang! Ingatlah bahwa "Winner never quit, Quitters never win!!"
Dalil untuk mencapai kesuksesan adalah:
1. Anda HARUS berani menjadi sedikit "GILA" (dalam hal yang positif).
Abraham Lincoln yang gagal puluhan tahun, Thomas alfa Edison yang gagal ribuan kali dalam uji coba lampu pijar, Colombus yang mengatakan dunia ini bulat ketika orang lain mengatakan dunia ini datar, Wright bersaudara yang ingin agar manusia bisa terbang, JF Keneddy yang ingin manusia bisa ke bulan dan lain-lain adalah contoh-contoh manusia yang agak sedikit "gila" dan karena keuletan yang luar biasa hebat inilah hidup mereka bermanfaat bagi banyak orang. Jadi terkadang Anda harus berani melakukan hal-hal yang berbeda dimana orang biasa tidak mau dan tidak berani melakukannya.
Seperti yang dikatakan oleh President Calvin Coolidge:
"Nothing in the world can take the place of persistence, talent will not, nothing is more common than unsuccessful men with talent. Education will not; the world is full of educated derelects. Persistence and determination alone are omnipotent".
"Tidak ada yang bisa menggantikan arti penting kegigihan dan keuletan. Bakatpun tidak, sebab ada sekian banyak orang gagal meski mereka berbakat. Pendidikan juga tidak bisa menggantikannya, sebab banyak orang berpendidikan tinggi tidak bisa mencapai apa-apa kecuali ijasahnya gerimpis dimakan jamur dan waktu. Kegigihan, keuletan dan tekat yang membara untuk mencapai tujuan hidup Anda inilah yang akan mendobrak rintangan yang Anda hadapi. Jadi jika kekalahan demi kekalahan berusaha menjegal dan menjatuhkan Anda dan kesuksesan nampaknya makin mustahil maka ingatlah pernyataan diatas, bahwa "Tidak ada yang bisa menggantikan kegigihan dan keuletan Anda!".
2. Kendalikan Pikiran Anda
Pikiran adalah kekuatan luar biasa yang harus bisa Anda kendalikan. Galileo bahkan pernah mengatakan "hati-hati dengan pikiran Anda". apa yang harus kita kendalikan? Pikiran negatif adalah hal yang harus bisa Anda kendalikan. Pikiran negatif memang tidak bisa kita tolak masuk ke pikiran kita, namun Anda harus melawannya dengan lebih banyak memasukkan pikiran positif.
Anda adalah apa yang Anda pikirkan!!. Jika Anda pikir gagal, maka sebenarnya adalah Anda sudah gagal. Untuk itu sukses dimulai dari pikiran Anda! Anda harus memiliki sikap "can do attitude" yakni "Aku bisa melakukan hal itu". Banyak orang yang belum apa-apa sudah mengatakan"aku tidak bisa". Memang nantinya Anda akan diuji oleh kekalahan/kegagalan tapi Anda jangan berhenti, tetap jaga pikiran Anda secara positif bahwa setelah malam yang paling gelap, fajar akan segera menyingsing, disana telah menunggu istana emas. Anda cukup hanya melewati kegagalan-kegagalan saja. Ketika tiap kali hati kecil kita gundah karena belum melihat suatu hal menjadi lebih baik maka anda harus melakukan oto sugesti kepada pikiran Anda" I refuse to give up, i shall continue firmly, steadly, and persistenly until my good appears"
Ingatkan diri Anda secara terus menerus bahwa sukses bukan hanya milik orang yang brilian, berbakat, penuh keberuntungan dll tetapi sukses luar biasa adalah milik orang yang persisten (pantang menyerah), yang terus berusaha mencari cara lebih baik dalam menemukan formula kemenangan meski berton-ton rintangan menghalangi Anda. Untuk menemukan emas, Anda harus menggali berton-ton tanah lumpur. Jangan pikirkan tanah lumpurnya tapi fokuskan pada emasnya!!.
"Penemuan terbesar dalam generasi saya adalah bahwa kita dapat merubah hidup kita dengan merubah pola pikir kita"(William James).
3. Selesaikan apa yang telah Anda mulai.
Ya!.... Anda harus menyelesaikan apa yang telah Anda mulai rencanakan sebelumnya, jangan berhenti sebelum Anda menyelesaikan. Fokuskan sampai tujuan Anda tercapai. Sukses dan gagal memiliki perbedaan yang tipis. Tidak ada orang yang gagal didunia ini, yang ada hanyalah orang cepat menyerah. Jika Thomas Alfa Edison berhenti pada percobaan yang ke 900 mungkin namanya tidak akan melegenda hingga saat ini.
Jangan repotkan pikiran Anda dengan kegagalan masa lalu apalagi sampai membuat Anda truma. Ubah rasa traumatik Anda, ubah kegagalan Anda menjadi energi positif untuk memperbaiki diri. Ubah energi kekalahan menjadi kekuatan baru dimana Anda akan melakukan upaya yang lebih baik dan lebih hebat dari sebelumnya.
Jangan pernah menyesali diri ataupun iri hati karena Anda tidak terlahir dalam keluarga kaya, tidak mendapat harta warisan berlimpah, tidak dapat suami/istri kaya, tidak dikaruniai bakat, keberuntungan dll. Untuk sukses Anda hanya perlu memiliki tujuan yang jelas, persistansi dan determinasi yang keras untuk mencapai tujuan tersebut. Hidup ini keras dan Anda juga harus keras agar hidup ini melunak kepada Anda.
Rahasia Kaum Adam

Ternyata kaum Adam menyimpan rahasia yang tidak ingin diketahui oleh para wanita. Jika Anda mengetahui rahasia tersemunyi dan paling memalukan itu, Anda akan merasa heran. Apa saja rahasia-rahasia itu?
1. Kaum Pria Sering Masturbasi.
Ini merupakan rahasia umum bahwa hampir seluruh pikiran kaum Adam didominasi seks. Kaum pria masturbasi sebagai bagian dari kebutuhan. Mereka melakukan hal itu sebagai rutinitas. Salah seorang pria yang tak ingin disebut nama mengungkapkan, masturbasi tak ada hubungan dengan hubungan intim kami, ini hanya bagian dari bertahan hidup.
Para pria melakukan itu semua demi kesenangan dan kenyamanan. Kesimpulannya, kaum Adam melakukan kesenangan dengan cara yang berbeda. Sedangkan biasanya kaum wanita memanjakan diri dengan melakukan hair spa di salon.
2. Mata Keranjang.
Sebutan mata keranjang sering diberikan kaum wanita terhadap kekasihnya yang suka melirik wanita lain. Para pria memang senang melirik wanita lain yang lebih oke dibandingkan pasangannya. Namun, bukan berarti ia tertarik dengan wanita lain itu.
Kaum pria beranggapan bahwa mendapatkan perhatian dari wanita lain membuktikan kejantanan yang mereka miliki. Jadi jangan marah apabila ketika Anda jalan, kekasih Anda terkadang suka melihat wanita lain. Itulah sifat asli kaum Adam.
3. Suka "Mengulik" Rahasia Pasangan.
Para pria yang biasanya cuek di depan Anda, bukan berarti mereka tak peduli. Apabila mereka ingin menjadi teman Anda dalam Facebook atau Twitter, itu tandanya mereka mencari tahu tentang kegiatan, kesukaan, atau bahkan rahasia Anda dengan bantuan dunia maya. Bahkan bila ia memiliki teman seorang mata-mata, ia juga pasti akan meminta bantuan temannya tersebut untuk memata-matai Anda.
Minggu, 08 Agustus 2010
JANGAN PERNAH MENGELUH

“Daripada menghitung kesulitan-kesulitan kita, cobalah
Menjumlahkan berkah-berkah yang telah kita terima!”.
Seorang musafir dengan seorang Pelayan kesayangannya mengadakan perjalanan jauh. Dalam perjalanan itu mereka membawa barang-barang berharga untuk dijual, seperti seekor kambing, ayam jago, serta sebuah obor.
Di sepanjang perjalanan, mereka berdiskusi tentang sifat Tuhan.”Tuhan itu baik, Dia selalu menyertai kemana pun kita pergi,”ujar Si Pelayan. “Aku tidak yakin dengan apa yang kau katakana, lihat saja mungkin Tuhan menyertai perjalanan kita, “ujar musafir, sinis.
Menjelang sore tibalah mereka di sebuah desa. Mereka berharap dapat beristirahat sejenak di desa itu, tetapi sayang tidak seorang pun yang bersedia menerima mereka. Penduduk di desa itu tidak mau menerima orang asing. Jadi mereka mengusir musafir dan Pelayannya. Mendapat perlakuan kasar seperti itu, musafir menggerutu,”Benar, kan, kataku ? Tuhan tidak menyertai kita. Buktinya, Dia tidak memberi kita tempat istirahat.”
Karena tidak ada tempat untuk beristirahat maka musafir dan Pelayannya terpaksa pergi ke tengah hutan yang letaknya tidak jauh dari desa. Sampai di sana musafir itu memasang tenda lalu berbaring melepas rasa lelah. Si Pelayan berusaha menghibur tuann tuannya, “Pasti menurut Tuhan, bermalam di tengah hutan ini merupakan yang terbaik bagi kita.”
Tidak lama kemudian terdengarlah suara binatang buas. Ternyata seekor serigala datang menerkam kambing milik sang musafir. Karena ketakutan, sang Musafir pun lari dan memanjat pohon untuk menyelamatkan diri. Dari atas pohon sang Musafir berkata kepada Si Pelayan “Masih beranikah engkau mengatkan bahwa Tuhan itu baik? Lihat saja Tuhan sudah membiarkan kita kedinginan di hutan ini. Tidak hanya itu saja, dia sudah membuatku rugi karena tidak dapat lagi menjual kambingku ke pasar.” Pelayan yang bijaksana itu berusaha menenangkan majikannya,”Tuan seharusnya bersyukur dan berterima kasih karena jika serigala itu tidak menerkam kambing, Tuan dan akulah yang diterkamnya. Tuhan memang baik karena sudah melindungi kita dari maut.”
Musafir masih berada di atas pohon ketika hembusan angina kencang memadamkan obor yang merupakan satu-satunya penghangat yang ia miliki di tengah cuaca yang begitu dingin. Sang musafir itu masih saja mengeluh dan tidak memedulikan kata-kata Si Pelayan. Dengan sindiran sinis ia berkata, “Kelihatannya kebaikan Tuhan kepada kita begitu nyata di sepanjang malam ini.”
Keesokan harinya Mereka bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Ketika melewati desa yang kemarin mereka singgahi, mereka terkejut melihat keadaan desa yang porak-poranda. Setelah bertanya kepada para penduduk tahulah sang Musafir bahwa semalam sekelompak perampok telah menjarah desa tersebut. “Telah terbukti bahwa Tuhan itu memang baik. Jika semalam kita menginap disana, barang-barang Tuan yang berharga akan ikut dirampok. Dan, kalau saja angina kencang tidak memadamkan obor, perampok-perampok itu pasti dapat melihat barang-barang dengan jelas lalu mengambilnya semua,”ujar Pelayan. Sang musafir tertunduk malu. Ia lalu menangis karena dia sepanjang jalan ini ia hanya mengeluh dan menggerutu kepada Tuhan.
Mengeluh hanya akan menguras tenaga dan membuang waktu kita dengan percuma. Menggerutu tidak akan pernah menyelesaikan persoalan, justru menambah beban. Ketika sedang dilanda masalah, belajarlah untuk tetap bersyurkur. Kata-kata positif memang tidak langsung mengubah keadaan, tetapi setidaknya kita memiliki suasana hati yang lebih baik. Hati dan pikiran yang tenang akan membuat kita kuat dalam menghadapi masalah apa pun. Mungkin ada yang berkata,”Bila keadaan sedang kacau, saya tidak mungkin mengucapkan kata-kata yang baik.”Bila tidak dapat berkata-kata yang baik, ada baiknya Anda juga memutuskan untuk tidak berkata-kata sama sekali. Diamlah. Bukankah sering kali diam justru menyelesaikan segalanya? Belajarlah berdiam diri sejenak dan setelah itu lihat apa yang akan terjadi.
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-NYA. Sungguh Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS: An-Nisa:32)
“Sungguh, Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar Zarrah, dan jika ada kebajikan (sekecil zarrah), niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-NYA.” (QS: An-Nisa:40).
“Allah tidak menghendaki untuk memberikan kamu sesuatu beban yang berat, tetapi ia berkehendak untuk membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu supaya kamu berterimakasih.” (QS:Al-Maidah: 6)
“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman”, dan mereka tidak diuji?”(QS: Al-Ankabut:2)
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS: Al- Insyirah: 5-6).
Allah SWT berfirman dalam hadis qudsiy, ana `inda dzonni `abdi = AKU TERGANTUNG BAGAIMANA HAMBA KU BERPRASANGKA KEPADAKU.
Semua harapan, semua prasangka, semua hajat makhluknya bisa dilayani oleh kehendakNya.
MENGENAL ISLAM
Orang bilang ‘Tak kenal maka tak sayang…’
Maka dari itu marilah bersama kita mengenal lebih jauh tentang ISLAM
Di antara keistimewaan agama Islam adalah namanya.
Berbeda dengan agama lain, nama agama ini BUKAN berasal dari NAMA PENDIRINYA atau NAMA TEMPAT penyebarannya. Tapi, menunjukkan SIKAP dan SIFAT pemeluknya terhadap Allah.
Yang menamakan Islam juga bukan seseorang, bukan pula suatu masyarakat, tapi ALLAH Ta'ala, Pencipta alam semesta dan segala isinya. Jadi, Islam sudah dikenal sejak sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw. dengan nama yang diberikan Allah.
“….Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu IBRAHIM. Dia (Allah) telah MENAMAI kamu sekalian orang-orang MUSLIM dari DAHULU, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi SAKSI atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi SAKSI atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS Al Hajj : 78)
Islam berasal dari KATA bahasa ARAB:
SALIMA- YUSLIMU- ISTISLAAM (artinya, TUNDUK atau PATUH)
selain YASLAMU - SALAAM (yang berarti SELAMAT, SEJAHTERA atau DAMAI).
Menurut bahasa Arab, pecahan kata Islam mengandung pengertian:
=> ISLAMUL WAJH (ikhlas menyerahkan diri kepada Allah QS. 4:125)
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang (ASLAMA WAJHAHU) ‘IKHLAS MENYERAHKAN DIRINYA’ kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya. “
=> ISTISLAMA (tunduk secara total kepada Allah QS. 3:83),
“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah (ASLAMA) ‘menyerahkan diri’ segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.”
=>SALAAMAH atau SALIIM (suci dan bersih QS. 26:89),
“kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang (SALIIM) ‘bersih’.”
=>SALAAM (selamat sejahtera QS. 6:54),
“Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: " (SALAAMUN ALAIKUM) SELAMAT SEJAHTERA atas kalian. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “
=>SILM (tenang dan damai QS. 47:35).
"Janganlah kamu lemah dan minta (SILM)’ DAMAI’ padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu. "
Secara rinci Islam dapat kita artikan:
TUNDUK dan MENERIMA segala perintah dan larangan Allah yang terdapat dalam wahyu yang diturunkan Allah kepada para Nabi dan Rasul yang terhimpun di dalam Alquran dan Sunnah.
Manusia yang menerima ajaran Islam disebut MUSLIM.
Seorang muslim mengikuti ajaran Islam secara total dan perbuatannya membawa PERDAMAIAN dan KESELAMATAN bagi manusia.
Dia terikat untuk MENGIMANI, MENGHAYATI, dan MENGAMALKAN Alquran dan Sunnah.
Kalimatul Islam (kata Al-Islam) me-ngandung pengertian dan prinsip-prinsip
yang dapat didefinisikan secara terpisah.
Dan, bila dipahami secara menyeluruh merupakan pengertian yang utuh.
1. Islam adalah KETUNDUKAN
Allah menciptakan alam semesta, kemudian menetapkan manusia sebagai hambaNya yang paling besar perannya di muka bumi. Manusia berinteraksi dengan sesamanya, dengan alam semesta di sekitarnya, kemudian berusaha mencari jalan untuk kembali kepada Penciptanya. Tatkala salah berinteraksi dengan Allah, kebanyakan manusia beranggapan alam sebagai Tuhannya sehingga mereka menyembah sesuatu dari alam. Ada yang menduga-duga sehingga banyak di antara mereka yang tersesat. Ajaran yang benar adalah ikhlas berserah diri kepada Pencipta alam yang kepadaNya alam tunduk patuh berserah diri.
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang (ASLAMA WAJHAHU) ‘IKHLAS MENYERAHKAN DIRINYA’ kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya. “ (QS. 4:125)
Maka, Islam identik dengan KETUNDUKAN kepada sunnatullah yang terdapat di alam semesta (tidak tertulis) maupun Kitabullah yang tertulis (Alquran).
2. Islam adalah WAHYU Allah
Dengan kasih sayangnya, Allah menurunkan Ad-Dien (aturan hidup) kepada manusia. Tujuanya agar manusia hidup teratur dan menemukan jalan yang benar menuju Tuhannya. Aturan itu meliputi seluruh bidang kehidupan: politik, hukum, sosial, budaya, dan sebagainya. Dengan demikian, manusia akan tenteram dan damai, hidup rukun dan bahagia dengan sesamanya dalam naungan ridha Tuhannya. (QS. Al-Baqarah: 38) Karena kebijaksanaanNya, Allah tidakmenurunkan banyak agama. Dia hanya menurunkan Islam. Agama selain Islam tidak diakui di sisi Allah dan akan merugikan penganutnya di akhirat nanti.
Sebagaimana firman Allah,
"Sesungguhnya Ad-Dien (agama) yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam." (QS. 3:19)
Sebab, Islam merupakan satu-satunya agama yang bersandar kepada wahyu Allahsecara murni. Artinya, seluruh sumber nilai dari nilai agama ini adalah wahyu yang Allah turunkan kepada para RasulNya terdahulu. Dengan kata lain, setiap Nabi adalah muslim dan mengajak kepada ajaran Islam. Ada pun agama-agama yang lain seperti Yahudi dan Nasrani adalah penyimpangan dari ajaran wahyu yang dibawa oleh para nabi tersebut.
3. Islam adalah AGAMA Para Nabi dan Rasul
Perhatikan kesaksian Alquran bahwa Nabi Ibrahim adalah muslim, bukan Yahudi atau pun Nasrani. (QS. 2:132)
"Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam (Muslim)".
Nabi-nabi lain pun mendakwahkan ajaran Islam kepada manusia. Mereka mengajarkan agama sebagaimana yang dibawa Nabi Muhammad saw. Hanya saja, dari segi syariat (hukum dan aturan) belum selengkap yang diajarkan Nabi Muhammad saw. Tetapi, ajaran prinsip-prinsip keimanan dan akhlaknya sama. Nabi Muhammad saw. datang menyempurnakan ajaran para Rasul, menghapus syariat yang tidak sesuai dan menggantinya dengan syariat yang baru. (QS.3: 84)
" Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami (muslim)menyerahkan diri."
Menurut pandangan Alquran, agama Nasrani yang ada sekarang ini adalah penyimpangan dari ajaran Islam yang dibawa Nabi Isa a.s. Nama agama ini sesuai nama suku yang mengembangkannya. Isinya jauh dari Kitab Injil yang diajarkan Isa a.s.. Agama Yahudi pun telah menyimpang dari ajaran Islam yang dibawa Nabi Musa a.s.. Diberi nama dengan nama salah satu Suku Bani Israil, Yahuda. Kitab Suci Taurat mereka campur aduk dengan pemikiran para pendeta dan ajarannya ditinggalkan.
4. Islam adalah HUKUM-HUKUM Allah di dalam Alquran dan Sunnah
Orang yang ingin melihat Islam hendaknya melihat Kitabullah Alquran dan Sunnah Rasulullah. Keduanya, menjadi sumber nilai dan sumber hukum ajaran Islam. Islam tidak dapat dilihat pada perilaku penganut-penganutnya, kecuali pada pribadi Rasulullah saw. dan para sahabat beliau. Nabi Muhammad saw. bersifat ma'shum (terpelihara dari kesalahan) dalam mengamalkan Islam. Beliau membangun masyarakat Islam yang terdiri dari para sahabat Nabi Muhammad saw yang langsung terkontrol perilakunya oleh Allah dan RasulNya. Jadi, para sahabat Nabi tidaklah ma'shum bagaimana Nabi, tapi mereka istimewa karena merupakan pribadi-pribadi didikan langsung Nabi Muhammad saw. Islam adalah akidah dan ibadah, tanah air dan penduduk, ruhani dan amal, Alquran dan pedang sebagaimana telah dibuktikan dalam hidup Nabi, para sahabat, dan para pengikut mereka yang setia sepanjang zaman.
5. Islam adalah JALAN Allah Yang LURUS
Islam merupakan satu-satunya pedoman hidup bagi seorang muslim. Baginya,tidak ada agama lain yang benar selain Islam. Karena ini merupakan jalan Allah yang lurus yang diberikan kepada orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah. (QS. 6:153)
"..Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.
6. Islam Pembawa KESELAMATAN Dunia dan Akhirat
Sebagaimana sifatnya yang bermakna selamat sejahtera, Islam menyelamatkan hidup manusia di dunia dan di akhirat. Keselamatan dunia adalah kebersihan hati dari noda syirik dan kerusakan jiwa. Sedangkan keselamatan akhirat adalah masuk surga yang disebut DaarusSalaam.
Allah menyeru (manusia) ke Daarus Salaam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendakiNya kepada jalan yang lurus (Islam). (QS. 10:25)
"Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam)."
Dengan enam prinsip di atas kita dapat memahami kemuliaan dan keagungan ajaran agama Allah ini.
Nabi Muhammad saw. bersabda, "Islam itu tinggi dan tidak ada kerendahan di dalamnya." Sebagai ajaran, Islam tidak terkalahkan oleh agama lain. Maka, setiap muslim wajib meyakini kelebihan Islam dari agama lain atau ajaran hidup yang lain. Allah sendiri memberi jaminan.
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (QS.5:3)
Langganan:
Postingan (Atom)